Dewan Pers Gelar Doa Bersama Untuk 5 Orang Wartawan yang Hilang saat Liput Erupsi Anak Krakatau
Jakarta,mitrapolri.info – Menggelar doa bersama dan aksi solidaritas di Gedung Dewan Pers Senin,21 September 2026.
dari berbagai insan Pers turut hadir untuk mendoakan lima jurnalis yang hilang.
hingga kini belum ditemukan tim pencarian gabungan, hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik di laut Selat Sunda.
Kegiatan doa bersama dan aksi solidaritas tersebut digelar untuk menyikapi kabar mengenai penghentian operasi pencarian sekaligus menjaga dukungan bagi keluarga korban para jurnalis yang hilang.
setelah operasi pencarian fisik secara resmi dihentikan terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal pada, Kamis (17/9/2026).
Daftar Nama Jurnalis Hilang :
-M. Bagus Khoirunnas (28 tahun) – Pewarta foto Kantor Berita Antara Biro Banten.
-Ari Basuki (52 tahun) – Pewarta foto Merdeka.com.
-Yudistiro Pranoto / Yudhis (43 tahun) – Pewarta foto iNews.id.
-Firman Daus / Daus (42 tahun) – Jurnalis Anadolu Agency.
-Donal Husni (51 tahun) – Jurnalis foto lepas (freelance).
Lima jurnalis tersebut merupakan bagian dari rombongan yang menaiki kapal cepat KM Arupadhatu I bersama tiga awak kapal.
kabar mendalam mengenai penghentian operasi pencarian menjadi situasi yang berat bagi keluarga.
Harapan dari 5 keluarga Jurnalis yang hilang masih menyimpan harapan agar jurnalis lainnya dapat kembali ke rumah.
”Harapan tentu masih ada agar kami, saudara kami, keluarga kami ini bisa kembali pulang ke rumah keluarganya dalam kondisi yang bagus, entah kapan,” ujar keluarga korban.
Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, mengatakan para wartawan yang hingga kini belum ditemukan tetap dipandang sebagai rekan-rekan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.
“Sampai saat ini saya pribadi menyebut teman-teman itu sedang bertugas karena kita tidak tahu mereka sekarang berada di mana,” ujar Totok.
Menurutnya, para wartawan tersebut tengah menjalankan pekerjaan jurnalistik untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Risiko dalam menjalankan tugas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari profesi wartawan, meski tingkat risikonya dapat berbeda-beda.
“Kita percaya yang terjadi atas kehendak-Nya,” katanya.
Penulis: Septian










