Puluhan Siswa SMPN 2 Cisarua Muntah‑Muntah Usai Terima Makan Bergizi Gratis, Sampel Susu Dikirim ke Labkesda
BOGOR,mitrapolri.info– Kepanikan melanda lingkungan SMP Negeri 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu (21/10/2026), setelah puluhan siswa tiba‑tiba mengalami muntah‑muntah tak lama setelah menerima pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga sekitar pukul 10.00 WIB tercatat sebanyak 20 siswa jatuh sakit, salah satunya disertai gejala diare.
Kepala SPPG Bogor Cisarua Leuwimalang 01 Fima Aditya Nugraha menerima laporan darurat dari pihak sekolah sekitar pukul 08.30 WIB. Kurang dari sepuluh menit kemudian ia tiba di lokasi, menemui siswa yang sudah mendapat penanganan beserta wali kelas dan orang tua. Dari keterangan awal, banyak siswa menyebut hanya mengonsumsi susu sebelum muncul gejala sakit.
Distribusi paket MBG sendiri tiba di sekolah pukul 08.03 WIB untuk seluruh kelas sesi pagi. Petugas segera mencatat seluruh rangkaian peristiwa: waktu tiba produk, proses penerimaan, pemeriksaan kemasan, hingga pembagian ke siswa sebagai bahan penelusuran.
Dari pemeriksaan awal muncul dugaan sementara: susu UHT full‑cream merek Diamond yang dibagikan diduga memiliki kemasan rusak dan berpotensi menjadi pemicu gangguan pencernaan. Namun dugaan ini belum menjadi kesimpulan akhir. Sampel produk telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk diuji secara ilmiah; hasilnya masih menunggu keluar.
Pihak SPPG langsung membuka koordinasi darurat dengan Puskesmas, Babinsa, perangkat desa dan pihak Kecamatan. Para siswa yang sakit dirujuk ke Puskesmas maupun rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, sementara tim terus memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka.
Meskipun sudah ada dugaan awal, semua pihak diimbau tidak membuat kesimpulan terburu‑buru. Penyebab pasti harus merujuk pada hasil laboratorium, rekam medis siswa, dan audit seluruh rantai pengiriman MBG.
Kejadian ini menjadi peringatan keras: setiap tahap penanganan program makanan sekolah harus diawasi ketat, mulai dari pengecekan tanggal kedaluwarsa, kelayakan kemasan, penyimpanan hingga proses pembagian. Orang tua dan masyarakat berharap pihak penyelenggara menyampaikan perkembangan penyelidikan secara transparan begitu hasil lab keluar beserta langkah perbaikan jika ditemukan pelanggaran prosedur.
Sampai saat ini penyebab pasti kasus keracunan dugaan ini belum terkonfirmasi resmi. Seluruh pihak masih menunggu hasil pemeriksaan Labkesda untuk menentukan apakah ada kesalahan pada produk, distribusi atau faktor lain di luar program MBG.
(Hanafi)










