Diduga Oknum Mantan Wartawan Tilep Uang Titipan PT Mitra Tata Lingkungan Baru (MTLB), Tak Amanah Jalankan Kepercayaan!
Bogor – mitrapolri.info-Dugaan tindakan tidak amanah kembali mencoreng dunia pers lokal. Seorang oknum yang mengaku mantan wartawan, bernama Nopen Ependi, diduga menyelewengkan uang titipan kemitraan dari PT Mitra Tata Lingkungan Baru (MTLB), perusahaan pengelola limbah B3 yang berlokasi di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Informasi yang dihimpun tim redaksi, sejak beberapa tahun terakhir perusahaan tersebut secara rutin menyalurkan uang kemitraan kepada sejumlah wartawan yang telah terdaftar resmi. Namun, mekanisme penyaluran berubah setelah adanya aksi demonstrasi di depan pabrik limbah tersebut yang dikoordinir oleh Nopen Ependi, seorang yang kini disebut bukan putra daerah setempat.
Beberapa rekan media menyebut, sejak saat itu penyaluran dana menjadi tidak transparan dan sulit dilacak.
“Dulu setiap bulan kami dapat uang kemitraan, tapi sekarang banyak yang tidak terkoordinir. Setiap ditanya, jawabannya belum turun. Setelah turun pun kami tidak diberi kabar,” ungkap K, salah satu wartawan asal Bogor Timur yang telah lama terdaftar di perusahaan tersebut.
Menurutnya, sudah lebih dari empat bulan dana kemitraan itu tidak lagi diterima oleh pihak-pihak yang berhak. Ia menduga dana tersebut disimpan atau diselewengkan secara pribadi.
“Kalau bukan masuk ke kantong pribadinya, lalu ke mana uang itu? Kami akan segera mengadukan hal ini ke pihak perusahaan agar tidak terulang,” tambahnya.
Parahnya lagi, setiap kali rekan wartawan hendak mengambil dana tersebut, Nopen Ependi disebut sering berpindah-pindah lokasi, membuat banyak pihak kebingungan. Saat dikonfirmasi melalui panggilan WhatsApp, yang bersangkutan tidak menjawab dan memilih bungkam.
Sejumlah wartawan di wilayah Bogor Timur kini mendesak pihak PT MTLB agar meninjau ulang kepercayaan yang telah diberikan kepada oknum tersebut, serta tidak lagi menitipkan uang kemitraan melalui perantara yang tidak amanah.
“Kami minta perusahaan bersikap tegas. Jangan ada lagi titipan lewat orang yang mengatasnamakan wartawan atau LSM. Kalau perlu, perusahaan langsung salurkan sendiri ke pihak media resmi,” tegas salah satu rekan media lainnya.
Berdasarkan penelusuran, dugaan tindakan serupa bukan kali ini saja terjadi. Beberapa wartawan mengaku pernah mengalami kejadian serupa di tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu, rekan-rekan media menegaskan siap melaporkan dugaan penyalahgunaan kepercayaan ini secara resmi ke pihak perusahaan jika tidak ada penyelesaian yang jelas.








