Peredaran Obat Golongan g makin menggila di kab Bogor generasi muda terancam masa depan nya 

Avatar photo

Selasa, 23 Desember 2025 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Peredaran Obat Golongan g makin menggila di kab Bogor generasi muda terancam masa depan nya 

 

Sukabumi – mitrapolri.info – Peredaran obat terlarang golongan G seperti tramadol dan eximer di depan pabrik / gudang Aqua jln sukabumi-bogor benda kec Cicurug kab Sukabumi Jawa Barat dilaporkan semakin terbuka dan berlangsung secara terang-terangan. Kondisi ini membuat lingkungan warga menjadi tidak aman dan memicu keresahan masyarakat.

Lo

 

Menurut informasi yang dihimpun tim Media Mitrapolri, aktivitas jual beli obat keras tersebut disebut sudah berlangsung cukup lama dan dilakukan secara bebas. Warga menilai pengawasan aparat yang berwenang terkesan lemah, bahkan ada yang berpendapat bahwa kondisi ini seperti “dibiarkan begitu saja”.

Baca Juga :  Tim Gabungan Polres Indramayu Gelar Razia Tempat Hiburan Malam, Seluruh Pengunjung yang Dites Urine Negatif Narkoba

 

Untuk memastikan informasi di lapangan, tim Mitrapolri melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi transaksi. Dari hasil penelusuran, tim menemukan beberapa titik yang kerap dijadikan tempat penjualan obat-obatan terlarang tersebut.

*Catatan penghasilan dari satu hari bisa

Mencapai 7 juta per satu hari

*Catatan banyak anak muda yaang

Berseragam sekolah .

*Warung tersebut di bekingin preman2

* Orang berinisial (uj)adalah korlap atau                    pmilik warung trsbut .

Seorang penjual berinisial yang  tidak mau di sebut kan namanya    mengaku bahwa dirinya sudah berjualan lebih dari tiga hingga lima bulan terakhir. Ia bahkan mengaku merasa aman karena disebut-sebut ada pihak yang menjamin aktivitasnya. Penjual  juga menyebut bahwa mendapat kan pemasokan obat dari orang Aceh  atau orang yang menyediakan barang-barang tersebut.

Baca Juga :  Gugat Penundaan Audiensi, MASL: Lelang Geothermal Tampomas Ancam Cagar Budaya dan Sesar Baribis

 

Sementara itu, warga sekitar membenarkan bahwa banyak pembeli yang lalu lalang setiap hari ke lokasi tersebut. Mereka mengaku sangat resah dengan keberadaan tempat penjualan obat ilegal itu karena dianggap membahayakan generasi muda dan mengganggu ketertiban lingkungan.

 

“Setiap hari ada saja orang yang datang membeli.Kami sebagai warga bertanya-tanya, ke mana aparat yang berwajib? Kenapa tidak ada tindakan tegas?” ujar salah satu warga.

 

Masyarakat berharap aparat terkait segera turun tangan untuk menertibkan peredaran obat-obatan berbahaya tersebut sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas.

Berita Terkait

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026
Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Indramayu Disorot, APH dan BPH Migas Didesak Bertindak
Sebaran Erupsi Letusan Abu Vulkanik Gunung Krakatau, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker Kepada Ojol dan Masyarakat 
Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Rumah Warga Batulayang Cililin, APH Diminta Turun Tangan
PKBM Nurul Amanah Cihamirung Disorot, Diduga Ada Siswa Fiktif dan Dana BOSP Rp433 Juta
Revitalisasi SDN 1 Cikidang Sukabumi Disorot, Diduga Banyak Kejanggalan
Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Bankeu 2026 Desa Citapen Fokus Pengaspalan Jalan
Peduli Kesehatan Pengguna Jalan, Satlantas Jakbar Bagikan Masker Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:40 WIB

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026

Selasa, 8 September 2026 - 17:33 WIB

Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Indramayu Disorot, APH dan BPH Migas Didesak Bertindak

Selasa, 8 September 2026 - 17:06 WIB

Sebaran Erupsi Letusan Abu Vulkanik Gunung Krakatau, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker Kepada Ojol dan Masyarakat 

Selasa, 8 September 2026 - 06:31 WIB

Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Rumah Warga Batulayang Cililin, APH Diminta Turun Tangan

Selasa, 8 September 2026 - 05:56 WIB

PKBM Nurul Amanah Cihamirung Disorot, Diduga Ada Siswa Fiktif dan Dana BOSP Rp433 Juta

Berita Terbaru