SMP Plus Bina Prestasi Terkesan Banyak Masalah Layak Diperiksa.

Avatar photo

Selasa, 26 Agustus 2025 - 07:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMP Plus Bina Prestasi Terkesan Banyak Masalah Layak Diperiksa.

Subang,mitrapolri.info– SMP Plus Bina Prestasi, sebuah lembaga pendidikan menengah pertama yang berlokasi di Desa Kalemsari Kecamtan Compreng Kabupaten Subang. Lembaga tersebut tengah menjadi sorotan karena diduga memiliki sejumlah masalah yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait.

Mulai dari kebijakan pembelian seragam yang dinilai memberatkan para orang tua wali murid, tidak adanya papan nama lembaga, hingga praktik penjualan buku Lembar Kerja Siswa (LKS), menjadi catatan yang patut diperiksa.

Sejumlah wali murid mengeluhkan kebijakan sekolah yang mewajibkan pembelian seragam di tempat yang telah ditentukan dengan harga yang relatif mahal. Mereka menilai, kebijakan ini memberatkan ekonomi keluarga, terutama bagi mereka yang memiliki lebih dari satu anak yang bersekolah, dan minimya per ekonomian

“Kami merasa terpaksa membeli seragam di sekolah, padahal harganya lebih mahal dari di luar,” ujar salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya. “Kalau tidak beli di sekolah, katanya tidak sesuai dengan standar.”

Baca Juga :  Petani Desa Neglasari Apresiasi Program P3-TGAI, Berharap Alokasi Lanjutan untuk Perluas Irigasi hingga 107 Hektar

Selain masalah seragam, SMP Plus Bina Prestasi juga disorot karena tidak memasang papan nama lembaga di depan sekolah. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai legalitas dan transparansi lembaga pendidikan tersebut.

“Kami bingung, kenapa sekolah ini tidak memasang papan nama,” ujar seorang Aktipis pengamat pendidikan. “Padahal, papan nama itu penting sebagai identitas dan informasi bagi masyarakat.”

Masalah lain yang menjadi perhatian adalah praktik penjualan buku LKS kepada siswa. Padahal, sesuai dengan peraturan pemerintah, sekolah tidak diperbolehkan menjual buku LKS kepada siswa, apalgi sudah adanya penerimaan dana (BOS) Biaya Oprasional Sekolah

“Kami dipaksa membeli buku LKS di sekolah dengan harga yang cukup mahal,” keluh seorang siswa SMP Plus Bina Prestasi. “Kalau tidak beli, katanya tidak bisa mengikuti pelajaran.”

Baca Juga :  BUMDes Rancabungur Jadi Percontohan, Usaha Ayam Kampung Dongkrak PADes Puluhan Juta Rupiah

Ketika tim media ini mau menemui Kepala Sekolah di kantornya, Namun sangat disayangkan kepala Sekolah tidak ada ditempat, malah ada ibu guru yang mengaku bendahar Sekolah dan sekaligus istri dari ketua yayan sekolah

Ketika disinggung terkait masalah tidak adanya papan Lembaga sekolah penjualan LKS dan Penjualan Seragam yang sangat kemahalan ia mengatakan dengan terbata bata terkesan ada yang di sembunyikan

“Sekolah ini sudah berjalan lama” Ucapnya Ibu guru Bendahara sekolah istri dari ketua yayasan sekolah, Ucapan yang terlalu singkat sambil muka memerah

Menanggapi hal ini, sejumlah aktivis Pengamat pendidikan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Forum Barisan Anti Korupsi, Agus Sirait ia mendesak agar Dinas Pendidikan setempat segera melakukan investigasi terhadap SMP Plus Bina Prestasi

(Ddng)

Berita Terkait

GELONDONGAN EMAS DIDUGA ILEGAL BEROPERASI DI BANTAR KARET BOGOR, APH DIMINTA TURUN TANGAN
Bupati Memegang Kendali Tertinggi — Kinerja Buruk di KBB, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Pesta Karaoke Berujung Maut, Mahasiswi Tewas Usai Diberi Narkotika
Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026
Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Indramayu Disorot, APH dan BPH Migas Didesak Bertindak
Sebaran Erupsi Letusan Abu Vulkanik Gunung Krakatau, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker Kepada Ojol dan Masyarakat 
Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Rumah Warga Batulayang Cililin, APH Diminta Turun Tangan
PKBM Nurul Amanah Cihamirung Disorot, Diduga Ada Siswa Fiktif dan Dana BOSP Rp433 Juta

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 07:33 WIB

GELONDONGAN EMAS DIDUGA ILEGAL BEROPERASI DI BANTAR KARET BOGOR, APH DIMINTA TURUN TANGAN

Kamis, 10 September 2026 - 19:27 WIB

Bupati Memegang Kendali Tertinggi — Kinerja Buruk di KBB, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Kamis, 10 September 2026 - 17:45 WIB

Pesta Karaoke Berujung Maut, Mahasiswi Tewas Usai Diberi Narkotika

Rabu, 9 September 2026 - 18:40 WIB

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026

Selasa, 8 September 2026 - 17:33 WIB

Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Indramayu Disorot, APH dan BPH Migas Didesak Bertindak

Berita Terbaru