Warga Nagrak Cianjur Menolak Pembangunan RS Hermina, Tuntut Transparansi dan Desak Bupati Review Perizinan

Avatar photo

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Nagrak Cianjur Menolak Pembangunan RS Hermina, Tuntut Transparansi dan Desak Bupati Review Perizinan

​CIANJUR,mitrapolri.info— Rencana pembangunan RS Hermina di wilayah Cikukulu, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, memicu gelombang penolakan keras dari warga setempat. Gelombang protes ini mencuat setelah proses pembangunan yang digarap pengembang PT CMS diduga tidak transparan dan minim sosialisasi kepada masyarakat terdampak, khususnya di kawasan RW 03 Salagedang.

​Warga menduga adanya praktik main mata (kongkalikong) serta bentuk intervensi antara pihak pengembang dengan oknum Pemerintah Desa (Pemdes) Nagrak. Pasalnya, hingga kini masyarakat tidak pernah dilibatkan secara terbuka mengenai izin lingkungan maupun rincian proyek tersebut.

Baca Juga :  Diduga PROYEK SILUMAN! Di Program P3-TGAI Desa Ciasihan Bogor Diduga Manipulasi Spek dan Anggaran, Minta Audit Darurat dan Penyelidikan Korupsi

​Selain masalah transparansi, warga mengkhawatirkan dampak lingkungan hidup yang diakibatkan oleh pembangunan rumah sakit tersebut. Alih fungsi lahan di kawasan Cikukulu dinilai berpotensi mengancam kelestarian alam dan meningkatkan risiko bencana, khususnya ancaman banjir luapan yang akan merugikan pemukiman sekitar.

​Menurut salah satu tokoh masyarakat setempat, ketertutupan proses perizinan ini telah memicu keresahan publik yang semakin memanas. Jika pihak pengembang dan pemerintah daerah terus memaksakan proses pembangunan tanpa mendengar aspirasi warga, dikhawatirkan situasi ini akan memicu gelombang aksi massa dan kerusuhan besar di lokasi pembangunan.

Baca Juga :  SMK Bhakti Nugraha Berbasis Pondok Pesantren, Wujud Nyata Pendidikan Berkualitas untuk Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

​Atas kondisi tersebut, warga masyarakat menyampaikan tuntutan resmi:

​Kepada Bupati Cianjur: Memohon dengan tegas agar turun tangan untuk meninjau dan mengkaji ulang seluruh proses perizinan pembangunan RS Hermina oleh PT CMS di wilayah Desa Nagrak.

​Kepada Kepala Desa Nagrak (Hendi Saepul Maladi, S.H.): Meminta Pemdes berdiri di pihak masyarakat, bukan di posisi kepentingan perusahaan. Warga mendesak Kades untuk secara resmi menolak rekomendasi pembangunan tersebut.

​Masyarakat menegaskan, apabila pihak Pemdes Nagrak terbukti memberi rekomendasi atau terindikasi melakukan kongkalikong dengan pengembang, warga tidak akan segan-segan mengelar aksi demonstrasi besar-besaran di kantor desa

Red

Berita Terkait

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026
Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Indramayu Disorot, APH dan BPH Migas Didesak Bertindak
Sebaran Erupsi Letusan Abu Vulkanik Gunung Krakatau, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker Kepada Ojol dan Masyarakat 
Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Rumah Warga Batulayang Cililin, APH Diminta Turun Tangan
PKBM Nurul Amanah Cihamirung Disorot, Diduga Ada Siswa Fiktif dan Dana BOSP Rp433 Juta
Revitalisasi SDN 1 Cikidang Sukabumi Disorot, Diduga Banyak Kejanggalan
Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Bankeu 2026 Desa Citapen Fokus Pengaspalan Jalan
Peduli Kesehatan Pengguna Jalan, Satlantas Jakbar Bagikan Masker Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:40 WIB

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026

Selasa, 8 September 2026 - 17:33 WIB

Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Indramayu Disorot, APH dan BPH Migas Didesak Bertindak

Selasa, 8 September 2026 - 17:06 WIB

Sebaran Erupsi Letusan Abu Vulkanik Gunung Krakatau, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker Kepada Ojol dan Masyarakat 

Selasa, 8 September 2026 - 06:31 WIB

Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Rumah Warga Batulayang Cililin, APH Diminta Turun Tangan

Selasa, 8 September 2026 - 05:56 WIB

PKBM Nurul Amanah Cihamirung Disorot, Diduga Ada Siswa Fiktif dan Dana BOSP Rp433 Juta

Berita Terbaru