Menu

Mode Gelap
Jelang persib vs persija Polda jabar turunkan pasukan 3.000 personel,siap amankan El Clasico. Tekankan Profesionalitas dan Pelayanan Prima, Kapolres Badung Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama Penjualan Tramadol Ilegal di Sukajadi Terang-terangan, Keberadaan Polrestabes Kota Bandung Dipertanyakan Mengaku Sudah Berkoordinasi dengan Polrestabes Kota Bandung, Penjualan Tramadol di Dalam terminal Setasion Pasar Baru, Aman Berjualan dan Cemarkan Institusi Kepolisian Pembinaan dan Kebersamaan Warnai Kunjungan Ketua DPD GRIB Jaya Jabar di Subang Pemilihan Ketua RW 05 Desa Pandansari Berlangsung Aman dan Lancar

Berita

Tramadol Dijual Bebas di Bekasi, Warga Resah: Anak di Bawah Umur Diduga Jadi Sasaran

badge-check


					Tramadol Dijual Bebas di Bekasi, Warga Resah: Anak di Bawah Umur Diduga Jadi Sasaran Perbesar

Tramadol Dijual Bebas di Bekasi, Warga Resah: Anak di Bawah Umur Diduga Jadi Sasaran

Bekasi – mitrapolri.infoPeredaran obat keras jenis tramadol dan eximer di wilayah Jalan Raya Mustika No.105 RT 001/RW 004, Kelurahan Padurenan, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, dilaporkan semakin marak dan meresahkan warga. Obat-obatan golongan G tersebut diduga diperjualbelikan secara bebas dan terbuka, tanpa rasa takut terhadap penindakan hukum.

 

Yang lebih memprihatinkan, menurut keterangan warga sekitar, sasaran penjualan obat keras tersebut diduga berasal dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak sekolah dan remaja di bawah umur. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius akan dampak buruk penyalahgunaan obat terlarang terhadap generasi muda.

 

Awak media mitrapolri.info berhasil menemui seorang penjaga warung berinisial R, yang mengaku bernama Rizal. Ia menyampaikan bahwa warung tersebut telah beroperasi selama kurang lebih empat bulan. Menurut pengakuannya, ia merasa aman dalam menjalankan aktivitasnya.

 

Lebih lanjut, Rizal menyebutkan bahwa pemasok atau bos besar yang dikenal dengan nama Daud disebut-sebut telah melakukan koordinasi dengan aparat setempat, khususnya bagian satuan narkoba. Selain itu, ia juga mengklaim adanya dugaan dukungan atau bekingan dari oknum tertentu. Pernyataan tersebut masih sebatas pengakuan sepihak narasumber dan perlu klarifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

 

Di sisi lain, awak media juga mewawancarai salah satu warga sekitar yang mengaku sangat resah dengan keberadaan warung tersebut. Ia menyampaikan bahwa anaknya diduga telah menjadi korban penyalahgunaan obat-obatan yang dijual di lokasi itu.

 

“Kami minta aparat jangan hanya menonton. Tolong segera lakukan penggerebekan dan penindakan. Kasihan masyarakat, terutama anak-anak kami,” ujar warga tersebut dengan nada penuh harap.

 

Warga berharap aparat penegak hukum segera bertindak tegas dan profesional guna menghentikan peredaran obat keras golongan G di wilayah tersebut, serta menindak seluruh pihak yang terlibat, mulai dari penjual hingga bandar besar, demi menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi masyarakat.

(Aris m)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jelang persib vs persija Polda jabar turunkan pasukan 3.000 personel,siap amankan El Clasico.

13 Januari 2026 - 14:52 WIB

Tekankan Profesionalitas dan Pelayanan Prima, Kapolres Badung Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama

13 Januari 2026 - 14:49 WIB

Penjualan Tramadol Ilegal di Sukajadi Terang-terangan, Keberadaan Polrestabes Kota Bandung Dipertanyakan

12 Januari 2026 - 09:21 WIB

Mengaku Sudah Berkoordinasi dengan Polrestabes Kota Bandung, Penjualan Tramadol di Dalam terminal Setasion Pasar Baru, Aman Berjualan dan Cemarkan Institusi Kepolisian

12 Januari 2026 - 07:45 WIB

Pembinaan dan Kebersamaan Warnai Kunjungan Ketua DPD GRIB Jaya Jabar di Subang

11 Januari 2026 - 09:36 WIB

Trending di Berita