Tramadol Dijual Bebas di Bekasi, Warga Resah: Anak di Bawah Umur Diduga Jadi Sasaran
Bekasi – mitrapolri.infoPeredaran obat keras jenis tramadol dan eximer di wilayah Jalan Raya Mustika No.105 RT 001/RW 004, Kelurahan Padurenan, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, dilaporkan semakin marak dan meresahkan warga. Obat-obatan golongan G tersebut diduga diperjualbelikan secara bebas dan terbuka, tanpa rasa takut terhadap penindakan hukum.

Yang lebih memprihatinkan, menurut keterangan warga sekitar, sasaran penjualan obat keras tersebut diduga berasal dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak sekolah dan remaja di bawah umur. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius akan dampak buruk penyalahgunaan obat terlarang terhadap generasi muda.
Awak media mitrapolri.info berhasil menemui seorang penjaga warung berinisial R, yang mengaku bernama Rizal. Ia menyampaikan bahwa warung tersebut telah beroperasi selama kurang lebih empat bulan. Menurut pengakuannya, ia merasa aman dalam menjalankan aktivitasnya.
Lebih lanjut, Rizal menyebutkan bahwa pemasok atau bos besar yang dikenal dengan nama Daud disebut-sebut telah melakukan koordinasi dengan aparat setempat, khususnya bagian satuan narkoba. Selain itu, ia juga mengklaim adanya dugaan dukungan atau bekingan dari oknum tertentu. Pernyataan tersebut masih sebatas pengakuan sepihak narasumber dan perlu klarifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Di sisi lain, awak media juga mewawancarai salah satu warga sekitar yang mengaku sangat resah dengan keberadaan warung tersebut. Ia menyampaikan bahwa anaknya diduga telah menjadi korban penyalahgunaan obat-obatan yang dijual di lokasi itu.
“Kami minta aparat jangan hanya menonton. Tolong segera lakukan penggerebekan dan penindakan. Kasihan masyarakat, terutama anak-anak kami,” ujar warga tersebut dengan nada penuh harap.
Warga berharap aparat penegak hukum segera bertindak tegas dan profesional guna menghentikan peredaran obat keras golongan G di wilayah tersebut, serta menindak seluruh pihak yang terlibat, mulai dari penjual hingga bandar besar, demi menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi masyarakat.
(Aris m)








