Menu

Mode Gelap
Pra-Musrenbang RKPD Kecamatan Ciampea Bahas Usulan Infrastruktur dan Pendidikan untuk Perencanaan 2027 Jelang persib vs persija Polda jabar turunkan pasukan 3.000 personel,siap amankan El Clasico. Tekankan Profesionalitas dan Pelayanan Prima, Kapolres Badung Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama Penjualan Tramadol Ilegal di Sukajadi Terang-terangan, Keberadaan Polrestabes Kota Bandung Dipertanyakan Mengaku Sudah Berkoordinasi dengan Polrestabes Kota Bandung, Penjualan Tramadol di Dalam terminal Setasion Pasar Baru, Aman Berjualan dan Cemarkan Institusi Kepolisian Pembinaan dan Kebersamaan Warnai Kunjungan Ketua DPD GRIB Jaya Jabar di Subang

Berita

Ratusan Warga Ciadeg Geruduk Pabrik OT, Tolak Pengeboran Sumur Diduga Ilegal

badge-check


					Ratusan Warga Ciadeg Geruduk Pabrik OT, Tolak Pengeboran Sumur Diduga Ilegal Perbesar

Ratusan Warga Ciadeg Geruduk Pabrik OT, Tolak Pengeboran Sumur Diduga Ilegal

Bogor,mitrapolri.info– Ratusan warga Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, berbondong-bondong menggeruduk pabrik PT CS2 Pola Sehat (OT) pada Kamis, 25 September 2025. Mereka menolak keras aktivitas pengeboran sumur artesis yang diduga ilegal dan meresahkan masyarakat.

Sekitar 100 warga lebih dulu mendatangi Polsek Cijeruk untuk melapor sekaligus meminta pengawalan aksi. Massa lalu bergerak menuju lokasi pabrik dengan membawa tuntutan agar pengeboran segera dihentikan.

“Kami menolak pengeboran ilegal ini karena bisa merusak lingkungan dan mengurangi air bersih warga,” tegas salah satu tokoh masyarakat di tengah kerumunan.

Warga menyebut pengeboran dilakukan tanpa sepengetahuan RT, RW, maupun masyarakat sekitar. Kondisi ini menimbulkan keresahan hingga akhirnya perangkat lingkungan melayangkan surat keberatan lewat pemerintah desa.

Merespons aksi protes, manajemen PT CS2 Pola Sehat akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi. Perusahaan menyatakan menghentikan sementara pengeboran hingga ada kesepakatan bersama warga.

“Untuk sementara kegiatan pengeboran dihentikan. Aspirasi masyarakat akan kami tampung dan diteruskan ke manajemen pusat,” tulis pernyataan resmi perusahaan.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan agar persoalan ini tidak berlarut. Mereka menegaskan tidak anti terhadap industri, namun meminta perusahaan patuh aturan dan menjaga kelestarian lingkungan.

(Hadi firmansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pra-Musrenbang RKPD Kecamatan Ciampea Bahas Usulan Infrastruktur dan Pendidikan untuk Perencanaan 2027

14 Januari 2026 - 06:31 WIB

Jelang persib vs persija Polda jabar turunkan pasukan 3.000 personel,siap amankan El Clasico.

13 Januari 2026 - 14:52 WIB

Tekankan Profesionalitas dan Pelayanan Prima, Kapolres Badung Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama

13 Januari 2026 - 14:49 WIB

Penjualan Tramadol Ilegal di Sukajadi Terang-terangan, Keberadaan Polrestabes Kota Bandung Dipertanyakan

12 Januari 2026 - 09:21 WIB

Mengaku Sudah Berkoordinasi dengan Polrestabes Kota Bandung, Penjualan Tramadol di Dalam terminal Setasion Pasar Baru, Aman Berjualan dan Cemarkan Institusi Kepolisian

12 Januari 2026 - 07:45 WIB

Trending di Berita