Proyek TPT Senilai Rp1,9 Miliar di Kp Gajud Pasir Jaya Menuai Kontroversi, Warga Pertanyakan Transparansi dan Dampak Lingkungan

Avatar photo

Kamis, 9 Oktober 2025 - 01:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek TPT Senilai Rp1,9 Miliar di Kp Gajud Pasir Jaya Menuai Kontroversi, Warga Pertanyakan Transparansi dan Dampak Lingkungan

 

Bogor,mitrapolri.info– Proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berlokasi di Kampung Gajud, RT 04, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, menuai kontroversi di tengah masyarakat. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp1,9 miliar ini bersumber dari APBD Kabupaten Bogor dan dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana CV Mitra Jasa.

Sejak awal, proyek ini sempat melalui proses koordinasi dengan dua desa yang terdampak, yakni Desa Pasir Jaya dan Desa Ciburayut. Pihak mandor disebutkan telah meminta izin kepada kedua desa dan melakukan pertemuan dengan masyarakat, ketua RT, dan RW setempat sebagai upaya awal agar proyek dapat berjalan dengan lancar.

Namun, saat proyek mulai berjalan, masyarakat merasa tidak lagi dilibatkan dalam komunikasi lanjutan. Seolah-olah tidak ada pembahasan sebelumnya, pengerjaan proyek berjalan begitu saja tanpa sosialisasi lebih lanjut.

Baca Juga :  *Penasihat Ahli Kapolri Apresiasi PMJ Ungkap 127 Kasus Kejahatan Jalanan*

Puncak kekesalan warga terjadi saat alat berat mulai melintas di kawasan padat penduduk tanpa adanya pemberitahuan atau koordinasi kepada lingkungan sekitar. Bahkan, alat berat tersebut sempat mengeruk tebing milik warga tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Hal ini memicu kekhawatiran akan potensi longsor, sehingga pihak kecamatan pun turun tangan dan memerintahkan penghentian sementara pekerjaan tersebut.

Sekcam bertindak tegas “Kami khawatir kalau terus dikeruk bisa terjadi longsor. Maka kami hentikan dulu, jangan sampai ada kejadian yang merugikan masyarakat,”

Beberapa hari setelahnya, pihak proyek berinisiatif membeli tanah urugan dan mulai menggunakan akses jalan dari Desa Ciburayut. Namun hal ini kembali memicu ketegangan karena alat berat kembali melintas tanpa pemberitahuan, padahal jalan tersebut berada di lingkungan padat penduduk.

Ketua RW setempat pun menegur pihak proyek secara langsung. Ia menyesalkan tidak adanya tanggung jawab dari kontraktor terhadap dampak yang ditimbulkan, seperti potensi kerusakan kabel, tembok, dan infrastruktur jalan.

Baca Juga :  Pelepasan Tugas Purnabakti Kapolsek Sukajadi AKBP Edy Kusmawan Berlangsung Penuh Haru

“Waktu awal minta izin, semuanya baik-baik. Tapi sekarang saat pengerjaan berjalan, mereka seperti pura-pura tidak kenal dan tidak mau tanggung jawab. Kalau nanti proyek sudah selesai dan ada kerusakan, kami mau mengadu ke siapa?” ungkap Ketua RW dengan nada kecewa.

Roban .warga kp gajud menjelaskan bahwasannya bambu yang di tebang .yang sudah kami urus untuk penahan supaya tidak longsor di tebang begitu saja .hingga saat ini belum ada dari pihak proyek mengganti kerugian ratusan babu yang di tebang dan di pakai oleh pihak proyek.ucap Roban ketika di wawancarai awak media.

Masyarakat berharap agar proyek-proyek pemerintah, terutama yang bersumber dari dana publik, tidak merugikan warga sekitar. Mereka juga meminta agar pihak kontraktor menunjukkan itikad baik, tidak hanya saat meminta izin di awal, tapi juga selama proses pengerjaan berlangsung.

(Hadi firmansyah)

Berita Terkait

Susane Febriyati Suryakartalegawa, S.H.: Dari Majelis Adat Sumedanglarang hingga Suara Independen Kebijakan Publik
Apresiasi Masyarakat Untuk Polri Usut! Dugaan Korupsi dan TPPU Pengadaan Batu Bara ke PLTU 
Komisi Informasi Jabar Kabulkan Gugatan Warga, Pemdes Banyuasih Wajib Serahkan LPJ APBDes 2021–2023
Kuasa Hukum Korban Tegaskan Tolak Damai, Kasus Kekerasan Seksual Anak Terus Berproses
Awak Media Soroti Dugaan Kejanggalan Proyek P3-TGAI di Desa Munjul, Hak Jawab Ketua Panitia dan Kepala Desa Masih Ditunggu
Revitalisasi SMP Siliwangi Mandiri Telan Anggaran Rp2,49 Miliar, Ketua Panitia Sebut Detail Proyek Diketahui Kepala Sekolah
Media Mitrapolri.info Mengucapkan Selamat dan Sukses kepada Irjen Pol Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. atas Amanah Baru sebagai Kapolda Jawa Barat
Kepala Desa Wargasari Ajak Warga Gotong Royong Perbaiki Saluran Cidadali Pasca bencana Pergeseran Tanah 2024

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:27 WIB

Susane Febriyati Suryakartalegawa, S.H.: Dari Majelis Adat Sumedanglarang hingga Suara Independen Kebijakan Publik

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:43 WIB

Apresiasi Masyarakat Untuk Polri Usut! Dugaan Korupsi dan TPPU Pengadaan Batu Bara ke PLTU 

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:39 WIB

Komisi Informasi Jabar Kabulkan Gugatan Warga, Pemdes Banyuasih Wajib Serahkan LPJ APBDes 2021–2023

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:34 WIB

Kuasa Hukum Korban Tegaskan Tolak Damai, Kasus Kekerasan Seksual Anak Terus Berproses

Rabu, 8 Juli 2026 - 06:22 WIB

Awak Media Soroti Dugaan Kejanggalan Proyek P3-TGAI di Desa Munjul, Hak Jawab Ketua Panitia dan Kepala Desa Masih Ditunggu

Berita Terbaru