Program P3-TGAI Desa Rabak Berhasil Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Petani Rasakan Manfaat Nyata

Avatar photo

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program P3-TGAI Desa Rabak Berhasil Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Petani Rasakan Manfaat Nyata

 

Bogor,mitrapolri.info– Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dilaksanakan di Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi angin segar bagi para petani.

Program yang bersumber dari pemerintah pusat tersebut dinilai berhasil meningkatkan kelancaran pasokan air irigasi sehingga mampu menunjang produktivitas lahan pertanian dan kesejahteraan masyarakat.

Selama bertahun-tahun, persoalan keterbatasan pasokan air menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi petani saat memasuki musim tanam. Kini, berkat pembangunan saluran irigasi melalui Program P3-TGAI, kebutuhan air pertanian dapat terpenuhi dengan lebih baik sehingga aktivitas bercocok tanam berlangsung lebih optimal.

Ketua Kelompok P3-TGAI Desa Rabak, Badrul Munir, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan program tersebut. Menurutnya, manfaat pembangunan irigasi telah dirasakan langsung oleh para petani di wilayahnya.

“Alhamdulillah sekarang aliran air sudah kembali normal. Petani yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air kini bisa menggarap sawah dengan lebih tenang. Program ini benar-benar membawa manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Badrul saat ditemui awak media.

Baca Juga :  Komunitas Sosial ‎Bagong Mogok Korwil V Cianjur Selatan Gelar Anniversary ke-8, Santuni Anak Yatim Jompo hingga Sunatan Massal

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur pertanian di Desa Rabak. Menurutnya, keberhasilan program ini menjadi bukti bahwa pembangunan yang tepat sasaran mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan hasil pertanian.

Meski demikian, Badrul berharap program serupa dapat kembali dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya. Pasalnya, wilayah pertanian Desa Rabak masih cukup luas dan memerlukan pengembangan jaringan irigasi agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak petani.

“Kami berharap pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah daerah dapat kembali mengalokasikan Program P3-TGAI di Desa Rabak. Masih banyak area pertanian yang membutuhkan jaringan irigasi sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik,” katanya.

Dukungan terhadap keberhasilan Program P3-TGAI juga disampaikan Ketua Forum Silaturahmi Wartawan Indonesia (FSWI), W. Gunawan. Menurutnya, pembangunan sektor pertanian merupakan bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional sebagaimana menjadi salah satu prioritas pembangunan pemerintah.

Baca Juga :  PKBM Ittihadul Huda Cianjur: Pengelolaan BOSP Diduga Dikuasai Ketua Yayasan, Kepala Sekolah Mengaku Hanya Menerima Gaji

Ia menilai program seperti P3-TGAI perlu terus diperluas karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para petani sebagai ujung tombak penyedia pangan.

“Sektor pertanian harus menjadi prioritas pembangunan. Pemerintah di semua tingkatan perlu terus bersinergi dalam memperkuat infrastruktur pertanian agar cita-cita mewujudkan ketahanan pangan nasional dapat tercapai,” ujar W. Gunawan.

Ia juga berharap Kelompok Tani Mandiri Desa Rabak mendapatkan perhatian dan prioritas dalam berbagai program pemberdayaan pertanian di masa mendatang.

Dengan keberhasilan pelaksanaan Program P3-TGAI ini, Desa Rabak menjadi salah satu contoh bagaimana pembangunan infrastruktur irigasi mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta mendukung upaya mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan nasional.

Red

Berita Terkait

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026
Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Indramayu Disorot, APH dan BPH Migas Didesak Bertindak
Sebaran Erupsi Letusan Abu Vulkanik Gunung Krakatau, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker Kepada Ojol dan Masyarakat 
Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Rumah Warga Batulayang Cililin, APH Diminta Turun Tangan
PKBM Nurul Amanah Cihamirung Disorot, Diduga Ada Siswa Fiktif dan Dana BOSP Rp433 Juta
Revitalisasi SDN 1 Cikidang Sukabumi Disorot, Diduga Banyak Kejanggalan
Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Bankeu 2026 Desa Citapen Fokus Pengaspalan Jalan
Peduli Kesehatan Pengguna Jalan, Satlantas Jakbar Bagikan Masker Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:40 WIB

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026

Selasa, 8 September 2026 - 17:33 WIB

Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Indramayu Disorot, APH dan BPH Migas Didesak Bertindak

Selasa, 8 September 2026 - 17:06 WIB

Sebaran Erupsi Letusan Abu Vulkanik Gunung Krakatau, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker Kepada Ojol dan Masyarakat 

Selasa, 8 September 2026 - 06:31 WIB

Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Rumah Warga Batulayang Cililin, APH Diminta Turun Tangan

Selasa, 8 September 2026 - 05:56 WIB

PKBM Nurul Amanah Cihamirung Disorot, Diduga Ada Siswa Fiktif dan Dana BOSP Rp433 Juta

Berita Terbaru