Peredaran Tramadol Ilegal di Kopo Karangtengah Diduga Kian Marak, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas

Avatar photo

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cianjur, mitrapolri.info – Dugaan peredaran obat keras jenis tramadol secara ilegal di wilayah Kopo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, kembali menjadi sorotan masyarakat. Obat yang seharusnya hanya bisa diperoleh dengan resep dokter itu disebut-sebut diperjualbelikan secara bebas tanpa pengawasan.

Informasi yang dihimpun dari warga sekitar menyebutkan, penjualan tramadol diduga menyasar berbagai kalangan, termasuk remaja. Kondisi ini menimbulkan keresahan karena dikhawatirkan dapat merusak generasi muda serta memicu gangguan keamanan di lingkungan sekitar.

Baca Juga :  Polsek Kelapa Dua Tangsel Amankan Terduga Pengedar Obat Keras Golongan G Jenis Tramadol dan Eximer

“Penjualannya seperti bukan hal yang disembunyikan lagi. Anak-anak muda juga bisa dapat dengan mudah,” ujar salah satu warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Masyarakat mengaku geram dan mempertanyakan efektivitas pengawasan terhadap peredaran obat keras di wilayah tersebut. Mereka berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas agar praktik ilegal ini tidak semakin meluas.

Baca Juga :  Polsek Kelapa Dua Tangsel Amankan Terduga Pengedar Obat Keras Golongan G Jenis Tramadol dan Eximer

Warga secara terbuka meminta jajaran Polres Cianjur dan Polsek Karangtengah untuk segera melakukan penyelidikan mendalam, penindakan, serta penertiban terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan peredaran tramadol ilegal di Kopo.

Menurut sejumlah tokoh masyarakat, jika tidak segera ditangani, peredaran obat keras tanpa izin ini berpotensi menjadi ancaman serius bagi ketertiban sosial dan masa depan generasi muda di Kabupaten Cianjur.

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:48 WIB

Peredaran Tramadol Ilegal di Kopo Karangtengah Diduga Kian Marak, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas

Berita Terbaru