Peredaran Tramadol di Margakaya Karawang Makin Menggila, Warga Geram Aparat Diduga Tutup Mata

Avatar photo

Minggu, 7 Desember 2025 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peredaran Tramadol di Margakaya Karawang Makin Menggila, Warga Geram Aparat Diduga Tutup Mata

Karawang, mitrapolri.info – Peredaran obat keras jenis Tramadol di Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe, Kabupaten Karawang, dilaporkan semakin mengkhawatirkan. Aktivitas penjualan obat terlarang ini disebut berlangsung secara terang-terangan dan memicu keresahan warga setempat. Masyarakat menilai lambannya tindakan aparat membuat situasi semakin tidak terkendali.

Warga menyebutkan bahwa sebuah warung di wilayah tersebut diduga kuat menjadi lokasi transaksi obat keras setiap hari. Tempat itu disebut dijaga oleh seseorang yang dikenal dengan nama Ucok, sementara nama Deel santer disebut sebagai sosok yang dikabarkan menjadi pengendali lapangan. Informasi tersebut beredar dari cerita warga yang kerap mengamati aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi.

Baca Juga :  Babinsa dan Warga Kompak Laksanakan Kerja Bakti

Masyarakat menilai pembiaran terhadap peredaran Tramadol ini sangat membahayakan, terutama bagi para remaja. Obat keras yang seharusnya ditebus dengan resep dokter justru diperjualbelikan secara bebas dan mudah didapat. Penyalahgunaan Tramadol diketahui dapat menimbulkan ketergantungan, gangguan kesehatan serius, hingga mendorong tindakan kriminal.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekesalannya. “Anehnya, aparat seperti tutup mata. Semua orang sudah tahu warung itu menjual Tramadol, tapi tidak ada tindakan. Kami khawatir anak-anak muda jadi korban,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Memegang Kendali Tertinggi — Kinerja Buruk di KBB, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Warga Margakaya mendesak aparat kepolisian, khususnya Polsek Telukjambe dan Polres Karawang, untuk segera melakukan penertiban dan penindakan tegas. Mereka berharap lokasi yang diduga menjadi pusat peredaran obat keras tersebut segera ditertibkan agar tidak menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.
Selain itu, masyarakat meminta pemerintah desa dan instansi terkait meningkatkan pengawasan serta memberikan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan obat keras kepada warga, terutama generasi muda.

Masyarakat menegaskan bahwa langkah cepat dan tegas harus segera dilakukan agar tidak muncul korban maupun kerusakan sosial yang lebih besar di Desa Margakaya.

Berita Terkait

GELONDONGAN EMAS DIDUGA ILEGAL BEROPERASI DI BANTAR KARET BOGOR, APH DIMINTA TURUN TANGAN
Bupati Memegang Kendali Tertinggi — Kinerja Buruk di KBB, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Pesta Karaoke Berujung Maut, Mahasiswi Tewas Usai Diberi Narkotika
Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026
Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Indramayu Disorot, APH dan BPH Migas Didesak Bertindak
Sebaran Erupsi Letusan Abu Vulkanik Gunung Krakatau, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker Kepada Ojol dan Masyarakat 
Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Rumah Warga Batulayang Cililin, APH Diminta Turun Tangan
PKBM Nurul Amanah Cihamirung Disorot, Diduga Ada Siswa Fiktif dan Dana BOSP Rp433 Juta

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 07:33 WIB

GELONDONGAN EMAS DIDUGA ILEGAL BEROPERASI DI BANTAR KARET BOGOR, APH DIMINTA TURUN TANGAN

Kamis, 10 September 2026 - 19:27 WIB

Bupati Memegang Kendali Tertinggi — Kinerja Buruk di KBB, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Kamis, 10 September 2026 - 17:45 WIB

Pesta Karaoke Berujung Maut, Mahasiswi Tewas Usai Diberi Narkotika

Rabu, 9 September 2026 - 18:40 WIB

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026

Selasa, 8 September 2026 - 17:33 WIB

Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Indramayu Disorot, APH dan BPH Migas Didesak Bertindak

Berita Terbaru