Penjualan Obat Tramadol semakin Marak, dan menggila di daerah Kramat Mulya cikaso 

Avatar photo

Selasa, 23 Desember 2025 - 09:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Penjualan Obat Tramadol semakin Marak, dan menggila di daerah Kramat Mulya cikaso 

 

Bogor | mitrapolri.info — Selasa, 23 Desember 2025 —Peredaran dan penjualan obat terlarang jenis tramadol di jln krmat Mulya cikaso makin merajalela Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat setempat.

Berdasarkan hasil penelusuran awak media Mitra Polri, sebuah warung yang berada di lokasi tersebut diduga menjual obat keras golongan G tanpa izin. Penjaga warung berinisial n ( Nunu ) dan Edwin di suruh untuk menjual obat tersebut oleh bos yang bernama s ( sablon ) . Namun, pernyataan tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

Baca Juga :  PIP SMAS Al-Jihad Bogor Dipertanyakan! Selisih 177 Siswa Capai Rp315,9 Juta, APH Diminta Turun Tangan

 

Sejumlah warga mengaku sangat menyayangkan lemahnya pengawasan terhadap peredaran obat-obatan terlarang tersebut. Mereka menilai aktivitas penjualan berlangsung cukup lama dan seolah tidak tersentuh penindakan.

 

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa situasi ini membuat lingkungan menjadi tidak aman.

 

“Yang lebih memprihatinkan, pembelinya bukan hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak di bawah umur. Dampaknya sangat buruk terhadap perilaku dan masa depan mereka,” ungkapnya.

 

Beberapa orang tua bahkan mengaku anaknya menjadi korban penyalahgunaan obat tramadol akibat mudahnya mendapatkan obat tersebut. Mereka berharap aparat penegak hukum, khususnya instansi terkait, segera turun tangan melakukan penertiban dan penindakan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.

Baca Juga :  Kapolda Metro Jaya Pimpin Sertijab PJU dan Penyegaran Organisasi Perkuat Pelayanan Masyarakat

 

Masyarakat juga meminta agar aparat melakukan penyelidikan mendalam guna memutus mata rantai peredaran obat keras golongan G yang dinilai telah merusak generasi muda serta mengganggu ketertiban dan keamanan lingkungan.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak berwenang masih diharapkan memberikan klarifikasi dan langkah konkret demi menjaga keamanan serta kesehatan masyarakat.

(Aris m)

Berita Terkait

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026
Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Indramayu Disorot, APH dan BPH Migas Didesak Bertindak
Sebaran Erupsi Letusan Abu Vulkanik Gunung Krakatau, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker Kepada Ojol dan Masyarakat 
Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Rumah Warga Batulayang Cililin, APH Diminta Turun Tangan
PKBM Nurul Amanah Cihamirung Disorot, Diduga Ada Siswa Fiktif dan Dana BOSP Rp433 Juta
Revitalisasi SDN 1 Cikidang Sukabumi Disorot, Diduga Banyak Kejanggalan
Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Bankeu 2026 Desa Citapen Fokus Pengaspalan Jalan
Peduli Kesehatan Pengguna Jalan, Satlantas Jakbar Bagikan Masker Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:40 WIB

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026

Selasa, 8 September 2026 - 17:33 WIB

Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Indramayu Disorot, APH dan BPH Migas Didesak Bertindak

Selasa, 8 September 2026 - 17:06 WIB

Sebaran Erupsi Letusan Abu Vulkanik Gunung Krakatau, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker Kepada Ojol dan Masyarakat 

Selasa, 8 September 2026 - 06:31 WIB

Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Rumah Warga Batulayang Cililin, APH Diminta Turun Tangan

Selasa, 8 September 2026 - 05:56 WIB

PKBM Nurul Amanah Cihamirung Disorot, Diduga Ada Siswa Fiktif dan Dana BOSP Rp433 Juta

Berita Terbaru