Menu

Mode Gelap
Penjualan Tramadol Ilegal di Sukajadi Terang-terangan, Keberadaan Polrestabes Kota Bandung Dipertanyakan Mengaku Sudah Berkoordinasi dengan Polrestabes Kota Bandung, Penjualan Tramadol di Dalam terminal Setasion Pasar Baru, Aman Berjualan dan Cemarkan Institusi Kepolisian Pembinaan dan Kebersamaan Warnai Kunjungan Ketua DPD GRIB Jaya Jabar di Subang Pemilihan Ketua RW 05 Desa Pandansari Berlangsung Aman dan Lancar Puncak Hajat Lembur dan Ruwat Kampung Sukamanah Digelar Meriah Divisi Propam Polri Gelar Upacara Kenaikan Pangkat dan Serah Terima Jabatan Personel

Berita

Pembangunan Gedung SMPN 3 Kadupandak Diduga Asal-Asalan, Upah Pekerja Tak Dibayar

badge-check


					Pembangunan Gedung SMPN 3 Kadupandak Diduga Asal-Asalan, Upah Pekerja Tak Dibayar Perbesar

Pembangunan Gedung SMPN 3 Kadupandak Diduga Asal-Asalan, Upah Pekerja Tak Dibayar

Cianjur,mitrapolri.info-Proyek pembangunan gedung sekolah di SMP Negeri 3 Kadupandak, yang berlokasi di Kampung Sukasirna RT 02 RW 03, menuai sorotan tajam dari warga setempat. Pasalnya, pelaksanaan proyek tersebut dinilai asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi teknis (spek).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, proyek pembangunan dengan pagu anggaran Rp190.937.699,84 yang bersumber dari APBD Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur itu dikerjakan oleh CV Natama Putra Mandiri. Namun, di lapangan, pekerjaan tersebut diduga disubkontrakkan (diborongkan) kembali kepada pihak lain, sehingga dana pembangunan “berceceran” dan hasil pekerjaan jauh dari standar.

Lebih parahnya lagi, sejumlah pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut mengaku belum menerima upah hingga saat ini. Akibatnya, proses pembangunan hampir terbengkalai dan warga sekitar pun mulai geram.

“Sekolah ini dibangun untuk mencerdaskan anak bangsa, tapi kenyataannya malah dikerjakan asal-asalan. Pekerjanya saja belum dibayar,” keluh salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga menilai pihak CV Natama Putra Mandiri tidak amanah dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai pelaksana proyek. Mereka mendesak pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur untuk segera turun tangan, memeriksa kejanggalan proyek tersebut, serta memberikan sanksi tegas kepada kontraktor yang dianggap lalai.

“Kalau perusahaan seperti ini dibiarkan, pembangunan di Cianjur tidak akan pernah maju. Harus ada tindakan tegas dan kalau perlu dicoret dari daftar rekanan pemerintah,” tegas warga lainnya.

Pembangunan gedung sekolah semestinya menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap dunia pendidikan. Namun, praktik di lapangan justru mencoreng semangat tersebut ketika proyek dijalankan tanpa tanggung jawab dan jauh dari nilai profesional

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penjualan Tramadol Ilegal di Sukajadi Terang-terangan, Keberadaan Polrestabes Kota Bandung Dipertanyakan

12 Januari 2026 - 09:21 WIB

Mengaku Sudah Berkoordinasi dengan Polrestabes Kota Bandung, Penjualan Tramadol di Dalam terminal Setasion Pasar Baru, Aman Berjualan dan Cemarkan Institusi Kepolisian

12 Januari 2026 - 07:45 WIB

Pembinaan dan Kebersamaan Warnai Kunjungan Ketua DPD GRIB Jaya Jabar di Subang

11 Januari 2026 - 09:36 WIB

Pemilihan Ketua RW 05 Desa Pandansari Berlangsung Aman dan Lancar

11 Januari 2026 - 09:14 WIB

Puncak Hajat Lembur dan Ruwat Kampung Sukamanah Digelar Meriah

11 Januari 2026 - 05:54 WIB

Trending di Berita