Istighotsah Akbar Sumedang: Tokoh Adat dan Masyarakat Bersatu Tolak Geothermal Tampomas

Avatar photo

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Istighotsah Akbar Sumedang: Tokoh Adat dan Masyarakat Bersatu Tolak Geothermal Tampomas

 

Sumedang,mitrapolri.info-Ribuan warga yang tergabung dalam Paguyuban Tampomas menggelar Istighotsah Akbar di YPS Cipanas Sekarwangi Buahdua, Sumedang, Minggu 24 Mei 2026 pukul 20.00 WIB. Acara yang menghadirkan K.H. Udin Fahrudin pimpinan Ponpes Nurul Hidayah Cipatat Sekarwangi ini sekaligus menjadi forum penyampaian pernyataan sikap menolak proyek geothermal di Gunung Tampomas.

Kegiatan yang diinisiasi Paguyuban Tampomas PANAS oleh Kang Cecep ini dihadiri tokoh masyarakat, adat, dan organisasi se-Sumedang.

Papih Soekarna menyoroti belum adanya landasan hukum daerah yang jelas terkait proyek tersebut. Ia menilai belum ada Perda maupun Perbup Sumedang yang secara khusus mengatur proyek geothermal di Tampomas.

Ki Wangsa mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian situs sejarah dan budaya di kawasan Gunung Tampomas. Menurutnya, proyek geothermal berpotensi mengganggu tatanan lingkungan, sejarah, serta warisan budaya masyarakat setempat.

Ketua RWS Cabang Sumedang Supriyatna Avip turut menyampaikan keprihatinan. Ia menegaskan Gunung Tampomas memiliki nilai sejarah, ekonomi, dan kearifan lokal yang harus dijaga demi generasi mendatang.

Baca Juga :  Dugaan Penyimpangan BLT Dana Desa dan Pengelolaan BUMDes di Desa Cibodas Disorot, Warga dan LSM Minta Aparat Usut Tuntas

“Gunung Tampomas bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga bagian penting dari kehidupan masyarakat Sumedang. Alam, budaya, dan keberlangsungan generasi mendatang harus dijaga bersama,” ujarnya.

Ketua Yayasan Pangeran Sumedang, K.H. Dede Haidar, mengingatkan kembali asal-usul nama Tampomas yang berkaitan dengan pusaka keris emas. Ia menyayangkan absennya anggota DPR RI, DPRD Sumedang, dan pejabat daerah dalam acara tersebut.

“Ke depan, mungkin masyarakat yang harus mendatangi para pemangku kebijakan agar suara rakyat benar-benar didengar,” katanya.

*Pernyataan Sikap Majelis Adat Sumedanglarang:*

Majelis Adat Sumedanglarang menyatakan empat poin sikap:

1. *Menolak eksploitasi Tampomas dalam bentuk apapun* karena kawasan ini merupakan resapan air dan hulu sungai.

2. *Menegakkan adat, ilmu, dan hukum*, dengan menekankan tidak ada keputusan sah tanpa persetujuan masyarakat yang bebas dan diinformasikan.

Baca Juga :  GERAK CEPAT BERANTAS PEREDARAN OBAT TRAMADOL, POLSEK CICALENGKA LANGSUNG TURUN KE LOKASI POLCELINE DUA RUMAH YANG DIDUGA MENJUAL OBAT TRAMADOL 

3. *Menjaga warisan, bukan menggadaikannya*, karena situs, hutan, dan mata air adalah amanah leluhur.

4. *Memilih pembangunan yang mendengar sebelum menggali*, yang tumbuh bersama alam dan masyarakatnya.

Majelis menegaskan penolakan terhadap rencana proyek geothermal di Gunung Tampomas dalam bentuk dan skema apapun selama belum ada kajian ekologis, budaya, dan sosial yang komprehensif serta transparan. Pernyataan sikap ditujukan kepada Presiden RI, Kementerian LHK, Kementerian ESDM, Ketua DPR RI, Ketua DPD RI, Gubernur Jabar, DPRD Jabar, Bupati Sumedang, hingga DPRD Sumedang.

Pupuhu Agung Majelis Adat Sunda, Kang Ari Mulia Subagdja, menegaskan masyarakat adat akan terus mengawal persoalan tersebut demi menjaga kelestarian Gunung Tampomas.

“Tampomas bukan lahan proyek. Tampomas adalah nafas Sumedang, Tampomas adalah saksi sejarah”, para peserta berharap istighotsah ini dapat mengetuk hati para pemimpin agar kebijakan yang diambil berpihak pada kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

 

Hadi Firmansyah

Berita Terkait

Pemdes Salamnunggal Salurkan BLT Dana Desa Tahap II Tahun 2026 kepada 23 KPM
Bah Abing Cakades TuguJaya Ucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila
Milad ke-3 PERSADIN Perkuat Profesionalisme Advokat kepada Masyarakat
SMKN 2 Cihara Siapkan SPMB 2026 dan Perkuat Mutu Pendidikan Berkualitas
DITTIPIDTER BARESKRIM POLRI GELEDAH PERUSAHAAN EKSPOR SAWIT TERKAIT DUGAAN UNDER INVOICING
Ditressiber Polda Metro Jaya Bongkar Konten Asusila via Live Streaming
Ditpolairud Polda Metro Dialog dengan Nelayan Kalibaru, Bahas Alat Tangkap hingga Limbah
*Penasihat Ahli Kapolri Apresiasi PMJ Ungkap 127 Kasus Kejahatan Jalanan*

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:10 WIB

Pemdes Salamnunggal Salurkan BLT Dana Desa Tahap II Tahun 2026 kepada 23 KPM

Senin, 1 Juni 2026 - 09:34 WIB

Bah Abing Cakades TuguJaya Ucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:19 WIB

Milad ke-3 PERSADIN Perkuat Profesionalisme Advokat kepada Masyarakat

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:14 WIB

SMKN 2 Cihara Siapkan SPMB 2026 dan Perkuat Mutu Pendidikan Berkualitas

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:36 WIB

DITTIPIDTER BARESKRIM POLRI GELEDAH PERUSAHAAN EKSPOR SAWIT TERKAIT DUGAAN UNDER INVOICING

Berita Terbaru