Dugaan Mark-Up Anggaran Honor dan Pemeliharaan Sekolah, Pengelolaan PIP SMPN 2 Jasinga Disorot

Avatar photo

Kamis, 3 September 2026 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dugaan Mark-Up Anggaran Honor dan Pemeliharaan Sekolah, Pengelolaan PIP SMPN 2 Jasinga Disorot

BOGOR,mitrapolri.info– Pengelolaan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP) di SMP Negeri 2 Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi sorotan. Sejumlah pos anggaran tahun 2025 dinilai janggal dan diduga perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut oleh instansi berwenang.

Sekolah yang dipimpin Kepala SMPN 2 Jasinga, Endang Sutiyaningsih, dengan NPSN 20200889, disebut memiliki sejumlah alokasi anggaran yang dipertanyakan berdasarkan data yang dihimpun awak media.

Anggaran Honor Disorot

Salah satu pos yang menjadi perhatian adalah pembayaran honor guru dan tenaga kependidikan.

Dengan jumlah sekitar 36 guru dan tenaga kerja yang terdiri dari PNS, PPPK, dan tenaga honor, tercatat alokasi pembayaran honor sebesar Rp153.812.000 pada tahap pertama dan Rp144.000.000 pada tahap kedua.

Dengan demikian, total anggaran yang dilaporkan mencapai Rp297.812.000, bukan Rp267.912.000 sebagaimana angka yang sebelumnya disebutkan.

Perbedaan angka tersebut penting untuk diklarifikasi melalui dokumen pertanggungjawaban dan hasil audit resmi agar diketahui apakah seluruh anggaran benar-benar sesuai dengan jumlah penerima, komponen pembayaran, serta ketentuan penggunaan dana BOS.

Pemeliharaan Sekolah Capai Rp334 Juta

Sorotan berikutnya menyangkut anggaran pemeliharaan dan perawatan sarana-prasarana sekolah.

Dalam data yang dihimpun, alokasi pada tahap pertama dan kedua disebut mencapai Rp334.660.500.

Namun, berdasarkan pengamatan awak media di lingkungan sekolah, masih ditemukan sejumlah bangku siswa dalam kondisi rusak serta bagian dinding bangunan yang terlihat kusam dan dinilai kurang terawat.

Baca Juga :  Pesta Karaoke Berujung Maut, Mahasiswi Tewas Usai Diberi Narkotika

Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai realisasi anggaran pemeliharaan. Meski demikian, kondisi fisik semata belum dapat membuktikan adanya mark-up atau penggunaan anggaran yang tidak sesuai. Karena itu, diperlukan pemeriksaan terhadap Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), bukti transaksi, kuitansi, kontrak atau nota pekerjaan, serta laporan pertanggungjawaban.

Dana PIP Juga Dipertanyakan

Selain BOS, pengelolaan Program Indonesia Pintar (PIP) turut menjadi sorotan.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 682 siswa yang tercatat sebagai penerima dengan total nilai sekitar Rp414.375.000. Sementara itu, disebutkan sebanyak 592 siswa telah menerima dana dengan total sekitar Rp352.500.000.

Terdapat selisih jumlah penerima yang perlu diklarifikasi. Pihak sekolah sebelumnya menjelaskan bahwa sebagian siswa tidak mengambil dana tersebut dan dana yang tidak tersalurkan dikembalikan ke negara.

Keterangan tersebut perlu dibuktikan dengan dokumen resmi terkait status penerima, rekening penyaluran, dana yang gagal tersalurkan, serta bukti pengembalian apabila memang terdapat dana yang dikembalikan.

Dengan demikian, publik perlu mendapatkan penjelasan transparan mengenai berapa jumlah penerima yang tidak mencairkan dana, berapa nilai dana yang tidak tersalurkan, serta bagaimana mekanisme penyelesaian dan pengembaliannya sesuai ketentuan PIP.

Baca Juga :  GELONDONGAN EMAS DIDUGA ILEGAL BEROPERASI DI BANTAR KARET BOGOR, APH DIMINTA TURUN TANGAN

LSM Minta Audit dan Siapkan Langkah Hukum

Ketua LSM Anti Korupsi Jawa Barat, M. Fahmi Abdul Wahab, S.H., M.H., didampingi Dalimunte, S.M., menyatakan pihaknya akan mengawal persoalan tersebut.

Fahmi mengatakan pihaknya berencana menyampaikan laporan dan permintaan pemeriksaan kepada instansi terkait, termasuk Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Inspektorat, serta lembaga pemeriksa yang memiliki kewenangan.

“Kami akan segera melayangkan surat resmi ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Inspektorat, dan BPK untuk melakukan audit serta monitoring. Tidak hanya itu, kami beserta jajaran akan melaporkan dugaan ini secara resmi ke Polres, Polda, hingga Kejaksaan Tinggi agar diusut tuntas sesuai dengan undang-undang tindak pidana korupsi yang berlaku,” tegas Fahmi.

Menunggu Klarifikasi dan Audit Resmi

Dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan dokumen dan audit oleh lembaga berwenang. Awak media juga perlu memberikan ruang kepada pihak SMPN 2 Jasinga, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, maupun pihak terkait lainnya untuk menyampaikan klarifikasi dan data pembanding.

Jika nantinya ditemukan ketidaksesuaian antara anggaran yang dilaporkan dengan realisasi sebenarnya, hasil audit dapat menjadi dasar bagi aparat penegak hukum untuk menentukan apakah terdapat pelanggaran administratif maupun dugaan tindak pidana.

Transparansi penggunaan dana pendidikan menjadi penting karena anggaran tersebut pada akhirnya ditujukan untuk menunjang proses belajar dan kepentingan peserta didik.

Red

Berita Terkait

Proyek Revitalisasi SDN Cipaku 4 Rp700 Juta Disorot: Diduga Diborong ke Pihak Ketiga, Pengawasan Lintas Instansi Dipertanyaka
Ketua PAC Ciawi Gelar Silaturahmi Bersama Para Ketua Ranting, Bahas Penguatan Solidaritas dan Kegiatan Sosial
Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Ketahanan Pangan, desa kopyah.kec. Anjatan tahun anggaran 2024 menuai sorotan 
Kegiatan dalam rangka memperingati hari santri nasional 
Wujudkan Desa Maju dan Sejahtera, Pemdes Sukatani Alokasikan Bankeu Khusus Rp 700 Juta untuk Pembangunan Jembatan Pabuaran Hilir
Ahli Waris Petani di Kutajaya Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan Rp42 Juta Tanpa Potongan
Bareskrim Polri Naikkan Kasus Dugaan Penipuan Investasi Tambang ke Tahap Penyidikan
Maraknya Peredaran Obat Keras Golongan G Tanpa Izin di Bojong Tegal Meresahkan Warga, APH Didesak Segera Turun Tangan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Proyek Revitalisasi SDN Cipaku 4 Rp700 Juta Disorot: Diduga Diborong ke Pihak Ketiga, Pengawasan Lintas Instansi Dipertanyaka

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Ketua PAC Ciawi Gelar Silaturahmi Bersama Para Ketua Ranting, Bahas Penguatan Solidaritas dan Kegiatan Sosial

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:52 WIB

Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Ketahanan Pangan, desa kopyah.kec. Anjatan tahun anggaran 2024 menuai sorotan 

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Kegiatan dalam rangka memperingati hari santri nasional 

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Wujudkan Desa Maju dan Sejahtera, Pemdes Sukatani Alokasikan Bankeu Khusus Rp 700 Juta untuk Pembangunan Jembatan Pabuaran Hilir

Berita Terbaru

Berita

Kegiatan dalam rangka memperingati hari santri nasional 

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:03 WIB