Tasyakuran Kelulusan SD Plus Baitussurur Jadi Momentum Gerakkan Ekonomi Warga
BOGOR,mitrapolri.info— Tasyakuran kelulusan dan kenaikan kelas SD Plus Baitussurur, Kampung Kambangan RT 03/RW 04, Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, tidak hanya menjadi momentum kebahagiaan bagi para siswa dan orang tua, tetapi juga dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Banjarwangi, Supratno Prasetyo, SE, yang akrab disapa Kang Pram, di sela kegiatan tasyakuran, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, kegiatan kelulusan dan kenaikan kelas memiliki nilai positif, baik bagi peserta didik maupun masyarakat. Selain menjadi hiburan serta kenangan bagi anak-anak, kegiatan tersebut turut membuka peluang bagi warga untuk mendapatkan penghasilan dengan berjualan makanan, minuman, dan jajanan.
“Kalau dalam satu hari di Desa Banjarwangi ada empat sekolah yang mengadakan kegiatan serupa, tentu akan berdampak terhadap perputaran dan peningkatan ekonomi masyarakat di sekitarnya,” ujar Kang Pram.
Ia juga menyinggung pentingnya akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia. Menurutnya, semangat pemerintah dalam memastikan tidak ada anak Indonesia yang putus sekolah harus terus didukung oleh semua pihak.
Sementara itu, Ketua Yayasan SD Plus Baitussurur, KH. M. Abdul Kodir, menyampaikan sejumlah kebutuhan sarana dan prasarana sekolah yang masih perlu mendapat perhatian pemerintah.
Untuk tahun ajaran 2025/2026, sebanyak 24 siswa kelas VI dinyatakan lulus. Namun, kondisi fasilitas sekolah masih terbatas. Saat ini sekolah memiliki enam ruang belajar, satu ruang kantor, satu ruang kepala sekolah, dan satu ruang guru.
“Kami berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, khususnya bidang sarana dan prasarana, dapat membantu merealisasikan penambahan dua ruang belajar serta meubelair berupa meja dan kursi untuk tiga ruang belajar. Sebagian meja dan kursi yang ada saat ini kondisinya sudah rusak,” ungkap KH. Abdul Kodir.
Selain sarana prasarana, pihak yayasan juga berharap adanya perhatian terhadap kesejahteraan para guru honorer. Saat ini terdapat 13 guru honorer yang sebagian besar penghasilannya masih mengandalkan dana operasional sekolah.
Menurut KH. Abdul Kodir, rata-rata guru honorer menerima sekitar Rp450 ribu hingga Rp500 ribu per bulan.
Keprihatinan terhadap kondisi sarana dan prasarana pendidikan tersebut juga disampaikan Ketua MUI Kecamatan Ciawi, Ustadz Cucu Junaedi.
“Kami sangat prihatin melihat kondisi sarana dan prasarana pendidikan sekolah swasta di wilayah Kecamatan Ciawi, khususnya SD Plus Baitussurur. Kami berharap Pemkab Bogor ke depan dapat memberikan perhatian dan memprioritaskan sekolah swasta,” ujarnya.
Ia menegaskan, sekolah negeri maupun swasta sama-sama memiliki peran penting dalam mencerdaskan generasi bangsa.
Bantuan rehabilitasi bangunan serta meubelair diharapkan dapat segera direalisasikan sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Dengan dukungan sarana pendidikan yang memadai, diharapkan upaya pemerintah dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan dasar dapat berjalan optimal.
(Muzni/Syarief/Hanafi)










