SMK Bhakti Nugraha Berbasis Pondok Pesantren, Wujud Nyata Pendidikan Berkualitas untuk Anak Yatim dan Kaum Dhuafa
Bogor,mitrapolri.info– Di tengah semangat pemerataan akses pendidikan yang berkualitas, SMK Manajemen Bisnis Bhakti Nugraha di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, hadir sebagai bukti bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada kepedulian sosial. Dengan mengusung konsep pendidikan berbasis pondok pesantren, sekolah ini membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak yatim dan keluarga kurang mampu untuk mengenyam pendidikan yang layak.

Komitmen tersebut mendapat dukungan dari pemerintah melalui bantuan revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan senilai Rp964.693.000 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat SMK. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional melalui penyediaan fasilitas belajar yang aman, nyaman, dan representatif.
Dipimpin oleh Yenti Nashiatul Ummah, S.Pd.I., SMK Bhakti Nugraha yang beralamat di Jalan Abdul Fatah No. 1 RT 08/03, Desa Cibitung Tengah, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, melaksanakan pembangunan secara swakelola dengan mengedepankan prinsip transparansi, efisiensi, dan kualitas.
Revitalisasi tersebut meliputi pembangunan enam unit MCK baru, rehabilitasi dua unit MCK, rehabilitasi enam ruang kelas, serta rehabilitasi Ruang Praktik Siswa (RPS) lengkap dengan pengadaan meubelair sebagai penunjang proses belajar mengajar.
Namun, keunggulan SMK Bhakti Nugraha tidak hanya terletak pada pembangunan fisik. Sekolah ini dikenal karena dedikasinya dalam memberikan akses pendidikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui program yayasan, anak yatim memperoleh beasiswa penuh hingga lulus, sementara siswa dari keluarga dhuafa mendapatkan kebijakan pembiayaan khusus sesuai kondisi ekonomi masing-masing.
Biaya pendidikan pun tetap terjangkau. Siswa non-pesantren dikenakan SPP sebesar Rp150.000 per bulan, sedangkan siswa yang tinggal di lingkungan pondok pesantren membayar Rp450.000 per bulan, yang telah mencakup biaya pendidikan, pembinaan, serta kebutuhan makan selama belajar.
Sebagai sekolah berbasis pesantren, SMK Bhakti Nugraha juga mengembangkan program unggulan berupa Tahfidz Al-Qur’an, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab, sehingga peserta didik tidak hanya dibekali kompetensi vokasi, tetapi juga memiliki karakter religius, disiplin, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun pendidikan tinggi.
Mengusung visi “Cerdas, Mandiri, Islami”, sekolah ini terus berupaya melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berakhlak mulia, memiliki jiwa kewirausahaan, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketua Yayasan SMK Bhakti Nugraha menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada pemerintah atas perhatian yang diberikan melalui program revitalisasi tersebut. Menurutnya, bantuan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan setelah belasan tahun mengabdikan diri dalam mencerdaskan anak bangsa.
Dengan perpaduan pendidikan vokasi, pembinaan karakter Islami, kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa, serta dukungan pemerintah dalam peningkatan fasilitas, SMK Bhakti Nugraha layak menjadi inspirasi dan percontohan bagi sekolah-sekolah berbasis pesantren di Indonesia. Kehadirannya membuktikan bahwa pendidikan berkualitas dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai kepedulian, pengabdian, dan keadilan sosial.
Red










