Mengaku Sudah Berkoordinasi dengan Polrestabes Kota Bandung, Penjualan Tramadol di Dalam terminal Setasion Pasar Baru, Aman Berjualan dan Cemarkan Institusi Kepolisian

Avatar photo

Senin, 12 Januari 2026 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengaku Sudah Berkoordinasi dengan Polrestabes Kota Bandung, Penjualan Tramadol di Dalam terminal Setasion Pasar Baru, Aman Berjualan dan Cemarkan Institusi Kepolisian

Bandung,mitrapolri.info– Peredaran obat keras golongan G jenis Tramadol di Kota Bandung kembali menjadi sorotan serius. Kali ini, praktik penjualan ilegal tersebut terpantau di Jalan Kampung Sumur, RT 01/10, Kelurahan Keramat Mulya,Setasian Pasar Baru Kota Bandung, Jawa Barat.

Yang lebih mengejutkan, Indra, penjaga warung yang diduga menjual Tramadol tanpa izin edar resmi, dengan santai menyebut bahwa aktivitas tersebut “sudah aman dan nyaman” karena mengaku telah berkoordinasi dengan Polrestabes Kota Bandung.

Baca Juga :  Kasta Dibalik Jeruji Lapas Kelas 2 di Cibinong, Satu Atap, Dua Dunia

Pernyataan tersebut langsung memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat. Benarkah klaim tersebut? Ataukah nama besar institusi kepolisian kembali dicatut oleh pelaku usaha ilegal demi melindungi bisnis haramnya?

Jika klaim itu tidak benar, maka jelas telah terjadi pencemaran nama baik institusi Polri, khususnya Polrestabes Kota Bandung.

Namun jika benar, maka hal ini menjadi tamparan keras bagi penegakan hukum dan sinyal bahaya bagi masa depan generasi muda.

Warga menilai, modus “mengaku sudah koordinasi” ini terus berulang di berbagai titik Kota Bandung. Para penjual seolah tak gentar hukum, seakan hukum bisa dinegosiasikan, dan aparat dianggap tidak berdaya.

Baca Juga :  Sebaran Erupsi Letusan Abu Vulkanik Gunung Krakatau, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker Kepada Ojol dan Masyarakat 

Padahal, Tramadol bukan obat biasa. Penyalahgunaannya kerap memicu ketergantungan, gangguan saraf, tindak kriminal, hingga merusak masa depan anak bangsa. Peredaran bebas obat keras ilegal ini bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan kejahatan sosial yang nyata.

Kini masyarakat menunggu langkah tegas, transparan, dan terukur dari Polrestabes Kota Bandung. Penindakan nyata di lapangan menjadi satu-satunya cara untuk menghentikan stigma, memulihkan kepercayaan publik, serta memutus rantai peredaran obat keras ilegal yang kian menggila di Kota Bandung.

Berita Terkait

Polsek Kelapa Dua Ungkap Kasus Narkotika Jenis Etomidate
Mengubah Citra Ormas Kedaerahan: Cara JUSUF RIZAL Membantu Masyarakat Madura Melalui MADAS NUSANTARA Dorong Ekonomi dan Bantu Tata Kota Jakarta
Perayaan Harlah ke-2 Ormas Madas Nusantara Berlangsung Meriah, Korwil Jatim Sampaikan Apresiasi
Pakar Hukum Ingatkan Pekerja Tak Gegabah Hadapi PHK Sepihak
Proyek Revitalisasi SDN Cipaku 4 Rp700 Juta Disorot: Diduga Diborong ke Pihak Ketiga, Pengawasan Lintas Instansi Dipertanyaka
Ketua PAC Ciawi Gelar Silaturahmi Bersama Para Ketua Ranting, Bahas Penguatan Solidaritas dan Kegiatan Sosial
Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Ketahanan Pangan, desa kopyah.kec. Anjatan tahun anggaran 2024 menuai sorotan 
Kegiatan dalam rangka memperingati hari santri nasional 

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Polsek Kelapa Dua Ungkap Kasus Narkotika Jenis Etomidate

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Mengubah Citra Ormas Kedaerahan: Cara JUSUF RIZAL Membantu Masyarakat Madura Melalui MADAS NUSANTARA Dorong Ekonomi dan Bantu Tata Kota Jakarta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Perayaan Harlah ke-2 Ormas Madas Nusantara Berlangsung Meriah, Korwil Jatim Sampaikan Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Pakar Hukum Ingatkan Pekerja Tak Gegabah Hadapi PHK Sepihak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Proyek Revitalisasi SDN Cipaku 4 Rp700 Juta Disorot: Diduga Diborong ke Pihak Ketiga, Pengawasan Lintas Instansi Dipertanyaka

Berita Terbaru

Berita

Polsek Kelapa Dua Ungkap Kasus Narkotika Jenis Etomidate

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:40 WIB