Program Ketahanan Pangan Bebek dan Kambing Tahun 2024 Misterius, Diduga Warga Disekap: Sikap Arogan Oknum Kades Sukaluyu Disorot!
Bogor,mitrapolri.info— Pemerintah Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, kini menjadi pusat perhatian setelah munculnya dugaan kuat terkait ketidaktransparanan anggaran desa dan tindakan arogansi yang diduga dilakukan oleh oknum Kepala Desa terhadap warga maupun perangkat desa.
Informasi dari masyarakat menyebutkan bahwa program ketahanan pangan yang disebut mencakup pembelian 225 ekor bebek dan 40 ekor kambing hingga kini tidak memiliki kejelasan. Warga mempertanyakan keberadaan hewan-hewan tersebut, namun jawaban oknum Kades dinilai tidak masuk akal dan tidak disertai bukti nyata di lapangan.
Ketika warga mencoba meminta penjelasan, oknum Kades Sukaluyu justru diduga menunjukkan sikap arogan dan enggan membuka informasi mengenai realisasi program. Bahkan sejumlah perangkat desa yang mencoba menanyakan hal serupa dikabarkan langsung diberhentikan oleh Kades tanpa alasan yang jelas.
Kasus ini semakin mencuat setelah beredar informasi adanya dugaan tindakan kekerasan terhadap seorang warga berinisial AJ, yang dikenal dekat dengan oknum Kades dan mengetahui detail program dana desa. AJ diduga mengalami pencekikan, perampasan serta penghancuran ponsel, hingga penyekapan. Hingga saat ini keluarga AJ mengaku tidak mengetahui keberadaannya dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan tindakan.
Dugaan kekerasan ini menambah panjang daftar persoalan di Desa Sukaluyu. Selain transparansi anggaran yang dipertanyakan, sikap otoriter oknum Kades dinilai mencoreng citra kepemimpinan desa dan memicu keresahan masyarakat.
Warga mendesak aparat kecamatan, inspektorat, hingga aparat penegak hukum di Kabupaten Bogor untuk segera memeriksa oknum Kades, mengaudit penggunaan dana desa, serta mengusut tuntas dugaan kekerasan terhadap AJ.
Masyarakat berharap kasus ini tidak dibiarkan berlarut-larut agar pemerintahan desa dapat kembali berjalan secara transparan, profesional, dan melindungi hak-hak warga, bukan Sebalikya
Samapai berita ini di publikasikan pihak kepala desa belum memberikan keterangan lebih lanjut,
#Red








