Tramadol Ilegal Menggila di Bojong Loa Kidul Kota Bandung: Warga Geram, Penegakan Hukum Dipertanyakan

Avatar photo

Senin, 17 November 2025 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Peredaran Obat Tramadol Ilegal Berpindah Pindah Lokasi di Kota Bandung, Warga Desak Aparat Bertindak Cepat,

 

Kota Bandung,mintrapolri.info- Peredaran obat keras jenis tramadol yang diduga dijual secara ilegal kembali menjadi sorotan warga. Aktivitas tersebut dilaporkan terjadi di Blok Lumbung RT 04 RW 06, Kelurahan Kebonlega, Kecamatan Bojongloa Kidul, setelah berpindah dari lokasi sebelumnya di dekat Bank BRI sekitar 100 meter menuju area setopan patung sepatu.

Warga menyatakan keresahan karena penjualan obat keras tanpa izin ini disebut semakin marak dan berlangsung secara terbuka. Namun hingga kini, mereka mengaku belum melihat adanya langkah tegas dari aparat penegak hukum.

Baca Juga :  Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Bankeu 2026 Desa Citapen Fokus Pengaspalan Jalan

“Kami sudah lama mendengar keluhan, tapi tidak ada penertiban nyata,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Beberapa penjaga warga di sekitar lokasi juga mengetahui adanya aktivitas tersebut dan berharap pihak berwenang segera turun tangan. Mereka mengingatkan bahwa peredaran tramadol ilegal sangat membahayakan masyarakat, terutama anak muda yang rentan menjadi korban penyalahgunaan.

Baca Juga :  MAFIA BBM PERTALITE BEROPERASI TERANG-TERANGAN DI SINDANGKERTA BANDUNG BARAT, PENGISIAN 4 HINGGA 6 KALI PER JAM — APH DI DUGA TUTUP MATA

Masyarakat turut mempertanyakan kinerja Satnarkoba Polrestabes Kota Bandung, mengingat peredaran obat keras tanpa izin merupakan pelanggaran serius. Adapun informasi terkait dugaan keterlibatan oknum atau adanya aliran dana koordinasi masih memerlukan klarifikasi resmi agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di publik.

Tramadol merupakan obat keras yang hanya boleh digunakan berdasarkan resep dokter karena memiliki risiko ketergantungan dan efek samping berbahaya. Warga berharap aparat segera bertindak untuk menjaga keamanan lingkungan dan melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan obat.

#Red

Berita Terkait

Proyek Revitalisasi SDN Cipaku 4 Rp700 Juta Disorot: Diduga Diborong ke Pihak Ketiga, Pengawasan Lintas Instansi Dipertanyaka
Ketua PAC Ciawi Gelar Silaturahmi Bersama Para Ketua Ranting, Bahas Penguatan Solidaritas dan Kegiatan Sosial
Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Ketahanan Pangan, desa kopyah.kec. Anjatan tahun anggaran 2024 menuai sorotan 
Kegiatan dalam rangka memperingati hari santri nasional 
Wujudkan Desa Maju dan Sejahtera, Pemdes Sukatani Alokasikan Bankeu Khusus Rp 700 Juta untuk Pembangunan Jembatan Pabuaran Hilir
Ahli Waris Petani di Kutajaya Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan Rp42 Juta Tanpa Potongan
Bareskrim Polri Naikkan Kasus Dugaan Penipuan Investasi Tambang ke Tahap Penyidikan
Maraknya Peredaran Obat Keras Golongan G Tanpa Izin di Bojong Tegal Meresahkan Warga, APH Didesak Segera Turun Tangan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Proyek Revitalisasi SDN Cipaku 4 Rp700 Juta Disorot: Diduga Diborong ke Pihak Ketiga, Pengawasan Lintas Instansi Dipertanyaka

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Ketua PAC Ciawi Gelar Silaturahmi Bersama Para Ketua Ranting, Bahas Penguatan Solidaritas dan Kegiatan Sosial

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:52 WIB

Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Ketahanan Pangan, desa kopyah.kec. Anjatan tahun anggaran 2024 menuai sorotan 

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Kegiatan dalam rangka memperingati hari santri nasional 

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Wujudkan Desa Maju dan Sejahtera, Pemdes Sukatani Alokasikan Bankeu Khusus Rp 700 Juta untuk Pembangunan Jembatan Pabuaran Hilir

Berita Terbaru

Berita

Kegiatan dalam rangka memperingati hari santri nasional 

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:03 WIB