PKBM Annur Karimah Sukaresmi Diduga Akali Dana BOP 2025, Peserta Didik Fiktif Dibongkar!

Avatar photo

Senin, 13 Oktober 2025 - 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PKBM Annur Karimah Sukaresmi Diduga Akali Dana BOP 2025, Peserta Didik Fiktif Dibongkar!

Cianjur,mitrapolri.info-Dugaan penyimpangan penggunaan Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Kesetaraan Tahun Anggaran 2025 kembali mencuat di Kabupaten Cianjur. Kali ini, sorotan mengarah ke PKBM Annur Karimah yang berlokasi di Kecamatan Sukaresmi.

Informasi yang dihimpun dari hasil investigasi lapangan mengungkap adanya manipulasi data peserta didik serta ketidaksesuaian kegiatan belajar mengajar di lembaga tersebut. Sejumlah sumber menyebutkan, data peserta didik yang dilaporkan ke Dapodik (Data Pokok Pendidikan) tidak sesuai dengan jumlah warga belajar yang aktif mengikuti kegiatan belajar.

Baca Juga :  Kasta Dibalik Jeruji Lapas Kelas 2 di Cibinong, Satu Atap, Dua Dunia

 

“Coba periksa langsung ke lapangan. Jumlah peserta didik yang belajar tidak sebanyak yang dilaporkan di Dapodik. Diduga ada data fiktif untuk menggelembungkan dana BOP,” ujar salah satu narasumber yang mengetahui situasi di sekitar PKBM tersebut.

Secara administratif, lembaga tersebut dipimpin oleh Rizki Pemilianti. Namun, kuat dugaan bahwa kendali penuh, terutama dalam pengelolaan keuangan, berada di tangan Ali Yusup, yang disinyalir menjadi pengatur aliran dana dan kebijakan internal PKBM.

Dana BOP kesetaraan sendiri terbilang cukup besar:

Paket A: Rp 1.320.000 per siswa

Paket B: Rp 1.520.000 per siswa

Paket C: Rp 1.830.000 per siswa

Baca Juga :  MERIAH & KHIDMAT! PENGUKUHAN 8 SUBRAYON GM FKPPI CIRANJANG

PKBM Annur Karimah diketahui menerima total anggaran mencapai Rp 227.550.000 untuk tahun 2025. Ironisnya, kegiatan belajar tatap muka disebut hampir tidak berjalan sama sekali.

Padahal, BOP Kesetaraan dirancang untuk membantu masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan setelah putus sekolah. Namun, fakta di lapangan menunjukkan dana tersebut justru berpotensi dijadikan ladang bisnis dan keuntungan pribadi oleh oknum pengelola.

Masyarakat dan pemerhati pendidikan berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur dan Inspektorat Daerah segera turun tangan untuk melakukan audit menyeluruh terhadap laporan keuangan serta kebenaran data peserta didik di Dapodik.

Budiman

Berita Terkait

Mengubah Citra Ormas Kedaerahan: Cara JUSUF RIZAL Membantu Masyarakat Madura Melalui MADAS NUSANTARA Dorong Ekonomi dan Bantu Tata Kota Jakarta
Perayaan Harlah ke-2 Ormas Madas Nusantara Berlangsung Meriah, Korwil Jatim Sampaikan Apresiasi
Pakar Hukum Ingatkan Pekerja Tak Gegabah Hadapi PHK Sepihak
Proyek Revitalisasi SDN Cipaku 4 Rp700 Juta Disorot: Diduga Diborong ke Pihak Ketiga, Pengawasan Lintas Instansi Dipertanyaka
Ketua PAC Ciawi Gelar Silaturahmi Bersama Para Ketua Ranting, Bahas Penguatan Solidaritas dan Kegiatan Sosial
Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Ketahanan Pangan, desa kopyah.kec. Anjatan tahun anggaran 2024 menuai sorotan 
Kegiatan dalam rangka memperingati hari santri nasional 
Wujudkan Desa Maju dan Sejahtera, Pemdes Sukatani Alokasikan Bankeu Khusus Rp 700 Juta untuk Pembangunan Jembatan Pabuaran Hilir

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Mengubah Citra Ormas Kedaerahan: Cara JUSUF RIZAL Membantu Masyarakat Madura Melalui MADAS NUSANTARA Dorong Ekonomi dan Bantu Tata Kota Jakarta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Perayaan Harlah ke-2 Ormas Madas Nusantara Berlangsung Meriah, Korwil Jatim Sampaikan Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Pakar Hukum Ingatkan Pekerja Tak Gegabah Hadapi PHK Sepihak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Proyek Revitalisasi SDN Cipaku 4 Rp700 Juta Disorot: Diduga Diborong ke Pihak Ketiga, Pengawasan Lintas Instansi Dipertanyaka

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Ketua PAC Ciawi Gelar Silaturahmi Bersama Para Ketua Ranting, Bahas Penguatan Solidaritas dan Kegiatan Sosial

Berita Terbaru