Menu

Mode Gelap
Pra-Musrenbang RKPD Kecamatan Ciampea Bahas Usulan Infrastruktur dan Pendidikan untuk Perencanaan 2027 Jelang persib vs persija Polda jabar turunkan pasukan 3.000 personel,siap amankan El Clasico. Tekankan Profesionalitas dan Pelayanan Prima, Kapolres Badung Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama Penjualan Tramadol Ilegal di Sukajadi Terang-terangan, Keberadaan Polrestabes Kota Bandung Dipertanyakan Mengaku Sudah Berkoordinasi dengan Polrestabes Kota Bandung, Penjualan Tramadol di Dalam terminal Setasion Pasar Baru, Aman Berjualan dan Cemarkan Institusi Kepolisian Pembinaan dan Kebersamaan Warnai Kunjungan Ketua DPD GRIB Jaya Jabar di Subang

Berita

Kampung Palalangon Dilanda Banjir Akibat Banyak Villa Tak Beriziin, Minimnya Penghijauan Dikaki Gunung Salak

badge-check


					Kampung Palalangon Dilanda Banjir Akibat Banyak Villa Tak Beriziin, Minimnya Penghijauan Dikaki Gunung Salak Perbesar

Kampung Palalangon Dilanda Banjir Akibat Banyak Villa Tak Beriziin, Minimnya Penghijauan Dikaki Gunung Salak

Bogor,mitrapolri.info-Masyarakat Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, khususnya yang berada di Kampung Palalangon RW 03 dan RW 04, kembali diterpa banjir saat musim hujan tiba. Banjir ini diduga kuat akibat maraknya pembangunan villa-villa liar yang tidak memiliki izin resmi serta tidak memperhatikan aspek lingkungan seperti saluran irigasi dan penghijauan.

Menurut warga, sedikitnya terdapat sekitar 47 bangunan villa di kawasan tersebut yang belum mengantongi izin resmi dari pemerintah. Selain ilegal, villa-villa tersebut juga tidak dilengkapi dengan sistem saluran air yang memadai dan nyaris tanpa area resapan air, sehingga menyebabkan limpasan air hujan langsung ke permukiman warga.

“Villa-villa itu tidak punya izin dan juga tidak ada irigasi atau penghijauan. Jadi air dari atas langsung turun ke pemukiman. Benteng sekolah jebol, air masuk ke rumah-rumah warga. Kami jadi korban terus,” ungkap Jono, tokoh masyarakat setempat, saat diwawancarai di lokasi.

Melihat lambatnya respons dari pihak berwenang, warga setempat bersama Ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat akhirnya berinisiatif melakukan pelebaran saluran irigasi secara swadaya. Proyek tersebut sepenuhnya dikerjakan oleh masyarakat tanpa bantuan dari pemerintah desa maupun kecamatan.

“Kami sudah laporkan ke pihak desa dan kecamatan. Sekcam dan Camat memang pernah meninjau lokasi, tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut yang jelas. Kalau terus begini, kami akan ambil tindakan sendiri, bahkan menutup jalan jika perlu,” tegas Jono.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan menyelesaikan persoalan banjir dan menindak tegas pemilik villa-villa ilegal yang tidak bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Untuk mengeruk saluran Alhamdulillah kami di pasilitas dari yayasan al’fatih.

(Hadi firmansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pra-Musrenbang RKPD Kecamatan Ciampea Bahas Usulan Infrastruktur dan Pendidikan untuk Perencanaan 2027

14 Januari 2026 - 06:31 WIB

Jelang persib vs persija Polda jabar turunkan pasukan 3.000 personel,siap amankan El Clasico.

13 Januari 2026 - 14:52 WIB

Tekankan Profesionalitas dan Pelayanan Prima, Kapolres Badung Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama

13 Januari 2026 - 14:49 WIB

Penjualan Tramadol Ilegal di Sukajadi Terang-terangan, Keberadaan Polrestabes Kota Bandung Dipertanyakan

12 Januari 2026 - 09:21 WIB

Mengaku Sudah Berkoordinasi dengan Polrestabes Kota Bandung, Penjualan Tramadol di Dalam terminal Setasion Pasar Baru, Aman Berjualan dan Cemarkan Institusi Kepolisian

12 Januari 2026 - 07:45 WIB

Trending di Berita