Revitalisasi Kelompok Bermain Bina Warga Tak Pasang Papan Proyek, Diduga Hindari Kedatangan Wartawan dan Ormas
Cianjur,mitrapolri.info– Program revitalisasi gedung kelompok bermain Bina Warga yang sedang berlangsung di wilayah desa campaka warna Kecamatan Campaka mulya, Kabupaten Cianjur, menuai pertanyaan dari berbagai kalangan. Pasalnya, proyek yang di danai dari APBN tahun anggaran 2026 tersebut sama sekali tidak memasang papan informasi proyek sebagaimana ketentuan umum yang berlaku.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, Rabu (5/8/2026), pekerjaan pembangunan tampak berjalan. Namun tidak ditemukan papan yang memuat keterangan nama proyek, sumber anggaran, nilai biaya, waktu pelaksanaan hingga jenis bangunan apa saja yang di kerjakan.
Muhamad Muhda selaku kepala sekolah mengakui bahwa sengaja papan informasi proyek tidak pasang dan hanya dipasang ketika ada yang datang dari dinas terkait. Hal itu di akui kepala sekolah karena takut atau risih banyak oknum wartawan dan ormas yang datang
” Memang tidak dipasang Pak, karena kalau ada papan nanti banyak oknum wartawan dan ormas yang datang berbondong-bondong ke sini. Jadi lebih baik kami tidak memasangnya supaya tidak menjadi banyak pertanyaan. Kami hanya pasang ketika ada orang dari dinas atau pengawas yang datang ” ujarnya singkat saat dikonfirmasi di lokasi.
Hal senada disampaikan oleh TATI bendahara P2SP ( panitia pembangunan satuan pendidikan ). Ia menjelaskan bahwa pihaknya mengakui kesalahan tidak memasang papan informasi, hal itu di sebabkan karena takut banyak oknum ormas dan wartawan yang datang
“Saya akui itu salah, hal itu kami lakukan karena risih dan takut akan banyak oknum media dan ormas yang datang. Tapi kalo memang harus di pasang selama pembangunan, hari ini akan kami pasang ” Ujarnya 05/08/2026
Anggota LPI TIPIKOR ( lembaga Pemantau Independen Tindak Pidana Korupsi Indonesia ) ANGGI, menilai hal ini sangat janggal. Menurutnya, papan informasi proyek adalah kewajiban untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas pembangunan demi dapat diawasi oleh masyarakat luas.
“Alasan takut didatangi wartawan atau ormas itu justru memicu kecurigaan publik. Apakah ada hal yang ditutupi dari proses perencanaan, pengadaan hingga pelaksanaannya? Sebaiknya pihak terkait segera melengkapi kelengkapan administrasi dan informasi di lokasi agar tidak menimbulkan asumsi negatif di masyarakat,” tegasnya. 05/08/2026
di sisi lain berdasarkan hasil investigasi dan informasi yang di peroleh awak media dalam pembangunan revitalisasi di kelompok bermain BINA WARGA, di duga kuat syarat dengan KKN ( Kolusi Korupsi Nepotisme ) sebab kepala sekolah dan bendahara P2SP adalah suami istri, kemudian ketua P2SP nya adalah ketua yayasan.
( Hikman )










