PENIMBUNAN SOLAR BERKEDOK LIMBAH PAKAIAN DI PAMULIHAN SUMEDANG, Warga Pertanyakan Kinerja APH

Avatar photo

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENIMBUNAN SOLAR BERKEDOK LIMBAH PAKAIAN DI PAMULIHAN SUMEDANG, Warga Pertanyakan Kinerja APH

SUMEDANG,mitrapolri.info- Praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar diduga kuat terjadi di wilayah Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Yang memprihatinkan, aktivitas ilegal tersebut diduga menyembunyikan modus operandi di balik usaha pengumpulan limbah pakaian.

Berdasarkan informasi yang diterima dari warga setempat, operasi gelap ini diduga dikoordinasikan oleh seorang yang dikenal dengan panggilan Haji Tedi dan seorang pengusaha yang disapa Bos Tanjung. Kedua nama ini disebut-sebut memiliki modal besar sehingga aktivitasnya seakan berjalan lancar dan tak tersentuh hukum.

Baca Juga :  Pemdes Cipayung Girang Realisasikan BKK Rp1,5 Miliar, Jembatan Cinangka Jadi Prioritas

Warga menyampaikan kekhawatirannya bahwa penimbunan solar bersubsidi tersebut sengaja disembunyikan di lokasi yang tampak seperti tempat penampungan limbah pakaian agar tidak mencurigakan. Namun aktivitas yang berlangsung terus-menerus memancing kecurigaan warga sekitar.

“Sudah lama beroperasi, terang-terangan seakan tidak takut tertangkap. Kami sudah melihat aktivitas bongkar muat yang mencurigakan, namun seakan tidak ada yang menindak,” ungkap salah satu warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan, Jumat (14/8/2026).

Maraknya dugaan praktik ilegal ini membuat masyarakat mempertanyakan kinerja Aparat Penegak Hukum (APH) di wilayah tersebut. Warga berharap pihak kepolisian bersama instansi terkait segera melakukan penyelidikan dan melakukan penindakan tegas.

Baca Juga :  Desa Cipelang Bangun TPT dan Betonisasi Jalan melalui Bantuan Keuangan Kabupaten Bogor 2026

Jika terbukti melakukan penimbunan BBM bersubsidi, para pelaku dapat dijerat dengan UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp60 miliar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait atas dugaan aktivitas tersebut. Masyarakat berharap agar kasus ini segera ditindaklanjuti secara transparan dan akuntabel demi menegakkan hukum.

Red

Berita Terkait

Polsek Kelapa Dua Ungkap Kasus Narkotika Jenis Etomidate
Mengubah Citra Ormas Kedaerahan: Cara JUSUF RIZAL Membantu Masyarakat Madura Melalui MADAS NUSANTARA Dorong Ekonomi dan Bantu Tata Kota Jakarta
Perayaan Harlah ke-2 Ormas Madas Nusantara Berlangsung Meriah, Korwil Jatim Sampaikan Apresiasi
Pakar Hukum Ingatkan Pekerja Tak Gegabah Hadapi PHK Sepihak
Proyek Revitalisasi SDN Cipaku 4 Rp700 Juta Disorot: Diduga Diborong ke Pihak Ketiga, Pengawasan Lintas Instansi Dipertanyaka
Ketua PAC Ciawi Gelar Silaturahmi Bersama Para Ketua Ranting, Bahas Penguatan Solidaritas dan Kegiatan Sosial
Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Ketahanan Pangan, desa kopyah.kec. Anjatan tahun anggaran 2024 menuai sorotan 
Kegiatan dalam rangka memperingati hari santri nasional 

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Polsek Kelapa Dua Ungkap Kasus Narkotika Jenis Etomidate

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Mengubah Citra Ormas Kedaerahan: Cara JUSUF RIZAL Membantu Masyarakat Madura Melalui MADAS NUSANTARA Dorong Ekonomi dan Bantu Tata Kota Jakarta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Perayaan Harlah ke-2 Ormas Madas Nusantara Berlangsung Meriah, Korwil Jatim Sampaikan Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Pakar Hukum Ingatkan Pekerja Tak Gegabah Hadapi PHK Sepihak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Proyek Revitalisasi SDN Cipaku 4 Rp700 Juta Disorot: Diduga Diborong ke Pihak Ketiga, Pengawasan Lintas Instansi Dipertanyaka

Berita Terbaru

Berita

Polsek Kelapa Dua Ungkap Kasus Narkotika Jenis Etomidate

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:40 WIB