Pengunjung keluhkan kebersihan Museum Geusan Ulun, pengelola diminta lebih peduli

Avatar photo

Senin, 6 Juli 2026 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengunjung keluhkan kebersihan Museum Geusan Ulun, pengelola diminta lebih peduli

 

SUMEDANG mitrapolri.info Museum Geusan Ulun yang berada di Kompleks Keraton Sumedang Larang, Kabupaten Sumedang, menjadi sorotan karena kondisi kebersihannya yang kurang diperhatikan. Museum yang menyimpan koleksi pusaka, mahkota Binokasih, kereta kencana, hingga tiga harimau yang diawetkan itu dinilai belum maksimal dalam perawatan.

 

Pantauan di lokasi menunjukkan etalase kaca tempat menyimpan koleksi pusaka dan mahkota Binokasih terlihat berdebu dan kusam. Kondisi tersebut terkesan kurang mendapat perhatian dari pihak pengelola.

 

Selain itu, toilet yang tersedia di area museum juga dalam kondisi kurang bersih. Pencahayaan di beberapa ruangan tampak minim, sehingga suasana di dalamnya terkesan kumuh seperti rumah yang ditinggal penghuninya.

 

Di dalam museum juga tersimpan koleksi berharga lainnya seperti kereta kencana dan tiga ekor harimau yang telah diawetkan. Namun penataan dan kebersihannya belum mencerminkan nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga :  Diduga Banyak Kejanggalan, Proyek Revitalisasi SMP IT Nurul Yaqin Patia Jadi Sorotan

 

Pemerhati lingkungan dan budaya, Andy Java, yang berkunjung ke Museum Geusan Ulun menyampaikan keprihatinannya. Ia berpesan agar pengelola tidak hanya fokus pada pelestarian koleksi, tetapi juga kebersihan museum.

 

“Ini museum sejarah, tempat menyimpan jati diri bangsa. Bukan hanya pelestariannya yang harus dijaga, tapi kebersihannya pun harus lebih diperhatikan. Pengelolaan museum jangan hanya untuk keuntungan semata. Kalau etalase berdebu, toilet kotor, pengunjung juga jadi tidak nyaman. Sumedang kaya akan budaya warisan leluhur, ‘budaya jati diri bangsa’. Kalau bukan kita siapa lagi yang merawat, menjaga, dan melestarikannya,” ujar Andy. Sabtu, (4/7/2026).

 

Menurutnya, Museum Geusan Ulun memiliki nilai penting sebagai pusat pembelajaran sejarah bagi masyarakat Sumedang dan wisatawan. Karena itu, perawatan secara menyeluruh perlu segera dilakukan.

Baca Juga :  Pengamanan Konvoi Persib Juara di Cianjur Berjalan Aman dan Kondusif

 

Hal senada juga disampaikan salah satu pengunjung museum. Ia berharap pengelola lebih peduli terhadap kebersihan dan kenyamanan pengunjung.

 

“Saya ke sini karena ingin melihat langsung pusaka dan mahkota Binokasih. Tapi sayang, kacanya berdebu dan ruangannya agak gelap. Toiletnya juga kurang bersih. Padahal ini aset budaya Sumedang yang harusnya dijaga dengan baik biar wisatawan makin bangga dan nyaman berkunjung,” kata pengunjung tersebut.

 

Hingga kini Museum Geusan Ulun tetap menjadi salah satu destinasi sejarah dan budaya andalan di Sumedang. Dengan koleksi yang bernilai tinggi, diharapkan pengelola bersama pemerintah daerah dapat segera melakukan pembenahan, terutama pada aspek kebersihan, pencahayaan, dan fasilitas penunjang.

 

Agar museum ini tidak hanya lestari, tetapi juga layak menjadi kebanggaan masyarakat Sumedang dan daya tarik wisata budaya di Tatar Sunda.

 

Hadi firmansyah

Berita Terkait

Susane Febriyati Suryakartalegawa, S.H.: Dari Majelis Adat Sumedanglarang hingga Suara Independen Kebijakan Publik
Apresiasi Masyarakat Untuk Polri Usut! Dugaan Korupsi dan TPPU Pengadaan Batu Bara ke PLTU 
Komisi Informasi Jabar Kabulkan Gugatan Warga, Pemdes Banyuasih Wajib Serahkan LPJ APBDes 2021–2023
Kuasa Hukum Korban Tegaskan Tolak Damai, Kasus Kekerasan Seksual Anak Terus Berproses
Awak Media Soroti Dugaan Kejanggalan Proyek P3-TGAI di Desa Munjul, Hak Jawab Ketua Panitia dan Kepala Desa Masih Ditunggu
Revitalisasi SMP Siliwangi Mandiri Telan Anggaran Rp2,49 Miliar, Ketua Panitia Sebut Detail Proyek Diketahui Kepala Sekolah
Media Mitrapolri.info Mengucapkan Selamat dan Sukses kepada Irjen Pol Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. atas Amanah Baru sebagai Kapolda Jawa Barat
Kepala Desa Wargasari Ajak Warga Gotong Royong Perbaiki Saluran Cidadali Pasca bencana Pergeseran Tanah 2024

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:27 WIB

Susane Febriyati Suryakartalegawa, S.H.: Dari Majelis Adat Sumedanglarang hingga Suara Independen Kebijakan Publik

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:43 WIB

Apresiasi Masyarakat Untuk Polri Usut! Dugaan Korupsi dan TPPU Pengadaan Batu Bara ke PLTU 

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:39 WIB

Komisi Informasi Jabar Kabulkan Gugatan Warga, Pemdes Banyuasih Wajib Serahkan LPJ APBDes 2021–2023

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:34 WIB

Kuasa Hukum Korban Tegaskan Tolak Damai, Kasus Kekerasan Seksual Anak Terus Berproses

Rabu, 8 Juli 2026 - 06:22 WIB

Awak Media Soroti Dugaan Kejanggalan Proyek P3-TGAI di Desa Munjul, Hak Jawab Ketua Panitia dan Kepala Desa Masih Ditunggu

Berita Terbaru