MAFIA BBM PERTALITE BEROPERASI TERANG-TERANGAN DI SINDANGKERTA BANDUNG BARAT, PENGISIAN 4 HINGGA 6 KALI PER JAM — APH DI DUGA TUTUP MATA
Bandung Barat,MP.INFO— Praktik penyalahgunaan dan pengalihan BBM bersubsidi jenis Pertalite yang diduga dikuasai jaringan mafia berlangsung secara terang-terangan dan bebas di salah satu SPBU Atau Pom Bensin wilayah Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat.Tepatnya di jalan Gondok
Pengamatan di lokasi menunjukkan aktivitas pengisian yang sangat mencurigakan dan tidak wajar: satu unit kendaraan tercatat melakukan pengisian Pertalite sebanyak 4 hingga 6 kali hanya dalam kurun waktu satu jam. Pola ini mengindikasikan adanya penimbunan massal untuk dijual kembali secara tidak resmi, yang merugikan keuangan negara serta mempersulit warga yang membutuhkan bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari.
Yang memprihatinkan salah satu anggota polsek justru beralasan tidak dapat bertindak sendiri sebelum adanya instruksi atau perintah langsung dari pimpinan.
Melalui pesan singkat Whatsap salah satu anggota media mencoba menghubungi kapolsek sindangkerta namun sangat aneh ketika mendapatkan jawaban bernada sensi dari kapolsek
” Teu kudu menta ijin ka saya da saya lain pengurus na, Atuh tewak we jeng Anggota ” Bernada sensi sambil menutup tlp
Kondisi ini memicu kemarahan dan kecurigaan warga. Di satu sisi pelanggaran terjadi secara nyata dan berulang, di sisi lain pihak yang diberi amanat menegakkan hukum justru terlihat pasif dengan alasan yang dianggap tidak dapat diterima akal sehat. Warga khawatir keterlambatan penindakan ini bukan sekadar masalah prosedur, melainkan ada hal lain yang menghambat proses penegakan hukum.
Warga dan masyarakat luas menuntut Aparat Penegak Hukum dan instansi terkait segera turun tangan dan memberikan instruksi tegas tanpa menunda lagi Untuk melakukan penindakan pelaku pengalihan BBM bersubsidi segera diproses sesuai hukum yang berlaku secara Transparan atas alasan mengapa aparat yang bertugas di lokasi tidak dapat bertindak segera setelah melihat pelanggaran
Sampai berita ini di tayangkan awak media ini belum mendapatakan informasi dari pengawasan SPBU Sindangkerta Bandung Barat
Tim










