Diduga mendapat Penolakan Sosialisasi PIP di SDN Cipetir 02 Tuai Sorotan

Avatar photo

Kamis, 30 April 2026 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diduga mendapat Penolakan Sosialisasi PIP di SDN Cipetir 02 Tuai Sorotan

 

Bogor – Program Indonesia Pintar (PIP) bertujuan untuk menjamin anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh akses pendidikan hingga tamat. Program ini juga diharapkan mampu mencegah angka putus sekolah serta meringankan beban biaya personal pendidikan, seperti pembelian seragam, buku, alat tulis, hingga ongkos sekolah.

 

 

Untuk jenjang SD, bantuan yang diberikan sebesar Rp450.000 per tahun.

Selain itu, PIP menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan pendidikan, agar seluruh anak usia 6–21 tahun, khususnya dari keluarga kurang mampu, mendapatkan kesempatan belajar yang setara.

 

Dalam rangka mendukung program tersebut, Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) PAC Cigombong melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Cigombong. Kegiatan ini bertujuan membantu siswa yang belum menerima manfaat PIP agar dapat segera didaftarkan.

 

Namun, upaya tersebut diduga mendapat penolakan dari pihak SDN Cipetir 02.

Baca Juga :  Diduga Sarat Gratifikasi dan Korupsi, Program P3-TGAI Singa Endah di Curugbitung Didesak Diusut Aparat Penegak Hukum

 

Ketua PAC Pospera Kecamatan Cigombong, Abah Jajam Jamsari, S.Pd, yang akrab disapa Abah Salawasna, mengungkapkan kekecewaannya saat memberikan keterangan pada Kamis (30/4/2025).

 

Menurutnya, saat ia datang untuk menginformasikan adanya siswa yang berpotensi menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dari aspirasi anggota dewan, pihak kepala sekolah justru menolak untuk terlibat.

 

“Saya datang untuk menyampaikan bahwa ada siswa yang mendapat PIP aspirasi. Namun, kepala sekolah menyatakan tidak ingin ikut campur dan meminta kami langsung berhubungan dengan orang tua siswa,” ujarnya.

 

Abah Jajam menegaskan bahwa pihak sekolah seharusnya berperan aktif dalam memfasilitasi dan mendukung penyaluran bantuan pendidikan, karena hal tersebut merupakan hak siswa.

 

Kekecewaan juga disampaikan oleh Ketua RW 04, yang wilayahnya menjadi lokasi SDN Cipetir 02. Ia menilai sikap pihak sekolah kurang kooperatif, bahkan menyebut selama ini pihak sekolah jarang melibatkan aparat lingkungan seperti RT dan RW dalam berbagai kegiatan, termasuk kenaikan kelas maupun pembangunan sekolah.

Baca Juga :  Dukung Visi Swasembada Pangan Presiden Prabowo, Program P3-TGAI di Desa Lewibatu Bogor Berhasil Aliri 7 Hektare Sawah Produktif

 

Ia juga menambahkan bahwa salah satu siswa penerima PIP dari jalur aspirasi dewan merupakan anaknya, yang sejak kelas 1 hingga kelas 4 belum pernah menerima bantuan PIP melalui sekolah.

“Ketika akhirnya mendapat bantuan dari aspirasi dewan, justru respons dari pihak sekolah kurang baik,” ungkapnya.

 

Dari total sekitar 30 sekolah yang dikunjungi dalam kegiatan sosialisasi, disebutkan hanya SDN Cipetir 02 yang menolak.

 

SDN Cipetir 02 sendiri merupakan sekolah dasar negeri yang berlokasi di Kampung Batu Karut, RT 01 RW 04, Desa Tugujaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

 

Program KIP diharapkan dapat terus berjalan optimal agar siswa dari keluarga kurang mampu tetap semangat dalam menempuh pendidikan tanpa terbebani masalah biaya.

Berita Terkait

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026
Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Indramayu Disorot, APH dan BPH Migas Didesak Bertindak
Sebaran Erupsi Letusan Abu Vulkanik Gunung Krakatau, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker Kepada Ojol dan Masyarakat 
Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Rumah Warga Batulayang Cililin, APH Diminta Turun Tangan
PKBM Nurul Amanah Cihamirung Disorot, Diduga Ada Siswa Fiktif dan Dana BOSP Rp433 Juta
Revitalisasi SDN 1 Cikidang Sukabumi Disorot, Diduga Banyak Kejanggalan
Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Bankeu 2026 Desa Citapen Fokus Pengaspalan Jalan
Peduli Kesehatan Pengguna Jalan, Satlantas Jakbar Bagikan Masker Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:40 WIB

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026

Selasa, 8 September 2026 - 17:33 WIB

Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Indramayu Disorot, APH dan BPH Migas Didesak Bertindak

Selasa, 8 September 2026 - 17:06 WIB

Sebaran Erupsi Letusan Abu Vulkanik Gunung Krakatau, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker Kepada Ojol dan Masyarakat 

Selasa, 8 September 2026 - 06:31 WIB

Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Rumah Warga Batulayang Cililin, APH Diminta Turun Tangan

Selasa, 8 September 2026 - 05:56 WIB

PKBM Nurul Amanah Cihamirung Disorot, Diduga Ada Siswa Fiktif dan Dana BOSP Rp433 Juta

Berita Terbaru