Dugaan Menghindar dari Media dan Gunakan Material Tak Layak, Proyek P3-TGAI Kelompok Tani Tirta Pakuan Atau Tirta Mandiri Disorot

Avatar photo

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dugaan Menghindar dari Media dan Gunakan Material Tak Layak, Proyek P3-TGAI Kelompok Tani Tirta Pakuan Atau Tirta Mandiri Disorot

BOGOR,mitrapolri.info— Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dikelola oleh Kelompok Tani Tirta Pakuan Atau Tirta Mandiri di Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan setelah ditemukan berbagai dugaan pelanggaran. Proyek yang dipimpin oleh Erik sebagai ketua kelompok diduga dikerjakan asal-jadian dan menyembunyikan informasi terkait pengelolaan anggaran bantuan pemerintah pusat.

Sikap Menghindar Menimbulkan Kecurigaan Transparansi

Tim awak media telah beberapa kali melakukan upaya konfirmasi, baik dengan mendatangi lokasi pekerjaan maupun kediaman Erik. Namun, ketua kelompok tersebut selalu tidak ada di tempat dan tidak memberikan tanggapan apapun. Sikap yang terkesan menghindar ini memunculkan pertanyaan besar terkait bagaimana anggaran bantuan dari pemerintah pusat dikelola dan apakah terdapat hal yang disembunyikan.

Material Tak Sesuai Spesifikasi, Berbeda dengan Arahan BBWS

Baca Juga :  Peduli Kesehatan Pengguna Jalan, Satlantas Jakbar Bagikan Masker Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Pemeriksaan langsung di lokasi pengerjaan menemukan fakta mengejutkan. Bahan material yang digunakan diduga bersumber dari lokasi setempat, seperti batu yang diambil langsung dari sungai dan pasir lokal yang tidak jelas memenuhi standar kualitas.

Standar teknis yang ditetapkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) meliputi:

– Batu: Wajib menggunakan batu belah sesuai standar teknis

– Semen: Harus menggunakan produk berstandar SNI (misalnya Semen Tiga Roda)

– Pasir: Harus layak dan lulus uji laboratorium

Tim teknis BBWS menegaskan bahwa standar tersebut ditetapkan agar hasil pekerjaan memiliki kualitas maksimal dan dapat bertahan lama. Penggunaan material lokal yang tidak memenuhi spesifikasi membuat kekuatan struktur irigasi diragukan dan berpotensi tidak awet dalam jangka panjang.

Berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, program P3-TGAI pada kelompok tani ini disinyalir merupakan hasil aspirasi dari salah satu anggota DPR RI dari partai politik tertentu. Muncul dugaan adanya praktik gratifikasi berupa pemotongan anggaran dari total nilai bantuan APBN sebelum dana sampai ke kelompok tani.

Baca Juga :  Dugaan Kejanggalan Anggaran BOSP Ratusan Juta, PKBM Nurul Falah Jasinga Didesak untuk Diaudit

Jika dugaan ini terbukti benar, pengerjaan fisik di lapangan pastinya tidak akan maksimal karena anggaran telah berkurang di awal proses. Kondisi ini juga berpotensi menyebabkan pembuatan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) yang tidak sesuai dengan fakta atau bahkan direkayasa untuk menutupi penggunaan dana yang sebenarnya.

Menyikapi berbagai dugaan pelanggaran tersebut, tim awak media mendesak pihak terkait untuk segera melakukan pemeriksaan mendalam di lapangan sebelum anggaran Tahap 2 dicairkan. Pihak yang diminta turun tangan antara lain:

– Inspektorat Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)

– Unit Tipikor Polres Bogor

– Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor

Langkah tegas dari penegak hukum dan instansi pengawas sangat krusial untuk menyelamatkan uang rakyat dari potensi tindak pidana korupsi yang hanya menguntungkan pihak tertentu.

(Setiawan)

Berita Terkait

Sosialisasi Satgas Citarum Harum Tahun Anggaran 2026 Bahas Penanganan Limbah Industri di Haurwangi
DPW MOI DKI Jakarta Mengucapkan Selamat Atas Terpilihnya Siruaya Utamawan, S.E., M.M., CACP, AAAK., Sebagai Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Dan Pertambangan (FSPKEP)
Galian C Diduga Ilegal di Sukasari Rumpin: Terus Beroperasi,Merusak Alam Penegakan Hukum Oleh APH di Wilayah Kabupaten Diduga Mandul 
Polsek Kelapa Dua Ungkap Kasus Narkotika Jenis Etomidate
Mengubah Citra Ormas Kedaerahan: Cara JUSUF RIZAL Membantu Masyarakat Madura Melalui MADAS NUSANTARA Dorong Ekonomi dan Bantu Tata Kota Jakarta
Perayaan Harlah ke-2 Ormas Madas Nusantara Berlangsung Meriah, Korwil Jatim Sampaikan Apresiasi
Pakar Hukum Ingatkan Pekerja Tak Gegabah Hadapi PHK Sepihak
Proyek Revitalisasi SDN Cipaku 4 Rp700 Juta Disorot: Diduga Diborong ke Pihak Ketiga, Pengawasan Lintas Instansi Dipertanyaka

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Sosialisasi Satgas Citarum Harum Tahun Anggaran 2026 Bahas Penanganan Limbah Industri di Haurwangi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:55 WIB

DPW MOI DKI Jakarta Mengucapkan Selamat Atas Terpilihnya Siruaya Utamawan, S.E., M.M., CACP, AAAK., Sebagai Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Dan Pertambangan (FSPKEP)

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Galian C Diduga Ilegal di Sukasari Rumpin: Terus Beroperasi,Merusak Alam Penegakan Hukum Oleh APH di Wilayah Kabupaten Diduga Mandul 

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Polsek Kelapa Dua Ungkap Kasus Narkotika Jenis Etomidate

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Mengubah Citra Ormas Kedaerahan: Cara JUSUF RIZAL Membantu Masyarakat Madura Melalui MADAS NUSANTARA Dorong Ekonomi dan Bantu Tata Kota Jakarta

Berita Terbaru

Berita

Polsek Kelapa Dua Ungkap Kasus Narkotika Jenis Etomidate

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:40 WIB