Jalan Rusak Parah Dibiarkan! Paguyuban Ojek Ciawi Turun Tangan, Pemerintah Kemana?

Avatar photo

Senin, 6 April 2026 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan Rusak Parah Dibiarkan! Paguyuban Ojek Ciawi Turun Tangan, Pemerintah Kemana?

 

Bogor,mitrapolri.info-Kondisi jalan rusak parah di wilayah Ciawi, Kabupaten Bogor, kembali menuai sorotan. Akses vital yang menghubungkan Pasar Ciawi menuju Jalan Tipar Amaliah kini berubah menjadi jalur berbahaya, terutama bagi para pengguna sepeda motor.

Lubang besar, jalan bergelombang, hingga genangan air yang menutupi kerusakan membuat banyak pengendara kerap menjadi korban. Tak sedikit yang terjatuh hingga mengalami luka-luka akibat kondisi jalan yang memprihatinkan ini.

Baca Juga :  Ahli Waris Petani di Kutajaya Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan Rp42 Juta Tanpa Potongan

Ironisnya, di tengah kondisi yang semakin memburuk, belum terlihat adanya tindakan nyata dari pihak pemerintah setempat. Baik dari dinas terkait, kecamatan, hingga pemerintah desa, terkesan diam tanpa solusi.

Merasa prihatin dan tidak ingin terus memakan korban, Paguyuban Pangkalan Ojek Ciawi akhirnya bergerak. Dipimpin oleh Bang Ali bersama timnya, mereka secara swadaya turun langsung ke lokasi untuk melakukan perbaikan seadanya.

Dengan alat dan bahan sederhana, para tukang ojek ini berupaya menambal lubang demi keselamatan bersama. Aksi ini pun mendapat apresiasi dari warga sekitar yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Baca Juga :  Kegiatan dalam rangka memperingati hari santri nasional 

Namun, muncul pertanyaan besar di tengah masyarakat: ke mana peran pemerintah dalam menangani infrastruktur yang jelas-jelas membahayakan warga?

Warga berharap, aksi spontan dari paguyuban ojek ini bisa menjadi tamparan keras bagi pihak terkait agar segera turun tangan dan melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar pembiaran.

Karena pada akhirnya, keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama—terutama pemerintah sebagai pemegang kebijakan.

Red

Berita Terkait

DPW MOI DKI Jakarta Mengucapkan Selamat Atas Terpilihnya Siruaya Utamawan, S.E., M.M., CACP, AAAK., Sebagai Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Dan Pertambangan (FSPKEP)
Galian C Diduga Ilegal di Sukasari Rumpin: Terus Beroperasi,Merusak Alam Penegakan Hukum Oleh APH di Wilayah Kabupaten Diduga Mandul 
Polsek Kelapa Dua Ungkap Kasus Narkotika Jenis Etomidate
Mengubah Citra Ormas Kedaerahan: Cara JUSUF RIZAL Membantu Masyarakat Madura Melalui MADAS NUSANTARA Dorong Ekonomi dan Bantu Tata Kota Jakarta
Perayaan Harlah ke-2 Ormas Madas Nusantara Berlangsung Meriah, Korwil Jatim Sampaikan Apresiasi
Pakar Hukum Ingatkan Pekerja Tak Gegabah Hadapi PHK Sepihak
Proyek Revitalisasi SDN Cipaku 4 Rp700 Juta Disorot: Diduga Diborong ke Pihak Ketiga, Pengawasan Lintas Instansi Dipertanyaka
Ketua PAC Ciawi Gelar Silaturahmi Bersama Para Ketua Ranting, Bahas Penguatan Solidaritas dan Kegiatan Sosial

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:55 WIB

DPW MOI DKI Jakarta Mengucapkan Selamat Atas Terpilihnya Siruaya Utamawan, S.E., M.M., CACP, AAAK., Sebagai Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Dan Pertambangan (FSPKEP)

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Galian C Diduga Ilegal di Sukasari Rumpin: Terus Beroperasi,Merusak Alam Penegakan Hukum Oleh APH di Wilayah Kabupaten Diduga Mandul 

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Polsek Kelapa Dua Ungkap Kasus Narkotika Jenis Etomidate

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Mengubah Citra Ormas Kedaerahan: Cara JUSUF RIZAL Membantu Masyarakat Madura Melalui MADAS NUSANTARA Dorong Ekonomi dan Bantu Tata Kota Jakarta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Perayaan Harlah ke-2 Ormas Madas Nusantara Berlangsung Meriah, Korwil Jatim Sampaikan Apresiasi

Berita Terbaru

Berita

Polsek Kelapa Dua Ungkap Kasus Narkotika Jenis Etomidate

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:40 WIB