Penjualan Obat Tramadol semakin Marak, dan menggila di daerah Kramat Mulya cikaso 

Avatar photo

Selasa, 23 Desember 2025 - 09:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Penjualan Obat Tramadol semakin Marak, dan menggila di daerah Kramat Mulya cikaso 

 

Bogor | mitrapolri.info — Selasa, 23 Desember 2025 —Peredaran dan penjualan obat terlarang jenis tramadol di jln krmat Mulya cikaso makin merajalela Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat setempat.

Berdasarkan hasil penelusuran awak media Mitra Polri, sebuah warung yang berada di lokasi tersebut diduga menjual obat keras golongan G tanpa izin. Penjaga warung berinisial n ( Nunu ) dan Edwin di suruh untuk menjual obat tersebut oleh bos yang bernama s ( sablon ) . Namun, pernyataan tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

Baca Juga :  Tindakan Bejad Perusakan Ekosistem Sungai Rehabilitasi Jembatan Di Desa Gadog

 

Sejumlah warga mengaku sangat menyayangkan lemahnya pengawasan terhadap peredaran obat-obatan terlarang tersebut. Mereka menilai aktivitas penjualan berlangsung cukup lama dan seolah tidak tersentuh penindakan.

 

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa situasi ini membuat lingkungan menjadi tidak aman.

 

“Yang lebih memprihatinkan, pembelinya bukan hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak di bawah umur. Dampaknya sangat buruk terhadap perilaku dan masa depan mereka,” ungkapnya.

 

Beberapa orang tua bahkan mengaku anaknya menjadi korban penyalahgunaan obat tramadol akibat mudahnya mendapatkan obat tersebut. Mereka berharap aparat penegak hukum, khususnya instansi terkait, segera turun tangan melakukan penertiban dan penindakan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.

Baca Juga :  Ketua Pokja wartawan KBB M RAUP angkat bicara hanya Puluhan Wartawan yang aktif di Bandung Barat

 

Masyarakat juga meminta agar aparat melakukan penyelidikan mendalam guna memutus mata rantai peredaran obat keras golongan G yang dinilai telah merusak generasi muda serta mengganggu ketertiban dan keamanan lingkungan.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak berwenang masih diharapkan memberikan klarifikasi dan langkah konkret demi menjaga keamanan serta kesehatan masyarakat.

(Aris m)

Berita Terkait

Mengubah Citra Ormas Kedaerahan: Cara JUSUF RIZAL Membantu Masyarakat Madura Melalui MADAS NUSANTARA Dorong Ekonomi dan Bantu Tata Kota Jakarta
Perayaan Harlah ke-2 Ormas Madas Nusantara Berlangsung Meriah, Korwil Jatim Sampaikan Apresiasi
Pakar Hukum Ingatkan Pekerja Tak Gegabah Hadapi PHK Sepihak
Proyek Revitalisasi SDN Cipaku 4 Rp700 Juta Disorot: Diduga Diborong ke Pihak Ketiga, Pengawasan Lintas Instansi Dipertanyaka
Ketua PAC Ciawi Gelar Silaturahmi Bersama Para Ketua Ranting, Bahas Penguatan Solidaritas dan Kegiatan Sosial
Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Ketahanan Pangan, desa kopyah.kec. Anjatan tahun anggaran 2024 menuai sorotan 
Kegiatan dalam rangka memperingati hari santri nasional 
Wujudkan Desa Maju dan Sejahtera, Pemdes Sukatani Alokasikan Bankeu Khusus Rp 700 Juta untuk Pembangunan Jembatan Pabuaran Hilir

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Mengubah Citra Ormas Kedaerahan: Cara JUSUF RIZAL Membantu Masyarakat Madura Melalui MADAS NUSANTARA Dorong Ekonomi dan Bantu Tata Kota Jakarta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Perayaan Harlah ke-2 Ormas Madas Nusantara Berlangsung Meriah, Korwil Jatim Sampaikan Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Pakar Hukum Ingatkan Pekerja Tak Gegabah Hadapi PHK Sepihak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Proyek Revitalisasi SDN Cipaku 4 Rp700 Juta Disorot: Diduga Diborong ke Pihak Ketiga, Pengawasan Lintas Instansi Dipertanyaka

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Ketua PAC Ciawi Gelar Silaturahmi Bersama Para Ketua Ranting, Bahas Penguatan Solidaritas dan Kegiatan Sosial

Berita Terbaru