Peredaran Tramadol di Jalan Asparagus Haruman Leles Garut Kian Liar, Warga Desak Aparat Bertindak

Avatar photo

Senin, 8 Desember 2025 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Peredaran Tramadol di Jalan Asparagus Haruman Leles Garut Kian Liar, Warga Desak AparatBertindak

Garut – mitrapolri.info Peredaran obat keras jenis Tramadol di Jalan Asparagus, Desa Haruman, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, dilaporkan semakin mengkhawatirkan. Aktivitas penjualan obat terlarang ini disebut berlangsung secara terang-terangan hampir setiap hari dan menimbulkan keresahan mendalam di kalangan warga.

 

Oplus_131072

Warga setempat menyebut sebuah warung di wilayah tersebut diduga kuat menjadi lokasi transaksi obat keras. Sosok bernama Rijal dikabarkan sebagai pemilik warung,

berdasarkan informasi yang beredar dari warga yang kerap mengamati aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi. Meskipun informasi ini bersifat akurat , warga berharap aparat dapat menindaklanjutinya dengan penyelidikan lapangan.

Baca Juga :  BOMBASTIS! PROGRAM P3TGAI DESA SUKALAHARJA BOGOR DIDUGA SARAT SUAP & TUTUP-TUTUPAN – LSM DESAK TIPIKOR TURUN TANGAN!

Masyarakat menilai bahwa pembiaran terhadap peredaran Tramadol sangat berbahaya, khususnya bagi para remaja. Obat keras yang seharusnya hanya boleh ditebus dengan resep dokter justru dijual bebas dan mudah diperoleh. Penyalahgunaan Tramadol dapat menyebabkan ketergantungan, gangguan kesehatan serius, hingga memicu tindakan kriminal.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekesalannya terhadap kondisi tersebut.

“Anehnya, aparat seperti tutup mata. Semua orang di sini tahu warung itu jual Tramadol, tapi tidak ada tindakan. Kami khawatir anak-anak muda jadi korban,” ujarnya.

Baca Juga :  HUT RI ke-81 di Bandung Barat: Jeje Ritchie Ismail Tegaskan Kemerdekaan Harus Diterjemahkan dengan Kerja Nyata

Warga mendesak aparat kepolisian, khususnya Polsek Leles, untuk segera melakukan penertiban dan penindakan tegas. Mereka berharap tempat yang diduga menjadi pusat peredaran obat keras tersebut dapat ditertibkan agar tidak menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.

Selain penindakan, masyarakat juga meminta pemerintah desa serta instansi terkait meningkatkan pengawasan dan memberikan edukasi kepada warga mengenai bahaya penyalahgunaan obat keras, terutama bagi generasi muda.

Warga menegaskan bahwa langkah cepat dan tegas perlu segera dilakukan untuk mencegah munculnya korban maupun kerusakan sosial yang lebih besar di wilayah Asparagus haruman kec Leles kab Garut
(Aris M)

Berita Terkait

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026
Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Indramayu Disorot, APH dan BPH Migas Didesak Bertindak
Sebaran Erupsi Letusan Abu Vulkanik Gunung Krakatau, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker Kepada Ojol dan Masyarakat 
Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Rumah Warga Batulayang Cililin, APH Diminta Turun Tangan
PKBM Nurul Amanah Cihamirung Disorot, Diduga Ada Siswa Fiktif dan Dana BOSP Rp433 Juta
Revitalisasi SDN 1 Cikidang Sukabumi Disorot, Diduga Banyak Kejanggalan
Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Bankeu 2026 Desa Citapen Fokus Pengaspalan Jalan
Peduli Kesehatan Pengguna Jalan, Satlantas Jakbar Bagikan Masker Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:40 WIB

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026

Selasa, 8 September 2026 - 17:33 WIB

Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Indramayu Disorot, APH dan BPH Migas Didesak Bertindak

Selasa, 8 September 2026 - 17:06 WIB

Sebaran Erupsi Letusan Abu Vulkanik Gunung Krakatau, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker Kepada Ojol dan Masyarakat 

Selasa, 8 September 2026 - 06:31 WIB

Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Rumah Warga Batulayang Cililin, APH Diminta Turun Tangan

Selasa, 8 September 2026 - 05:56 WIB

PKBM Nurul Amanah Cihamirung Disorot, Diduga Ada Siswa Fiktif dan Dana BOSP Rp433 Juta

Berita Terbaru