Menu

Mode Gelap
Jelang persib vs persija Polda jabar turunkan pasukan 3.000 personel,siap amankan El Clasico. Tekankan Profesionalitas dan Pelayanan Prima, Kapolres Badung Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama Penjualan Tramadol Ilegal di Sukajadi Terang-terangan, Keberadaan Polrestabes Kota Bandung Dipertanyakan Mengaku Sudah Berkoordinasi dengan Polrestabes Kota Bandung, Penjualan Tramadol di Dalam terminal Setasion Pasar Baru, Aman Berjualan dan Cemarkan Institusi Kepolisian Pembinaan dan Kebersamaan Warnai Kunjungan Ketua DPD GRIB Jaya Jabar di Subang Pemilihan Ketua RW 05 Desa Pandansari Berlangsung Aman dan Lancar

Berita

PKBM AL-BAYAN Diduga Mark Up Data Siswa, Dana BOP Rp 356 Juta Jadi Sorotan

badge-check


					PKBM AL-BAYAN Diduga Mark Up Data Siswa, Dana BOP Rp 356 Juta Jadi Sorotan Perbesar

PKBM AL-BAYAN Diduga Mark Up Data Siswa, Dana BOP Rp 356 Juta Jadi Sorotan

KBB,mitrapolri.info— PKBM AL-BAYAN di Kampung Cikiray Hilir, Desa Nanggeleng, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, tengah menjadi pembicaraan publik setelah muncul dugaan mark up data peserta didik terkait pencairan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Tahun Anggaran 2025.

Lembaga yang dipimpin Ayi Hasanudin dan dioperasikan oleh Rani Hayani, S.Pd itu tercatat menerima BOP dengan total mencapai Rp 365.120.000, berdasarkan laporan jumlah warga belajar sebanyak 197 orang, yang terdiri dari:

Paket B: 41 siswa, BOP Rp 1.600.000 per siswa

Paket C: 156 siswa, BOP Rp 1.920.000 per siswa

Namun, data tersebut berbeda dengan informasi profil lembaga yang mencatat:

377 warga belajar

13 tenaga pendidik

21 rombongan belajar (rombel)

Perbedaan signifikan inilah yang memicu dugaan adanya manipulasi jumlah peserta didik demi menaikkan besaran dana BOP yang diterima.

Tim Media Mitra Polri melakukan investigasi lapangan selama tujuh hari. Mereka menemukan adanya ketidaksesuaian antara jumlah siswa yang tercatat di Dapodik semester genap 2025/2026 dengan data yang digunakan untuk pengajuan BOP.

Beberapa sumber juga menyebut adanya peran seorang individu bernama Malik, yang disebut sebagai senior di PKBM tersebut, dan diduga ikut mengendalikan mekanisme internal lembaga. Informasi ini masih memerlukan verifikasi lebih jauh.

Selain dugaan mark up data siswa, penggunaan dana BOP juga menjadi sorotan. Aturan mewajibkan dana tersebut dikelola oleh Tim Pengelola BOP yang dibentuk secara formal.

Namun, di PKBM AL-BAYAN, pengelolaan dana diduga hanya bersifat administratif dengan penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang tidak mencerminkan kondisi faktual.

Temuan ini menimbulkan kekhawatiran adanya penyimpangan anggaran yang dapat mengarah pada tindak pidana korupsi apabila terbukti.

Kasus dugaan penyimpangan dana pendidikan ini kini menjadi perhatian warga serta pemerhati pendidikan di Bandung Barat. Masyarakat meminta aparat penegak hukum, termasuk Dinas Pendidikan dan Pemda, untuk melakukan audit menyeluruh terhadap PKBM AL-BAYAN.

Transparansi dan akuntabilitas dinilai penting agar dana BOP benar-benar digunakan untuk mendukung proses belajar warga, bukan untuk kepentingan pribadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jelang persib vs persija Polda jabar turunkan pasukan 3.000 personel,siap amankan El Clasico.

13 Januari 2026 - 14:52 WIB

Tekankan Profesionalitas dan Pelayanan Prima, Kapolres Badung Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama

13 Januari 2026 - 14:49 WIB

Penjualan Tramadol Ilegal di Sukajadi Terang-terangan, Keberadaan Polrestabes Kota Bandung Dipertanyakan

12 Januari 2026 - 09:21 WIB

Mengaku Sudah Berkoordinasi dengan Polrestabes Kota Bandung, Penjualan Tramadol di Dalam terminal Setasion Pasar Baru, Aman Berjualan dan Cemarkan Institusi Kepolisian

12 Januari 2026 - 07:45 WIB

Pembinaan dan Kebersamaan Warnai Kunjungan Ketua DPD GRIB Jaya Jabar di Subang

11 Januari 2026 - 09:36 WIB

Trending di Berita