Martin SH MH Ahli Waris Rohimah DKK Pertanyakan Dasar Kepemilikan Tanah PT Gunung Anugerah Sukses

Avatar photo

Senin, 29 September 2025 - 06:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Martin SH MH Ahli Waris Rohimah DKK Pertanyakan Dasar Kepemilikan Tanah PT Gunung Anugerah Sukses

 

Tangerang Selatan,mitrapolri.info-Martin, S.H., M.H., kuasa hukum dari ahli waris Rohimah dkk, dengan tegas menyatakan keberatan atas rencana pengukuran dan pengembalian batas tanah yang dilakukan ATR/BPN Kota Tangerang Selatan berdasarkan permohonan Polda Metro Jaya. Objek tanah yang berlokasi di Kelurahan Cirendeu Indah II RT 001 RW 001, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan itu saat ini masih berstatus sengketa dan dalam proses penyidikan aparat hukum.

Martin menegaskan bahwa sesuai Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nomor 21 Tahun 2020, tanah yang berstatus sengketa tidak bisa dilakukan pengukuran. “Tindakan ini cacat prosedur dan berpotensi melanggar aturan hukum,” jelas Martin kepada awak media.

Lebih lanjut, Martin menyoroti tindakan PT Gunung Anugerah Sukses yang melaporkan ahli waris dengan tuduhan Pasal 167 dan Pasal 385 KUHP. Menurutnya, laporan tersebut janggal karena objek dan locus kejadian berbeda dengan perkara tahun 1998. Saat itu, ahli waris memang sempat dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Tangerang, namun dalam Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung, ahli waris dinyatakan tidak bersalah dan perkara diputuskan sebagai ranah keperdataan karena adanya dua kepemilikan berbeda atas objek yang sama.

Baca Juga :  Semarak HUT ke-81 RI di Desa Simpang, Takokak: Merdeka dengan Kebersamaan dan Semangat Inovasi

Martin menegaskan kliennya memiliki bukti kuat berupa Girik C Nomor 116 Persil 79 atas nama Ridin bin Ending dan Girik C Nomor 363 Persil 79 atas nama Saian bin Ending dengan luas total 14.000 meter persegi. Kepemilikan itu juga diperkuat dengan adanya makam keluarga sejak tahun 1952 di lokasi tanah tersebut.

Sementara PT Gunung Anugerah Sukses hanya mengantongi Sertifikat Nomor 399 atas nama Ny. Stien Hilda Kemboean, yang asal-usul giriknya berbeda (1818, 1830, dan 1840). Sertifikat tersebut kemudian dihibahkan kepada Simon Tambaluyan, sebelum dialihkan kepada PT Gunung Anugerah Sukses, lalu diturunkan statusnya menjadi SHGB Nomor 00558. “Jika prosedur peralihan hak ini tidak benar, maka jelas cacat hukum,” tegas Martin.

Baca Juga :  Alhamdulillah! Dana Desa Simpang Mewujudkan Jalan 150 Meter Demi Kesejahteraan Warga

Senada dengan itu, H. Agus Supratman, S.T., M.M., yang juga kuasa hukum ahli waris, menilai laporan dari pengacara PT Gunung Anugerah Sukses seharusnya ditolak. Agus mempertanyakan mengapa pengukuran baru dilakukan setelah sertifikat beralih nama, padahal saat itu tidak ada peta bidang maupun NIB.

“Kami menduga ada pemaksaan dari pihak-pihak tertentu untuk melaksanakan pengukuran. Padahal perkara ini sudah memiliki putusan MA dan PK, sehingga tidak sah jika seseorang dilaporkan dua kali atas pokok perkara yang sama,” tegas Agus.

Untuk mengantisipasi gesekan di lapangan, proses rencana pengukuran dan pengembalian batas tanah ini mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan, termasuk Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq beserta jajarannya, serta Danramil Mayor Inf Tarsan bersama personelnya.

“Tim kuasa hukum Martin, S.H., M.H. & Partners akan terus memperjuangkan hak-hak ahli waris. Sampai hari ini, ahli waris tidak pernah melakukan jual beli atau pengalihan kepemilikan tanah tersebut kepada pihak manapun,” pungkas Agus.

Ads

Berita Terkait

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026
Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Indramayu Disorot, APH dan BPH Migas Didesak Bertindak
Sebaran Erupsi Letusan Abu Vulkanik Gunung Krakatau, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker Kepada Ojol dan Masyarakat 
Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Rumah Warga Batulayang Cililin, APH Diminta Turun Tangan
PKBM Nurul Amanah Cihamirung Disorot, Diduga Ada Siswa Fiktif dan Dana BOSP Rp433 Juta
Revitalisasi SDN 1 Cikidang Sukabumi Disorot, Diduga Banyak Kejanggalan
Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Bankeu 2026 Desa Citapen Fokus Pengaspalan Jalan
Peduli Kesehatan Pengguna Jalan, Satlantas Jakbar Bagikan Masker Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:40 WIB

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026

Selasa, 8 September 2026 - 17:33 WIB

Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Indramayu Disorot, APH dan BPH Migas Didesak Bertindak

Selasa, 8 September 2026 - 17:06 WIB

Sebaran Erupsi Letusan Abu Vulkanik Gunung Krakatau, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker Kepada Ojol dan Masyarakat 

Selasa, 8 September 2026 - 06:31 WIB

Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Rumah Warga Batulayang Cililin, APH Diminta Turun Tangan

Selasa, 8 September 2026 - 05:56 WIB

PKBM Nurul Amanah Cihamirung Disorot, Diduga Ada Siswa Fiktif dan Dana BOSP Rp433 Juta

Berita Terbaru