Ada Apa Liputan HUT 70th Polantas dibatasi hanya 5 Media? Sekjen MOi DKI Berharap Ada Penjelasan

Avatar photo

Senin, 22 September 2025 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta,mitrapolri info- HUT ke-70th Polisi Lalu Lintas (Polantas) ke-70 di Auditorium Mutiara PTIK, Jakarta Selatan hari ini Senin (22/9/2025), tercoreng oleh insiden pembatasan kerja jurnalistik.

Seorang wartawan dari Topikonline.co.id mengalami tindakan pengusiran oleh anggota Propam Mabes Polri saat hendak mewawancarai Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho.

Peristiwa diskriminasi terjadi ketika Brigadir Andreas, anggota Propam, mendekati wartawan yang memperlihatkan menunjukkan kartu pers resmi. Alasanya hanya lima media yang diperbolehkan meliput acara tersebut. Andreas langsung meminta wartawan tersebut meninggalkan lokasi.

Baca Juga :  Gencatan Senjata 2 Pekan AS, Israel, dan Iran: Ketegangan Mereda, Selat Hormuz Jadi Faktor Utama

“Mohon maaf mas, hanya lima media saja yang boleh meliput, selebihnya tidak boleh,” ucap Andreas sembari mengusir, meski sang wartawan sudah menjelaskan bahwa dirinya kerap menulis tentang kinerja Polantas maupun Kakorlantas.

Tindakan pengusiran jurnalis tersebut mengusik empati Sekjen MOI DKI Agnes Novelia (Novie).

Tidak bisa seperti ini, kita datang sediakan waktu untuk dapat berita terbaik, ber up to date, kenapa harus dihalangi? Berdasarkan apa hanya Lima media yang diperbolehkan liput?” segera penjelasannya dari Pimpinan.

Baca Juga :  Bupati Cianjur Dr, Wahyu Ferdian Gelar Rembug Warga di Wisma Haji Ciloto, Disambut Antusias Masyarakat

Tindakan anggota Propram juga berlebihan, harusnya jangan halangi tugas kami, jika dibiarkan akan berulang terus dan menimbulkan pengkotak-kotakan. Kerap petinggi Polri menyatakan Jurnalis sebagai mitra, jangan halangi tugas mereka.

Suara Nitizen News menulis, tindakan ini menuai sorotan, mengingat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers secara tegas menjamin kemerdekaan pers. Pasal-pasal dalam UU tersebut menyatakan wartawan berhak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi tanpa pembatasan atau intervensi, serta dilindungi hukum saat menjalankan tugas jurnalistik.

Mr Yadi

Berita Terkait

Majelis Adat Sumedanglarang dan ABPEDNAS Dorong Pembentukan Lembaga Adat Desa di Sumedang
Warga Soroti Program Jalan Usaha Tani di Kampung Cikaret, Kades Sukaraharja Beri Penjelasan
Akibat Pengendara Tidak Sabar, Kemacetan Parah Terjadi di Cigombong Menuju Jalur Benda Sukabumi
HEBOH! Seorang Istri Diduga Selingkuh dan Kirim Uang Diam-Diam ke Kakaknya, Suami Merasa Dikhianati Habis-Habisan
MBG Ciadeg Dikeluhkan Kader Posyandu: Balita Dikasih Kangkung, Timun Diduga Busuk hingga Susu Tak Sesuai
INSPEKTORAT KABUPATEN CIANJUR TERBITKAN SURAT TUGAS, TIM IRBAN 4 LAKUKAN PEMERIKSAAN KHUSUS DI DESA SUKARAHARJA
Warga Keluhkan Lampu PJU Mati Lebih dari Sebulan
SMP DAN SMK Mathla’ul Anwar Matagara Tigaraksa laksanakan SPMB Menuju Tangerang Gemilang 

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:05 WIB

Majelis Adat Sumedanglarang dan ABPEDNAS Dorong Pembentukan Lembaga Adat Desa di Sumedang

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:18 WIB

Warga Soroti Program Jalan Usaha Tani di Kampung Cikaret, Kades Sukaraharja Beri Penjelasan

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:25 WIB

Akibat Pengendara Tidak Sabar, Kemacetan Parah Terjadi di Cigombong Menuju Jalur Benda Sukabumi

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:07 WIB

HEBOH! Seorang Istri Diduga Selingkuh dan Kirim Uang Diam-Diam ke Kakaknya, Suami Merasa Dikhianati Habis-Habisan

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:57 WIB

MBG Ciadeg Dikeluhkan Kader Posyandu: Balita Dikasih Kangkung, Timun Diduga Busuk hingga Susu Tak Sesuai

Berita Terbaru