GURANDIL EMAS ILEGAL DI Kp. GUNUNG DAHU: SIAPA YANG TUTUP MATA?
BANTARKARET — NANGGUNG, 21 AGUSTUS 2026 — Di bawah bayang-bayang keserakahan, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, kini berubah menjadi medan maut. Penambangan emas ilegal — yang dikenal warga sebagai “gurandil” — di Kampung Gunung Dahu, di bawah kendali yang diduga milik Bapak Oman, beroperasi tanpa henti, tanpa izin, tanpa rasa takut, dan seolah-olah di bawah perlindungan tak kasat mata.

🚨 MAUT BERKELIARAN, SIAPA YANG PEDULI?
Lubang-lubang raksasa menganga di mana-mana. Tanah longsor kapan saja. Air sungai keruh beracun. Gas beracun mengintai di setiap lorong gelap. Warga takut, tapi diam. Aparat tahu, tapi seolah buta tuli. Galian ini bukan sekadar pelanggaran hukum — ini penjajahan terhadap keselamatan nyawa warga dan perampokan harta negara di siang bolong!
⚖️ HUKUM TERINJAK-INJAK, KEKUASAAN DIABAIKAN
UU Minerba No.3/2020 Pasal 158 tegas: penambangan tanpa izin = penjara hingga 5 tahun, denda Rp100 MILIAR. UU Lingkungan Hidup: pencemaran racun = penjara hingga 5 tahun, denda Rp10 MILIAR. Tapi di sini? Hukum jadi kertas bekas. Ancaman jadi angin lalu. Gurandil makin subur, makin besar, makin berani — karena merasa punya pelindung!
👁️ TUTUP MATA = BAGI HASIL?
Pertanyaan tajam untuk semua pihak berwenang:
Kepala Desa, Camat, Polres, Dinas ESDM — APA YANG KALIAN LAKUKAN?
Kenapa galian ini berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun beroperasi tanpa diganggu gugat? Apakah setiap lubang emas itu disertai “uang diam” yang membuat mata kalian tak bisa melihat bahaya di depan hidung sendiri?
📣 SERUAN KERAS UNTUK SEMUA PIHAK
✅ Kepada aparat penegak hukum & pemerintah daerah: BERHENTI MENUTUP MATA! Segera turun ke lokasi, tutup paksa semua galian ilegal, amankan pelakunya, dan usut siapa yang melindungi mereka!
✅ Kepada warga: Jangan diam! Bahaya ini bukan milik orang lain — ini milik kalian, anak-anak kalian, tanah kalian! Lapor, bersuara, jangan biarkan keserakahan menelan nyawa kalian satu per satu!
✅ Kepada pengelola gurandil: Ketahuilah — emas yang kalian gali itu berdarah. Setiap butir yang kalian ambil adalah dosa atas kerusakan bumi, pencemaran air, dan nyawa yang terancam. Hukum Tuhan dan hukum negara takkan pernah tidur selamanya!
“Jika kebenaran tak bersuara, kejahatan akan berjalan tanpa hambatan. Tutup mata hari ini = tanggung jawab darah esok hari.”










