Tramadol Dijual Bebas di Bekasi, Warga Resah: Anak di Bawah Umur Diduga Jadi Sasaran

Avatar photo

Rabu, 24 Desember 2025 - 15:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tramadol Dijual Bebas di Bekasi, Warga Resah: Anak di Bawah Umur Diduga Jadi Sasaran

Bekasi – mitrapolri.infoPeredaran obat keras jenis tramadol dan eximer di wilayah Jalan Raya Mustika No.105 RT 001/RW 004, Kelurahan Padurenan, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, dilaporkan semakin marak dan meresahkan warga. Obat-obatan golongan G tersebut diduga diperjualbelikan secara bebas dan terbuka, tanpa rasa takut terhadap penindakan hukum.

 

Yang lebih memprihatinkan, menurut keterangan warga sekitar, sasaran penjualan obat keras tersebut diduga berasal dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak sekolah dan remaja di bawah umur. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius akan dampak buruk penyalahgunaan obat terlarang terhadap generasi muda.

Baca Juga :  Sambut Antusias Program P3-TGAI Tani Mandiri, Petani Desa Wangun Jaya Berharap Penambahan Alokasi Irigasi

 

Awak media mitrapolri.info berhasil menemui seorang penjaga warung berinisial R, yang mengaku bernama Rizal. Ia menyampaikan bahwa warung tersebut telah beroperasi selama kurang lebih empat bulan. Menurut pengakuannya, ia merasa aman dalam menjalankan aktivitasnya.

 

Lebih lanjut, Rizal menyebutkan bahwa pemasok atau bos besar yang dikenal dengan nama Daud disebut-sebut telah melakukan koordinasi dengan aparat setempat, khususnya bagian satuan narkoba. Selain itu, ia juga mengklaim adanya dugaan dukungan atau bekingan dari oknum tertentu. Pernyataan tersebut masih sebatas pengakuan sepihak narasumber dan perlu klarifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

 

Di sisi lain, awak media juga mewawancarai salah satu warga sekitar yang mengaku sangat resah dengan keberadaan warung tersebut. Ia menyampaikan bahwa anaknya diduga telah menjadi korban penyalahgunaan obat-obatan yang dijual di lokasi itu.

Baca Juga :  BOMBASTIS! PROGRAM P3TGAI DESA SUKALAHARJA BOGOR DIDUGA SARAT SUAP & TUTUP-TUTUPAN – LSM DESAK TIPIKOR TURUN TANGAN!

 

“Kami minta aparat jangan hanya menonton. Tolong segera lakukan penggerebekan dan penindakan. Kasihan masyarakat, terutama anak-anak kami,” ujar warga tersebut dengan nada penuh harap.

 

Warga berharap aparat penegak hukum segera bertindak tegas dan profesional guna menghentikan peredaran obat keras golongan G di wilayah tersebut, serta menindak seluruh pihak yang terlibat, mulai dari penjual hingga bandar besar, demi menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi masyarakat.

(Aris m)

Berita Terkait

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026
Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Indramayu Disorot, APH dan BPH Migas Didesak Bertindak
Sebaran Erupsi Letusan Abu Vulkanik Gunung Krakatau, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker Kepada Ojol dan Masyarakat 
Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Rumah Warga Batulayang Cililin, APH Diminta Turun Tangan
PKBM Nurul Amanah Cihamirung Disorot, Diduga Ada Siswa Fiktif dan Dana BOSP Rp433 Juta
Revitalisasi SDN 1 Cikidang Sukabumi Disorot, Diduga Banyak Kejanggalan
Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Bankeu 2026 Desa Citapen Fokus Pengaspalan Jalan
Peduli Kesehatan Pengguna Jalan, Satlantas Jakbar Bagikan Masker Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:40 WIB

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026

Selasa, 8 September 2026 - 17:33 WIB

Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Indramayu Disorot, APH dan BPH Migas Didesak Bertindak

Selasa, 8 September 2026 - 17:06 WIB

Sebaran Erupsi Letusan Abu Vulkanik Gunung Krakatau, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker Kepada Ojol dan Masyarakat 

Selasa, 8 September 2026 - 06:31 WIB

Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Rumah Warga Batulayang Cililin, APH Diminta Turun Tangan

Selasa, 8 September 2026 - 05:56 WIB

PKBM Nurul Amanah Cihamirung Disorot, Diduga Ada Siswa Fiktif dan Dana BOSP Rp433 Juta

Berita Terbaru