Tarif Air Mahal, Warga Apartemen Kalibata City Gugat PAM Jaya

Avatar photo

Jumat, 3 Oktober 2025 - 05:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tarif Air Mahal, Warga Apartemen Kalibata City Gugat PAM Jaya

Jakarta,mitrapolri.info– Sidang perdana gugatan warga penghuni Apartemen Kalibata City terhadap BUMD PAM Jaya, dijadwalkan digelar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 2 Oktober 2025. Pihak penggugat maupun tergugat dijadwalkan hadir dalam sidang. Gugatan ini terdaftar dengan nomor perkara 631/Pdt.G/2025/PN Jkt.Pst.

“Kalau kita lihat dari absensi, dari pihak PAM ada hadir,” ujar kuasa hukum penggugat, Haris Candra kepada wartawan.

Menurut Haris, mediasi dalam persoalan ini pasti akan dilakukan. Sebab, upaya tersebut merupakan mekanisme yang diatur dalam persidangan perdata dalam gugatan perbuatan melawan hukum (PMH).

“Jadi kemungkinan besar kalau nanti persidangan dibuka, kalau dari (pihak) gubernur (Jakarta) juga hadir, akan diagendakan untuk penungguan mediator. Nah nanti ada mediasi di sana. Tapi nanti kita lihat lah, karena kan belum terlaksana ini persidangan awal,” tuturnya.

Haris menjelaskan, gugatan pihaknya layangkan lantaran tarif air di Apartemen Kalibata City yang digolongkan ke tarif kategori yang menurut mereka mahal, oleh PAM Jaya. Padahal, kata dia, Apartemen Kalibata City sama halnya dengan rumah susun sederhana milik (rusunami). Sehingga, tarif air dari PAM Jaya seharusnya juga masuk kategori untuk rusunami.

Baca Juga :  Pemdes Cinangneng Berikan Pembinaan Digital bagi RT, Percepat Pendataan Perlindungan Sosial

“Seharusnya tarif yang dikenakan kepada rusunami Kalibata ini tidak yang sekarang, tidak di golongan menengah,” ucapnya.

Tarif yang dinilai tidak sesuai itu, sudah diberlakukan PAM Jaya sejak tahun 2014 hingga sekarang. Karenanya, warga penghuni apartemen melalui Perhimpunan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) melayangkan gugatan.

Total, belasan miliar rupiah kelebihan bayar yang telah dibayarkan penghuni apartemen, akibat dari ketidaksesuaian tarif air bersih tersebut. Menurut Haris, penghuni apartemen terkesan dipaksa membayar tarif air yang tak sesuai itu.

“Nah ini sudah dari 2014 sampai dengan sekarang ini kalau dihitung kelebihannya ini sudah sekitar Rp16 miliar sekian. Nah inilah yang sudah ditanggung oleh mereka ini, sudah dibayar,” kata Haris.

Baca Juga :  Pelantikan Suyudi Ario Seto Menjadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit di Istana Negara

Atas itu, pihaknya berharap majelis hakim yang mengadili perkara tersebut mengabulkan gugatan warga penghuni Apartemen Kalibata City.

“Tentunya permohonan kita ke majelis hakim ini agar PAM ini melakukan penyesuaian, penyesuaian golongan kepada Kalibata City dan yang kedua tentunya pengembalian hak-hak mereka. Ini kan hak-hak mereka yang mau tidak mau dibayarkan, tapi bukan kewajiban mereka sebenarnya untuk membayarkan,” tuturnya.

Sementara, Ketua PPPSRS Kalibata City, Musdalifah Pangka, mengungkapkan pihaknya nyaris putus asa dalam memperjuangkan persoalan ini. Sebab, warga sudah mengadu ke berbagai pihak, termasuk ke DPRD DKI Jakarta, namun tak berbuah manis.

Karenanya jalur hukum melalui gugatan perdata ini akhirnya didaftarkan.

“Kita sudah demo ke Balai Kota, kita sudah minta bersurat, kita sudah ke DPRD, ke mana, ke mana, ke mana. Tidak membuahkan hasil yang seperti yang kita harapkan,” ujarnya.

“Jadi mungkin ini jalan satu-satunya kita harus gugat di pengadilan,” imbuh Musdalifah.

Mr yadi

Berita Terkait

Mengubah Citra Ormas Kedaerahan: Cara JUSUF RIZAL Membantu Masyarakat Madura Melalui MADAS NUSANTARA Dorong Ekonomi dan Bantu Tata Kota Jakarta
Perayaan Harlah ke-2 Ormas Madas Nusantara Berlangsung Meriah, Korwil Jatim Sampaikan Apresiasi
Pakar Hukum Ingatkan Pekerja Tak Gegabah Hadapi PHK Sepihak
Proyek Revitalisasi SDN Cipaku 4 Rp700 Juta Disorot: Diduga Diborong ke Pihak Ketiga, Pengawasan Lintas Instansi Dipertanyaka
Ketua PAC Ciawi Gelar Silaturahmi Bersama Para Ketua Ranting, Bahas Penguatan Solidaritas dan Kegiatan Sosial
Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Ketahanan Pangan, desa kopyah.kec. Anjatan tahun anggaran 2024 menuai sorotan 
Kegiatan dalam rangka memperingati hari santri nasional 
Wujudkan Desa Maju dan Sejahtera, Pemdes Sukatani Alokasikan Bankeu Khusus Rp 700 Juta untuk Pembangunan Jembatan Pabuaran Hilir

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Mengubah Citra Ormas Kedaerahan: Cara JUSUF RIZAL Membantu Masyarakat Madura Melalui MADAS NUSANTARA Dorong Ekonomi dan Bantu Tata Kota Jakarta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Perayaan Harlah ke-2 Ormas Madas Nusantara Berlangsung Meriah, Korwil Jatim Sampaikan Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Pakar Hukum Ingatkan Pekerja Tak Gegabah Hadapi PHK Sepihak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Proyek Revitalisasi SDN Cipaku 4 Rp700 Juta Disorot: Diduga Diborong ke Pihak Ketiga, Pengawasan Lintas Instansi Dipertanyaka

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Ketua PAC Ciawi Gelar Silaturahmi Bersama Para Ketua Ranting, Bahas Penguatan Solidaritas dan Kegiatan Sosial

Berita Terbaru