Kades Situ Ilir Diduga Hindari Konfirmasi Media, Dana Desa Rp 1,4 Miliar Jadi Sorotan, Diduga Sarat KKN

Avatar photo

Rabu, 1 Oktober 2025 - 03:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kades Situ Ilir Diduga Hindari Konfirmasi Media, Dana Desa Rp 1,4 Miliar Jadi Sorotan, Diduga Sarat KKN

 

Bogor,mitrapolri.info– Pengelolaan Dana Desa di Desa Situ Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor kembali menjadi sorotan tajam publik. Kepala Desa (Kades) Subhan disebut-sebut berulang kali menghindar saat awak media berusaha meminta klarifikasi dan Konfirmasi terkait realisasi program desa tahun 2024-2025.

Padahal, berdasarkan data resmi, Desa Situ Ilir yang berstatus Desa Mandiri mendapatkan pagu Dana Desa sebesar Rp 1.499.263.000. Jumlah ini tidak sedikit dan semestinya mampu mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Rincian Penyaluran Dana Desa

Hingga akhir 2024, dana desa telah disalurkan dalam dua tahap, yakni:

 

Tahap I: Rp 899.557.800 (60%)

Tahap II: Rp 599.705.200 (40%)

Tahap III: Rp 0 (0%)

Dalam laporan penggunaan, dana tersebut dialokasikan ke berbagai pos, antara lain:

 

Pos Kesehatan Desa/Polindes: Rp 21 juta

Jalan Desa (pembangunan/rehabilitasi/pengerasan): Rp 313,5 juta

Pemeliharaan Jalan Desa (gorong-gorong, selokan, drainase): Rp 94,5 juta

Jalan Lingkungan/Gang: Rp 112,5 juta

Pemeliharaan Sumber Air Bersih: Rp 27 juta

Keadaan Mendesak: Rp 115,2 juta

Peningkatan Produksi Tanaman Pangan: Rp 168,5 juta

Baca Juga :  Operasi Polsek Leles Garut, Kios Penjual Obat Keras Jenis Tramadol Dipoliseline, Pelaku Kabur Tanpa Jejak

Operasional Pemerintah Desa: Rp 22,2 juta

Laporan Diduga Tidak Sesuai Fakta

Meskipun laporan terlihat rapi di atas kertas, kenyataan di lapangan berbeda jauh. Beberapa proyek pembangunan jalan, drainase, dan pemeliharaan fasilitas umum yang disebutkan dalam LPJ, justru minim bukti nyata. Bahkan, sejumlah warga mengaku tidak melihat adanya pembangunan signifikan sebagaimana yang tertulis dalam laporan penggunaan anggaran.

Hal inilah yang memunculkan dugaan adanya LPJ fiktif atau laporan pertanggungjawaban yang direkayasa. Dengan nilai anggaran miliaran rupiah, ketidaksesuaian ini jelas menimbulkan pertanyaan besar.

Kades Subhan Diduga Menghindar

Ketika awak media mencoba melakukan konfirmasi langsung, Kades Subhan tidak pernah memberikan jawaban tegas. Berbagai alasan kerap muncul—mulai dari tidak berada di kantor desa, sedang ada urusan luar, hingga tidak bisa ditemui. Pola ini menimbulkan dugaan bahwa sang kades memang sengaja menghindar dari pertanyaan publik terkait transparansi dana desa.

Seorang Aktipis pemerhati desa di Kab, Bogor yang enggan disebutkan namanya mengatakan, “Kalau memang benar digunakan sesuai aturan, kenapa harus menghindar? Seharusnya kades berani buka data dan memperlihatkan hasil pembangunan.”

Desakan Audit dari Inspektorat

Baca Juga :  PKBM Ibnu Rusy gelar TKA di Pokjar Cigombong, Kasie PDPK Paud Dikmas Dinas Pendidikan : TKA merupakan penilaian individual untuk mengukur capaian akademik siswa

Kasus ini mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) hingga Masyarakat Setempat meminta Inspektorat Kabupaten Bogor, bahkan aparat penegak hukum, segera turun tangan melakukan audit mendalam terhadap penggunaan dana desa Situ Ilir tahun 2024.

“Anggaran sebesar Rp 1,4 miliar bukan jumlah kecil. Kalau benar ada penyimpangan, ini jelas merugikan rakyat. Jangan sampai program pemerintah pusat untuk membangun desa justru dipelintir menjadi ajang memperkaya segelintir pihak,” tegas seorang aktivis pemerhati anggaran desa di Bogor.

Transparansi dan Akuntabilitas Dipertanyakan

Kasus di Situ Ilir menambah daftar panjang dugaan penyalahgunaan dana desa di wilayah Kabupaten Bogor. Padahal, dana desa adalah instrumen vital untuk menurunkan kemiskinan, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan pelayanan publik.

Minimnya transparansi serta dugaan manipulasi laporan keuangan bukan hanya mencederai kepercayaan masyarakat, tetapi juga berpotensi menyeret aparat desa ke ranah hukum.

Kini publik menunggu langkah cepat dari Inspektorat, BPKP, hingga aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan ini. Masyarakat Desa Situ Ilir berharap kasus ini tidak berhenti pada isu dan rumor semata, tetapi benar-benar ditindaklanjuti demi kepastian hukum dan keadilan

(Setiawan)

Berita Terkait

HEBOH! Seorang Istri Diduga Selingkuh dan Kirim Uang Diam-Diam ke Kakaknya, Suami Merasa Dikhianati Habis-Habisan
MBG Ciadeg Dikeluhkan Kader Posyandu: Balita Dikasih Kangkung, Timun Diduga Busuk hingga Susu Tak Sesuai
INSPEKTORAT KABUPATEN CIANJUR TERBITKAN SURAT TUGAS, TIM IRBAN 4 LAKUKAN PEMERIKSAAN KHUSUS DI DESA SUKARAHARJA
Warga Keluhkan Lampu PJU Mati Lebih dari Sebulan
SMP DAN SMK Mathla’ul Anwar Matagara Tigaraksa laksanakan SPMB Menuju Tangerang Gemilang 
Rifky Abdilah Dukung Abah Abing Jadi Bakal Calon Kades Tugu Jaya
Diduga oknum kepala Sekolah SDN Panimbang jaya 03 manipulasi spj pembelanjaan dana Bos th anggaran 2025
Ketua RW–RT Kompak Usung Indriasi Rusli SE,Jadi Calon Kades Pandansari 2027–2035

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:07 WIB

HEBOH! Seorang Istri Diduga Selingkuh dan Kirim Uang Diam-Diam ke Kakaknya, Suami Merasa Dikhianati Habis-Habisan

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:57 WIB

MBG Ciadeg Dikeluhkan Kader Posyandu: Balita Dikasih Kangkung, Timun Diduga Busuk hingga Susu Tak Sesuai

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:03 WIB

INSPEKTORAT KABUPATEN CIANJUR TERBITKAN SURAT TUGAS, TIM IRBAN 4 LAKUKAN PEMERIKSAAN KHUSUS DI DESA SUKARAHARJA

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:40 WIB

Warga Keluhkan Lampu PJU Mati Lebih dari Sebulan

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:22 WIB

SMP DAN SMK Mathla’ul Anwar Matagara Tigaraksa laksanakan SPMB Menuju Tangerang Gemilang 

Berita Terbaru

Berita

Warga Keluhkan Lampu PJU Mati Lebih dari Sebulan

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:40 WIB