Datang Konfirmasi Dana BOS dan PIP, Tim Media Diusir dari Yayasan Pesona Dywantara Bogor
Bogor – Mitrapolri-.info Tim media Langsung diusir saat hendak melakukan konfirmasi terkait realisasi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP) di Yayasan Pesona Dywantara, Jalan Raya Paku Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Kamis (9/4/2026).

Kedatangan awak media itu bertujuan untuk meminta penjelasan dari pihak yayasan terkait penggunaan dana pendidikan yang bersumber dari pemerintah. Namun, upaya konfirmasi tersebut justru berujung penolakan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, tim media sempat mendapat respons bernada pengusiran dari seseorang yang diduga mewakili pihak sekolah. Orang tersebut disebut melontarkan kalimat dalam.
“pagi”pagi geus daratang atuh, wayah kieu mah can aya bayaran ti murid oge.”
Kalimat itu secara umum dimaknai sebagai keberatan atas kedatangan media pada pagi hari, sambil menyinggung belum adanya pembayaran dari murid.
Tak hanya itu, situasi disebut sempat memanas saat Ketua Yayasan, Budi Antoro, diduga menunjukkan reaksi emosional. Berdasarkan keterangan di lapangan, ia disebut sempat menggebrak meja sebelum akhirnya meninggalkan ruangan.
Peristiwa itu memunculkan sorotan karena tim media datang untuk mengonfirmasi penggunaan dana publik, bukan membahas urusan administrasi pembayaran siswa.
Sebagai informasi, dana BOS merupakan bantuan pemerintah untuk mendukung kebutuhan operasional sekolah. Sementara PIP merupakan bantuan pendidikan yang diberikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu.
Karena bersumber dari anggaran negara, penggunaan dana BOS dan PIP semestinya dapat dijelaskan secara terbuka kepada publik.
Hingga berita ini ditulis, pihak Yayasan Pesona Dywantara belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengusiran terhadap tim media maupun soal realisasi penggunaan dana BOS dan PIP yang dipertanyakan.
Tim media menyatakan masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak yayasan maupun sekolah agar pemberitaan tetap berimbang.pungkas
(Abdul miptah )









