Dana Hibah Aspirasi Gerindra Rp450 Juta di Cipunagara Diduga Disalahgunakan, APH Diminta Turun Tangan

Avatar photo

Selasa, 23 Desember 2025 - 03:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dana Hibah Aspirasi Gerindra Rp450 Juta di Cipunagara Diduga Disalahgunakan, APH Diminta Turun Tangan

 

Subang,mitrapolri.info– Program efisiensi anggaran dan percepatan pembangunan yang dicanangkan Bupati Subang diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya.

 

Sejumlah penerima dana hibah Tahun Anggaran 2025 di Kampung Salagedang, RT 26/06, Desa Jati, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, disorot karena diduga menggunakan anggaran tidak sesuai harapan.

 

Dana hibah tersebut diketahui bersumber dari aspirasi Partai Gerindra, dengan total nilai mencapai Rp450 juta.

 

Bangunan dana hibah tidak sesuai ( RAB)

Sorotan utama tertuju pada Yayasan Graha Prima Kencana yang beralamat di Kampung Salagedang RT 26/06 Desa Jati, Kecamatan Cipunagara.

 

Yayasan ini menerima dana hibah sebesar Rp200.000.000. Berdasarkan hasil pantauan sejumlah awak media di lapangan, pekerjaan yang dilaksanakan oleh yayasan yang diketuai Sapna tersebut diduga tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang diterima.

 

Di lokasi, pekerjaan yang terlihat baru sebatas rehab atap, dinding, dan kusen bangunan, sementara pekerjaan lantai masih dalam tahap pengerjaan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik, apakah penggunaan anggaran ratusan juta rupiah tersebut sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan peruntukannya. Bahkan, muncul dugaan pekerjaan dilakukan secara asal-asalan tanpa memperhatikan kualitas dan transparansi.

 

Tak hanya itu, penerima hibah lainnya yakni Majelis Ta’lim At-Taufiq yang berada di wilayah sama, Kampung Salagedang RT 26/06 Desa Jati, juga menjadi sorotan. Majelis tersebut menerima dana hibah sebesar Rp150.000.000. Namun saat awak media turun langsung ke lapangan pada Sabtu, 20 Desember 2025, belum terlihat adanya aktivitas pembangunan atau realisasi pekerjaan apa pun di lokasi.

Baca Juga :  *POLDA METRO JAYA MELAKSANAKAN KEGIATAN PATROLI PREVENTIF CRIME STRIKE DI WILAYAH JAKARTA BARAT*

 

Padahal, berdasarkan informasi yang dihimpun, dana hibah untuk Majelis Ta’lim At-Taufiq tersebut disebut telah diterima sejak sekitar satu bulan lalu, terhitung dari November 2025.

 

Fakta ini semakin menguatkan dugaan adanya keterlambatan bahkan potensi penyimpangan dalam pelaksanaan penggunaan anggaran hibah.

 

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, salah satu penerima hibah bernama Opik memberikan keterangan yang masih simpang siur. Ia belum dapat menjelaskan secara rinci dan jelas terkait penerapan kedua anggaran hibah tersebut, baik untuk Yayasan Graha Prima Kencana maupun Majelis Ta’lim At-Taufiq. Ketidakjelasan ini semakin menambah tanda tanya di tengah masyarakat.

 

Selain dua penerima hibah tersebut, bantuan hibah untuk Kelompok Pemuda Kreatif Salagedang sebesar Rp100.000.000 juga ikut dipertanyakan. Hingga kini, keberadaan kelompok tersebut tidak diketahui secara jelas, begitu pula siapa yang menjadi penerima dan pengelola anggaran hibah itu. Warga setempat mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas kelompok maupun program yang bersumber dari dana hibah tersebut.

 

Total dana hibah aspirasi Partai Gerindra yang mengalir ke wilayah Kampung Salagedang, Desa Jati, Kecamatan Cipunagara, mencapai Rp450 juta. Nilai yang cukup besar ini seharusnya mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga :  Rp33 Juta Dana BOS SDN Cililitan 2 Dipertanyakan: Honor 3 Honorer Rp36 Juta, Anggaran Tercatat Rp69 Juta — Ke Mana Sisanya?”

 

Namun, kondisi di lapangan justru memunculkan kekecewaan dan keresahan warga, karena hasil yang terlihat dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang digelontorkan.

 

Masyarakat berharap program hibah yang bersumber dari aspirasi politik ini dapat dikelola secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan semangat efisiensi anggaran yang ditekankan oleh Bupati Subang.

 

Jangan sampai dana publik justru menimbulkan persoalan baru dan berpotensi merugikan negara.

Demi menyukseskan harapan Bupati Subang dalam percepatan pembangunan dan efisiensi anggaran, awak media dan masyarakat meminta kepada seluruh pihak terkait, mulai dari dinas instansi pemerintah daerah, inspektorat, hingga aparat penegak hukum (APH) untuk segera turun tangan melakukan pengecekan dan audit ulang terhadap seluruh penerima dana hibah di wilayah tersebut.

 

Langkah ini dinilai penting agar penggunaan dana hibah Tahun Anggaran 2025 benar-benar sesuai peruntukan, tepat sasaran, serta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Masyarakat juga berharap adanya keterbukaan informasi kepada publik mengenai mekanisme penyaluran, realisasi, serta hasil penggunaan dana hibah tersebut.

 

Jika dugaan penyimpangan ini benar, maka aparat penegak hukum diminta bertindak tegas sesuai aturan yang berlaku, demi menjaga kepercayaan publik dan memastikan dana rakyat tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

(Tim red ).

Berita Terkait

Mengubah Citra Ormas Kedaerahan: Cara JUSUF RIZAL Membantu Masyarakat Madura Melalui MADAS NUSANTARA Dorong Ekonomi dan Bantu Tata Kota Jakarta
Perayaan Harlah ke-2 Ormas Madas Nusantara Berlangsung Meriah, Korwil Jatim Sampaikan Apresiasi
Pakar Hukum Ingatkan Pekerja Tak Gegabah Hadapi PHK Sepihak
Proyek Revitalisasi SDN Cipaku 4 Rp700 Juta Disorot: Diduga Diborong ke Pihak Ketiga, Pengawasan Lintas Instansi Dipertanyaka
Ketua PAC Ciawi Gelar Silaturahmi Bersama Para Ketua Ranting, Bahas Penguatan Solidaritas dan Kegiatan Sosial
Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Ketahanan Pangan, desa kopyah.kec. Anjatan tahun anggaran 2024 menuai sorotan 
Kegiatan dalam rangka memperingati hari santri nasional 
Wujudkan Desa Maju dan Sejahtera, Pemdes Sukatani Alokasikan Bankeu Khusus Rp 700 Juta untuk Pembangunan Jembatan Pabuaran Hilir

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Mengubah Citra Ormas Kedaerahan: Cara JUSUF RIZAL Membantu Masyarakat Madura Melalui MADAS NUSANTARA Dorong Ekonomi dan Bantu Tata Kota Jakarta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Perayaan Harlah ke-2 Ormas Madas Nusantara Berlangsung Meriah, Korwil Jatim Sampaikan Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Pakar Hukum Ingatkan Pekerja Tak Gegabah Hadapi PHK Sepihak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Proyek Revitalisasi SDN Cipaku 4 Rp700 Juta Disorot: Diduga Diborong ke Pihak Ketiga, Pengawasan Lintas Instansi Dipertanyaka

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Ketua PAC Ciawi Gelar Silaturahmi Bersama Para Ketua Ranting, Bahas Penguatan Solidaritas dan Kegiatan Sosial

Berita Terbaru