BBM 8.000 Liter Dibawa ke Bayah, Truk PT Noland Jaya Abadi Jadi Sorotan: Siapa Pengguna dan Dari Mana Asalnya?”
LEBAK,mitrapolri.info— Sebuah mobil tangki bertuliskan PT Noland Jaya Abadi dengan kapasitas yang tertera 8.000 liter terlihat sedang berhenti dan beristirahat di kawasan pesisir pada 19 September 2026.
Kendaraan tersebut membawa sejumlah tanda peringatan bahan berbahaya, termasuk simbol mudah terbakar. Kondisi ini menarik perhatian awak media untuk menelusuri lebih jauh mengenai asal-usul serta tujuan distribusi muatan yang dibawa kendaraan tersebut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media di lapangan, muncul pertanyaan mengenai status perusahaan dan sumber BBM yang diangkut. Informasi dari salah satu pihak yang mengaku mengetahui aktivitas depot/Pertamina di wilayah Cilegon menyebutkan bahwa nama perusahaan tersebut belum diketahui dalam daftar yang mereka kenal sebagai perusahaan yang terdaftar sebagai transporter BBM di Pertamina. Namun, informasi tersebut masih memerlukan verifikasi resmi dari Pertamina maupun instansi berwenang.
Saat dikonfirmasi, pengemudi yang diketahui bernama Masrida menyebut kendaraan tersebut merupakan transporter milik pihak yang disebutnya Pak Isan. Ketika awak media meminta penjelasan lebih lanjut, pengemudi tersebut justru memberikan nomor seseorang bernama Agus, yang disebutnya sebagai anggota Batalyon 320.
Pemberian nomor tersebut tentu menimbulkan pertanyaan tersendiri. Namun, hal itu tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai adanya keterlibatan atau hubungan institusi TNI dengan kegiatan distribusi BBM tersebut, sebelum ada klarifikasi dan bukti yang dapat diverifikasi.
Pernah Kirim ke Lebak Selatan
Penelusuran awak media juga memperoleh informasi bahwa kendaraan tersebut disebut-sebut beberapa kali melakukan pengiriman ke wilayah Lebak Selatan, termasuk pernah menuju Muara Binuangeun untuk kebutuhan nelayan.
Informasi tersebut kembali memunculkan pertanyaan, mengingat di kawasan Muara Binuangeun terdapat SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) yang memang diperuntukkan bagi kebutuhan bahan bakar nelayan.
Awak media kemudian menanyakan kepada pengemudi mengenai tujuan pengiriman pada hari tersebut.
Jawaban yang diperoleh menyebutkan bahwa BBM akan dikirim menuju wilayah Bayah, dengan keterangan yang terdengar sebagai kebutuhan “tambang”.
Bayah dan Aktivitas Tambang Jadi Sorotan
Informasi tersebut menjadi semakin menarik karena awak media juga memperoleh keterangan dari masyarakat bahwa di wilayah Bayah pernah terdapat aktivitas pertambangan yang disebut-sebut pernah mendapat pemeriksaan atau penindakan dari aparat penegak hukum (APH) karena diduga bermasalah dengan perizinan.
Namun demikian, apakah aktivitas tersebut masih berlangsung, siapa pengelolanya, serta apakah BBM yang diangkut truk tangki tersebut benar-benar diperuntukkan bagi kegiatan pertambangan, belum dapat dipastikan dan masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Karena itu, sejumlah pertanyaan layak diajukan kepada pihak terkait: dari mana BBM tersebut berasal, siapa pemilik atau pengguna akhirnya, apakah transporter memiliki izin dan kerja sama resmi untuk mengangkut BBM, serta ke mana sebenarnya distribusi 8.000 liter BBM tersebut diarahkan?
Awak media juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi PT Noland Jaya Abadi, pemilik/pengelola BBM, Pertamina, pengemudi, pihak yang disebut Isan maupun Agus, serta instansi pemerintah dan aparat penegak hukum terkait untuk memberikan penjelasan secara terbuka.
Sampai berita ini disusun, belum ada kesimpulan bahwa PT Noland Jaya Abadi melakukan pelanggaran hukum. Status legalitas transporter, asal BBM, dan tujuan pengiriman perlu diverifikasi melalui dokumen resmi serta keterangan instansi berwenang.
Tim










