Tramadol Ilegal Marak di Cimahi, Suara Warga Menggema Menuntut Ketegasan Aparat

Avatar photo

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Penjualan obat keras tanpa resep dokter disebut berlangsung terbuka di kawasan Margaasih, warga mengaku laporan tak kunjung ditindak.

Cimahi,mitrapolri.info– Peredaran obat keras jenis tramadol ilegal di kawasan Taman Kopo Indah Tiga, Jalan Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kota Cimahi, kian meresahkan masyarakat. Obat yang seharusnya hanya bisa diperoleh dengan resep dokter itu dilaporkan diperjualbelikan secara bebas di pinggir jalan, bahkan berlangsung terang-terangan seolah tanpa pengawasan.

Sejumlah warga menyebut aktivitas tersebut bukan hal baru. Penjualan tramadol ilegal diduga telah berlangsung cukup lama dan terkesan dibiarkan. Ironisnya, berbagai laporan yang telah disampaikan masyarakat kepada pihak berwenang, baik ke tingkat Polsek Margaasih maupun Polres Cimahi, disebut belum membuahkan tindakan nyata di lapangan.

Baca Juga :  PIP SMAS Al-Jihad Bogor Dipertanyakan! Selisih 177 Siswa Capai Rp315,9 Juta, APH Diminta Turun Tangan

“Kami sudah beberapa kali melapor, tapi belum ada perubahan. Penjualnya masih tetap beroperasi seperti biasa,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Minimnya penindakan membuat publik mulai mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam menangani peredaran obat-obatan ilegal yang berpotensi merusak generasi muda.

Pasalnya, tramadol termasuk obat keras yang jika disalahgunakan dapat menyebabkan ketergantungan, gangguan kesehatan, hingga memicu persoalan sosial yang lebih luas, terutama di kalangan remaja.

Baca Juga :  Babinsa dan Warga Kompak Laksanakan Kerja Bakti

Warga berharap aparat penegak hukum segera turun tangan secara serius dan melakukan penertiban tegas agar peredaran obat ilegal tidak semakin meluas dan meresahkan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah konkret yang akan diambil. Di tengah situasi ini, suara warga terus menggema—menuntut ketegasan hukum benar-benar hadir, bukan sekadar diam di tengah keresahan yang nyata.

Red

Berita Terkait

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026
Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Indramayu Disorot, APH dan BPH Migas Didesak Bertindak
Sebaran Erupsi Letusan Abu Vulkanik Gunung Krakatau, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker Kepada Ojol dan Masyarakat 
Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Rumah Warga Batulayang Cililin, APH Diminta Turun Tangan
PKBM Nurul Amanah Cihamirung Disorot, Diduga Ada Siswa Fiktif dan Dana BOSP Rp433 Juta
Revitalisasi SDN 1 Cikidang Sukabumi Disorot, Diduga Banyak Kejanggalan
Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Bankeu 2026 Desa Citapen Fokus Pengaspalan Jalan
Peduli Kesehatan Pengguna Jalan, Satlantas Jakbar Bagikan Masker Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:40 WIB

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026

Selasa, 8 September 2026 - 17:33 WIB

Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Indramayu Disorot, APH dan BPH Migas Didesak Bertindak

Selasa, 8 September 2026 - 17:06 WIB

Sebaran Erupsi Letusan Abu Vulkanik Gunung Krakatau, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker Kepada Ojol dan Masyarakat 

Selasa, 8 September 2026 - 06:31 WIB

Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Rumah Warga Batulayang Cililin, APH Diminta Turun Tangan

Selasa, 8 September 2026 - 05:56 WIB

PKBM Nurul Amanah Cihamirung Disorot, Diduga Ada Siswa Fiktif dan Dana BOSP Rp433 Juta

Berita Terbaru