Di Balik Retorika Pembangunan, Rumah Reyot Ini Masih Bertahan

Avatar photo

Selasa, 30 Desember 2025 - 03:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Balik Retorika Pembangunan, Rumah Reyot Ini Masih Bertahan

Cianjur,mitrapolri.info-Di tengah gencarnya jargon pembangunan dan pengentasan kemiskinan, sebuah rumah berdinding anyaman bambu masih berdiri rapuh di Kampung Cisarua, RT 01 RW 04, Desa Sukaraharja, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kondisi rumah tersebut menjadi ironi nyata atas janji kesejahteraan yang terus digaungkan.

Atap genteng yang usang, tiang penyangga yang nyaris roboh, serta lantai tanah yang lembap menunjukkan bahwa pembangunan belum sepenuhnya menyentuh masyarakat di lapisan terbawah. Rumah itu dihuni oleh Ruhyati (60), seorang janda yang tinggal seorang diri, dan hingga kini belum tersentuh bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Baca Juga :  Banjir Rendam Puluhan Rumah di Desa Cimandala Sukaraja Bogor, Warga Keluhkan Minim Penanganan

Rumah reyot tersebut bukan sekadar bangunan tua, melainkan cerminan lemahnya pendataan dan penyaluran bantuan sosial. Di saat anggaran perbaikan rumah terus dikucurkan dan laporan keberhasilan dipublikasikan, masih ada warga yang hidup dalam kondisi yang mengancam keselamatan dan kesehatan.

Ironisnya, rumah-rumah dengan kondisi ekstrem kerap hanya menjadi objek pendataan sementara—difoto, dicatat, lalu tak kunjung mendapat tindak lanjut. Bantuan pun dinilai sering tidak tepat sasaran, meninggalkan warga yang paling membutuhkan dalam keterbatasan.

Setiap musim hujan tiba, ancaman semakin nyata. Atap bocor, lantai becek, dan risiko bangunan roboh menjadi keseharian yang harus dihadapi Ruhyati. Kondisi ini tidak hanya menyangkut kelayakan hunian, tetapi juga menyentuh hak dasar warga negara untuk hidup aman dan bermartabat.

Baca Juga :  Jangan Salahkan Profesi! Ulah Oknum Tak Bisa Digeneralisasi

Ruhyati berharap ada perhatian serius dari pemerintah.

“Saya hanya berharap rumah ini bisa diperbaiki agar tidak membahayakan,” ujarnya.

Pemerintah desa hingga pemerintah daerah diharapkan segera melakukan peninjauan langsung serta verifikasi ulang data penerima bantuan RTLH. Tanpa langkah nyata, jargon pembangunan berisiko hanya menjadi slogan, sementara warga miskin terus hidup dalam bayang-bayang bahaya.

Rumah reyot ini berdiri sebagai saksi bisu: bahwa di balik hiruk-pikuk pembangunan, masih ada warga yang tertinggal dan terabaikan.

Dion

Berita Terkait

HEBOH! Seorang Istri Diduga Selingkuh dan Kirim Uang Diam-Diam ke Kakaknya, Suami Merasa Dikhianati Habis-Habisan
MBG Ciadeg Dikeluhkan Kader Posyandu: Balita Dikasih Kangkung, Timun Diduga Busuk hingga Susu Tak Sesuai
INSPEKTORAT KABUPATEN CIANJUR TERBITKAN SURAT TUGAS, TIM IRBAN 4 LAKUKAN PEMERIKSAAN KHUSUS DI DESA SUKARAHARJA
Warga Keluhkan Lampu PJU Mati Lebih dari Sebulan
SMP DAN SMK Mathla’ul Anwar Matagara Tigaraksa laksanakan SPMB Menuju Tangerang Gemilang 
Rifky Abdilah Dukung Abah Abing Jadi Bakal Calon Kades Tugu Jaya
Diduga oknum kepala Sekolah SDN Panimbang jaya 03 manipulasi spj pembelanjaan dana Bos th anggaran 2025
Ketua RW–RT Kompak Usung Indriasi Rusli SE,Jadi Calon Kades Pandansari 2027–2035

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:07 WIB

HEBOH! Seorang Istri Diduga Selingkuh dan Kirim Uang Diam-Diam ke Kakaknya, Suami Merasa Dikhianati Habis-Habisan

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:57 WIB

MBG Ciadeg Dikeluhkan Kader Posyandu: Balita Dikasih Kangkung, Timun Diduga Busuk hingga Susu Tak Sesuai

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:03 WIB

INSPEKTORAT KABUPATEN CIANJUR TERBITKAN SURAT TUGAS, TIM IRBAN 4 LAKUKAN PEMERIKSAAN KHUSUS DI DESA SUKARAHARJA

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:40 WIB

Warga Keluhkan Lampu PJU Mati Lebih dari Sebulan

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:22 WIB

SMP DAN SMK Mathla’ul Anwar Matagara Tigaraksa laksanakan SPMB Menuju Tangerang Gemilang 

Berita Terbaru

Berita

Warga Keluhkan Lampu PJU Mati Lebih dari Sebulan

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:40 WIB