Kepala BNPB Minta Maaf soal Banjir Tapsel: “Saya Tidak Mengira Sebesar Ini”
Jakarta mitrapolri.info— Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyampaikan permintaan maaf kepada Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, Gus Irawan, atas penilaian awal terkait banjir yang sebelumnya disebut tidak terlalu mengkhawatirkan.
Permintaan maaf itu disampaikan saat Suharyanto meninjau langsung lokasi terdampak di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, pada Senin (1/12/2025).
Dalam kunjungannya, Suharyanto mengaku terkejut melihat besarnya dampak bencana yang melanda wilayah tersebut.
“Pak, saya surprise. Saya tidak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf, Pak Bupati. Bukan berarti kami tidak peduli,” ujar Suharyanto.
BNPB Jelaskan Status Bencana Nasional
Meski dampaknya besar, BNPB menegaskan bahwa banjir yang melanda Sumatera Utara belum memenuhi kriteria untuk ditetapkan sebagai bencana nasional. Penetapan status tersebut hanya diberikan apabila skala kerusakan, jumlah korban, dan kemampuan daerah dinilai tidak mampu ditangani pemerintah daerah maupun provinsi.
Jumlah Korban Terkini
Data terbaru mencatat total 442 jiwa meninggal dan 402 orang masih hilang di tiga wilayah terdampak:
• Aceh
• Sumatera Utara
• Sumatera Barat
BNPB dan tim gabungan masih melakukan pencarian korban hilang, pendampingan terhadap pengungsi, serta percepatan penanganan darurat.
Upaya BNPB di Lokasi Bencana
Dalam tinjauan lapangan, BNPB menyalurkan bantuan logistik, mengerahkan alat berat, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk percepatan pemulihan.
Suharyanto menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi dengan baik.








