Kepala BNPB Minta Maaf soal Banjir Tapsel: “Saya Tidak Mengira Sebesar Ini”

Avatar photo

Selasa, 2 Desember 2025 - 00:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNPB Minta Maaf soal Banjir Tapsel: “Saya Tidak Mengira Sebesar Ini”

Jakarta mitrapolri.info— Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyampaikan permintaan maaf kepada Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, Gus Irawan, atas penilaian awal terkait banjir yang sebelumnya disebut tidak terlalu mengkhawatirkan.

Permintaan maaf itu disampaikan saat Suharyanto meninjau langsung lokasi terdampak di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, pada Senin (1/12/2025).
Dalam kunjungannya, Suharyanto mengaku terkejut melihat besarnya dampak bencana yang melanda wilayah tersebut.
“Pak, saya surprise. Saya tidak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf, Pak Bupati. Bukan berarti kami tidak peduli,” ujar Suharyanto.

Baca Juga :  Pemdes Cipayung Girang Realisasikan BKK Rp1,5 Miliar, Jembatan Cinangka Jadi Prioritas

BNPB Jelaskan Status Bencana Nasional
Meski dampaknya besar, BNPB menegaskan bahwa banjir yang melanda Sumatera Utara belum memenuhi kriteria untuk ditetapkan sebagai bencana nasional. Penetapan status tersebut hanya diberikan apabila skala kerusakan, jumlah korban, dan kemampuan daerah dinilai tidak mampu ditangani pemerintah daerah maupun provinsi.

Jumlah Korban Terkini
Data terbaru mencatat total 442 jiwa meninggal dan 402 orang masih hilang di tiga wilayah terdampak:
• Aceh
• Sumatera Utara
• Sumatera Barat
BNPB dan tim gabungan masih melakukan pencarian korban hilang, pendampingan terhadap pengungsi, serta percepatan penanganan darurat.
Upaya BNPB di Lokasi Bencana
Dalam tinjauan lapangan, BNPB menyalurkan bantuan logistik, mengerahkan alat berat, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk percepatan pemulihan.
Suharyanto menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi dengan baik.

Baca Juga :  Pembangunan Revitalisasi SMP Satu Atap Tenjo Disorot, Dugaan Penggunaan Material Bekas dan Ketidaksesuaian Spesifikasi Mencuat

Berita Terkait

Sosialisasi Satgas Citarum Harum Tahun Anggaran 2026 Bahas Penanganan Limbah Industri di Haurwangi
DPW MOI DKI Jakarta Mengucapkan Selamat Atas Terpilihnya Siruaya Utamawan, S.E., M.M., CACP, AAAK., Sebagai Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Dan Pertambangan (FSPKEP)
Galian C Diduga Ilegal di Sukasari Rumpin: Terus Beroperasi,Merusak Alam Penegakan Hukum Oleh APH di Wilayah Kabupaten Diduga Mandul 
Polsek Kelapa Dua Ungkap Kasus Narkotika Jenis Etomidate
Mengubah Citra Ormas Kedaerahan: Cara JUSUF RIZAL Membantu Masyarakat Madura Melalui MADAS NUSANTARA Dorong Ekonomi dan Bantu Tata Kota Jakarta
Perayaan Harlah ke-2 Ormas Madas Nusantara Berlangsung Meriah, Korwil Jatim Sampaikan Apresiasi
Pakar Hukum Ingatkan Pekerja Tak Gegabah Hadapi PHK Sepihak
Proyek Revitalisasi SDN Cipaku 4 Rp700 Juta Disorot: Diduga Diborong ke Pihak Ketiga, Pengawasan Lintas Instansi Dipertanyaka

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Sosialisasi Satgas Citarum Harum Tahun Anggaran 2026 Bahas Penanganan Limbah Industri di Haurwangi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:55 WIB

DPW MOI DKI Jakarta Mengucapkan Selamat Atas Terpilihnya Siruaya Utamawan, S.E., M.M., CACP, AAAK., Sebagai Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Dan Pertambangan (FSPKEP)

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Galian C Diduga Ilegal di Sukasari Rumpin: Terus Beroperasi,Merusak Alam Penegakan Hukum Oleh APH di Wilayah Kabupaten Diduga Mandul 

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Polsek Kelapa Dua Ungkap Kasus Narkotika Jenis Etomidate

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Mengubah Citra Ormas Kedaerahan: Cara JUSUF RIZAL Membantu Masyarakat Madura Melalui MADAS NUSANTARA Dorong Ekonomi dan Bantu Tata Kota Jakarta

Berita Terbaru

Berita

Polsek Kelapa Dua Ungkap Kasus Narkotika Jenis Etomidate

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:40 WIB