Menu

Mode Gelap
Pra-Musrenbang RKPD Kecamatan Ciampea Bahas Usulan Infrastruktur dan Pendidikan untuk Perencanaan 2027 Jelang persib vs persija Polda jabar turunkan pasukan 3.000 personel,siap amankan El Clasico. Tekankan Profesionalitas dan Pelayanan Prima, Kapolres Badung Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama Penjualan Tramadol Ilegal di Sukajadi Terang-terangan, Keberadaan Polrestabes Kota Bandung Dipertanyakan Mengaku Sudah Berkoordinasi dengan Polrestabes Kota Bandung, Penjualan Tramadol di Dalam terminal Setasion Pasar Baru, Aman Berjualan dan Cemarkan Institusi Kepolisian Pembinaan dan Kebersamaan Warnai Kunjungan Ketua DPD GRIB Jaya Jabar di Subang

Berita

Diduga Sarat KKN, Kinerja Kepala Desa Neglasari Subang Disorot Warga

badge-check


					Diduga Sarat KKN, Kinerja Kepala Desa Neglasari Subang Disorot Warga Perbesar

Diduga Sarat KKN, Kinerja Kepala Desa Neglasari Subang Disorot Warga

Subang,mitrapolri.info-Tim Investigasi Media ini menerima laporan dari sejumlah tokoh masyarakat Desa Neglasari, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, terkait dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan berbagai bantuan anggaran dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten selama tahun anggaran 2020–2024.

Menurut keterangan warga, Kepala Desa bersama Sekretaris Desa (Sekdes) diduga bersekongkol dalam pengelolaan keuangan desa tanpa melibatkan lembaga terkait seperti TPKD dan LPM. Warga menilai, proses pelaksanaan pembangunan fisik dan program pemberdayaan masyarakat tidak dijalankan secara terbuka.

“Kami menduga banyak anggaran tidak jelas penggunaannya. Bahkan laporan keuangan desa tidak pernah dipublikasikan secara transparan,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya, Rabu (8/10/2025).

Beberapa proyek infrastruktur seperti pekerjaan jalan pengerasan disebut menggunakan material bekas limbah jalan tol, sehingga kualitas hasil pekerjaan diragukan. Begitu pula dengan proyek rabat beton, yang menurut warga cepat rusak karena ketebalan cor dianggap tidak sesuai spesifikasi teknis.

Selain itu, program Ketahanan Pangan Hewani juga menjadi sorotan lantaran tidak jelas keberadaannya. Program Pansi Mas dengan anggaran mencapai Rp360 juta dinilai gagal berfungsi karena pelaksanaan kegiatan dilakukan tanpa musyawarah desa terlebih dahulu.

“Rapatnya saja tidak pernah melibatkan masyarakat. Bahkan katanya ada rapat di sekolah, tapi bukan rapat resmi desa,” tambah warga lainnya.

Dana BUMDes dan Bantuan Sosial Diduga Tidak Transparan

Warga juga menyoroti keberadaan BUMDes Neglasari yang diklaim memiliki dana di rekening desa, namun tidak pernah diperlihatkan secara terbuka kepada masyarakat. Bantuan dari Dinas Sosial untuk Karang Taruna sebesar Rp20 juta juga menimbulkan tanda tanya, karena berdasarkan pengakuan pengurus, yang diterima hanya Rp15 juta.

Kasus serupa terjadi pada dana pemeliharaan makom/penjaratan sebesar Rp10 juta yang tercatat dalam laporan desa, namun penjaga makam mengaku tidak pernah menerima bantuan tersebut.

Karena merasa tidak puas dengan kinerja aparatur desa, para tokoh masyarakat telah mengajukan surat pengaduan ke berbagai instansi, mulai dari Inspektorat Daerah (IRDA), Bupati Subang, Gubernur Jawa Barat, hingga lembaga penegak hukum seperti Polri, Kejaksaan, BPK, dan KPK.

“Kami hanya ingin keadilan dan transparansi. Anggaran desa itu uang rakyat, jadi harus bisa dipertanggungjawabkan,” tegas salah satu tokoh masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Neglasari belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut. Tim Media Mitra POLRI masih berupaya mengonfirmasi Kepala Desa dan Sekdes untuk memperoleh tanggapan berimbang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pra-Musrenbang RKPD Kecamatan Ciampea Bahas Usulan Infrastruktur dan Pendidikan untuk Perencanaan 2027

14 Januari 2026 - 06:31 WIB

Jelang persib vs persija Polda jabar turunkan pasukan 3.000 personel,siap amankan El Clasico.

13 Januari 2026 - 14:52 WIB

Tekankan Profesionalitas dan Pelayanan Prima, Kapolres Badung Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama

13 Januari 2026 - 14:49 WIB

Penjualan Tramadol Ilegal di Sukajadi Terang-terangan, Keberadaan Polrestabes Kota Bandung Dipertanyakan

12 Januari 2026 - 09:21 WIB

Mengaku Sudah Berkoordinasi dengan Polrestabes Kota Bandung, Penjualan Tramadol di Dalam terminal Setasion Pasar Baru, Aman Berjualan dan Cemarkan Institusi Kepolisian

12 Januari 2026 - 07:45 WIB

Trending di Berita