Diduga Sarat KKN, Kinerja Kepala Desa Neglasari Subang Disorot Warga

Avatar photo

Rabu, 8 Oktober 2025 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diduga Sarat KKN, Kinerja Kepala Desa Neglasari Subang Disorot Warga

Subang,mitrapolri.info-Tim Investigasi Media ini menerima laporan dari sejumlah tokoh masyarakat Desa Neglasari, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, terkait dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan berbagai bantuan anggaran dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten selama tahun anggaran 2020–2024.

Menurut keterangan warga, Kepala Desa bersama Sekretaris Desa (Sekdes) diduga bersekongkol dalam pengelolaan keuangan desa tanpa melibatkan lembaga terkait seperti TPKD dan LPM. Warga menilai, proses pelaksanaan pembangunan fisik dan program pemberdayaan masyarakat tidak dijalankan secara terbuka.

“Kami menduga banyak anggaran tidak jelas penggunaannya. Bahkan laporan keuangan desa tidak pernah dipublikasikan secara transparan,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya, Rabu (8/10/2025).

Beberapa proyek infrastruktur seperti pekerjaan jalan pengerasan disebut menggunakan material bekas limbah jalan tol, sehingga kualitas hasil pekerjaan diragukan. Begitu pula dengan proyek rabat beton, yang menurut warga cepat rusak karena ketebalan cor dianggap tidak sesuai spesifikasi teknis.

Baca Juga :  Warga Nagrak Cianjur Menolak Pembangunan RS Hermina, Tuntut Transparansi dan Desak Bupati Review Perizinan

Selain itu, program Ketahanan Pangan Hewani juga menjadi sorotan lantaran tidak jelas keberadaannya. Program Pansi Mas dengan anggaran mencapai Rp360 juta dinilai gagal berfungsi karena pelaksanaan kegiatan dilakukan tanpa musyawarah desa terlebih dahulu.

“Rapatnya saja tidak pernah melibatkan masyarakat. Bahkan katanya ada rapat di sekolah, tapi bukan rapat resmi desa,” tambah warga lainnya.

Dana BUMDes dan Bantuan Sosial Diduga Tidak Transparan

Warga juga menyoroti keberadaan BUMDes Neglasari yang diklaim memiliki dana di rekening desa, namun tidak pernah diperlihatkan secara terbuka kepada masyarakat. Bantuan dari Dinas Sosial untuk Karang Taruna sebesar Rp20 juta juga menimbulkan tanda tanya, karena berdasarkan pengakuan pengurus, yang diterima hanya Rp15 juta.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Menyerahkan Tersangka Don Ritto Dan Barang Bukti TPPU ke Kejagung

Kasus serupa terjadi pada dana pemeliharaan makom/penjaratan sebesar Rp10 juta yang tercatat dalam laporan desa, namun penjaga makam mengaku tidak pernah menerima bantuan tersebut.

Karena merasa tidak puas dengan kinerja aparatur desa, para tokoh masyarakat telah mengajukan surat pengaduan ke berbagai instansi, mulai dari Inspektorat Daerah (IRDA), Bupati Subang, Gubernur Jawa Barat, hingga lembaga penegak hukum seperti Polri, Kejaksaan, BPK, dan KPK.

“Kami hanya ingin keadilan dan transparansi. Anggaran desa itu uang rakyat, jadi harus bisa dipertanggungjawabkan,” tegas salah satu tokoh masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Neglasari belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut. Tim Media Mitra POLRI masih berupaya mengonfirmasi Kepala Desa dan Sekdes untuk memperoleh tanggapan berimbang.

Berita Terkait

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026
Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Indramayu Disorot, APH dan BPH Migas Didesak Bertindak
Sebaran Erupsi Letusan Abu Vulkanik Gunung Krakatau, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker Kepada Ojol dan Masyarakat 
Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Rumah Warga Batulayang Cililin, APH Diminta Turun Tangan
PKBM Nurul Amanah Cihamirung Disorot, Diduga Ada Siswa Fiktif dan Dana BOSP Rp433 Juta
Revitalisasi SDN 1 Cikidang Sukabumi Disorot, Diduga Banyak Kejanggalan
Tingkatkan Perekonomian Masyarakat, Bankeu 2026 Desa Citapen Fokus Pengaspalan Jalan
Peduli Kesehatan Pengguna Jalan, Satlantas Jakbar Bagikan Masker Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:40 WIB

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026

Selasa, 8 September 2026 - 17:33 WIB

Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi di Indramayu Disorot, APH dan BPH Migas Didesak Bertindak

Selasa, 8 September 2026 - 17:06 WIB

Sebaran Erupsi Letusan Abu Vulkanik Gunung Krakatau, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker Kepada Ojol dan Masyarakat 

Selasa, 8 September 2026 - 06:31 WIB

Solar Subsidi Diduga Ditimbun di Rumah Warga Batulayang Cililin, APH Diminta Turun Tangan

Selasa, 8 September 2026 - 05:56 WIB

PKBM Nurul Amanah Cihamirung Disorot, Diduga Ada Siswa Fiktif dan Dana BOSP Rp433 Juta

Berita Terbaru